PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN VIRTUAL TOUR BERBASIS GOOGLE EARTH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI SIKLUS AIR PADA SISWA KELAS V SD
DOI:
https://doi.org/10.30659/jp-sa.6.3.%25pKata Kunci:
Google Earth, virtual tour, pemahaman konsep, siklus air, quasi eksperimenAbstrak
Pembelajaran IPAS pada materi siklus air di sekolah dasar seringkali bersifat abstrak sehingga menyebabkan rendahnya pemahaman konsep siswa. Proses seperti evaporasi, kondensasi, dan presipitasi sulit dipahami karena tidak dapat diamati secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep secara konkret dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan media pembelajaran virtual tour berbasis Google Earth dalam meningkatkan pemahaman konsep siklus air pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi tes pemahaman konsep (pretest dan posttest), observasi aktivitas siswa, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan nilai rata-rata dan N-Gain, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk mendukung hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman konsep siswa. Nilai rata-rata pretest sebesar 62,4 meningkat menjadi 84,1 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,65 yang termasuk dalam kategori sedang. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan keterlibatan dan keaktifan siswa selama pembelajaran. Wawancara juga mengungkap bahwa siswa lebih mudah memahami konsep siklus air melalui visualisasi lingkungan nyata yang disajikan oleh Google Earth. Dengan demikian, media pembelajaran virtual tour berbasis Google Earth terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siklus air serta dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Referensi
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy. Longman.
Arikunto, S. (2018). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi revisi). Bumi Aksara.
Chang, C. Y., & Chen, G. D. (2020). Effects of mobile augmented reality on learning performance and motivation in natural science inquiry. Educational Technology & Society, 23(4), 45–58.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Deliany, N., Hidayat, A., & Nurhayati, Y. (2019). Penerapan multimedia interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik. Educare: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 17(2), 90–97. https://doi.org/10.36555/educare.v17i2.249
Ferdig, R. E., & Kosko, K. W. (2020). Virtual field trips and learning outcomes: A meta-analysis. Journal of Educational Technology Systems, 49(2), 225–243.
Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. Unpublished manuscript. Retrieved from http://www.physics.indiana.edu/~sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf
Huang, H. M., Rauch, U., & Liaw, S. S. (2019). Investigating learners’ attitudes toward virtual reality learning environments. Computers & Education, 130, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2018.11.007
Ibáñez, M. B., & Delgado-Kloos, C. (2018). Augmented reality for STEM learning: A systematic review. Computers & Education, 123, 109–123. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2018.05.002
Kurniawan, A., Kurnianto, F. A., Yushardi, Y., Susiati, A., & Pangastuti, E. I. (2023). The effect of Google Earth-based learning on students’ critical thinking and learning outcomes. Majalah Pembelajaran Geografi, 6(2), 186–195. https://doi.org/10.19184/pgeo.v6i2.43426
Makransky, G., & Petersen, G. B. (2019). Immersive virtual reality and learning: A meta-analysis. Educational Psychology Review, 31(3), 1–40. https://doi.org/10.1007/s10648-019-09486-2
Mahat, H., Arshad, S., Saleh, Y., Aiyub, K., Hashim, M., & Nayan, N. (2020). The use of multimedia teaching aids and their effectiveness in geography learning. Malaysian Journal of Society and Space, 16(3), 150–163. https://doi.org/10.17576/geo-2020-1603-16
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511811678
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moreno, R., & Mayer, R. E. (2007). Interactive multimodal learning environments. Educational Psychology Review, 19(3), 309–326. https://doi.org/10.1007/s10648-007-9047-2
Putri, H. P., & Nurafni, N. (2021). Pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPS siswa sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 3538–3543. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.944
Radianti, J., Majchrzak, T. A., Fromm, J., & Wohlgenannt, I. (2020). A systematic review of immersive virtual reality applications for higher education. Computers & Education, 147, 103778. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2019.103778
Slavin, R. E. (2011). Educational psychology: Theory and practice (10th ed.). Pearson Education.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suh, A., & Prophet, J. (2018). The state of immersive technology research: A literature analysis. Computers in Human Behavior, 86, 77–90. https://doi.org/10.1016/j.chb.2018.04.019
Wu, H. K., Lee, S. W. Y., Chang, H. Y., & Liang, J. C. (2019). Current status, opportunities, and challenges of augmented reality in education. Computers & Education, 62, 41–49. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2012.10.024
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.





