Association Between Tooth Loss, Nutritional Status, Quality of Life Among Elderly at Integrated RSGM Unimus

Bilqis Khilda Rachmania*  -  Universitas Muhammadiyah Semarang
Retno Kusniati  -  Universitas Muhammadiyah Semarang
Nur Khamilatusy  -  Universitas Muhammadiyah Semarang
Hayyu Failasufa  -  Universitas Muhammadiyah Semarang

(*) Corresponding Author

Latar Belakang: Kehilangan gigi tetap menjadi salah satu kondisi kesehatan mulut yang paling umum yang mempengaruhi lansia dan dapat mempengaruhi kesehatan fisik serta fungsi sehari-hari. Berkurangnya jumlah gigi asli dapat mengganggu pengunyahan, membuat konsumsi makanan menjadi kurang efektif dan berpotensi memberikan kontribusi pada terjaganya nutrisi dan kualitas hidup yang lebih buruk. Mengingat semakin banyaknya lansia yang mengalami kehilangan gigi di Indonesia, pemahaman tentang hubungan ini sangat penting untuk mendukung penuaan yang sehat.

Metode: Studi potong lintang dilakukan pada 71 orang dewasa berusia 55–75 tahun yang mengunjungi Klinik Terpadu RSGM Unimus. Partisipan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Kehilangan gigi diukur melalui pemeriksaan intraoral, status gizi dievaluasi menggunakan Indeks Massa Tubuh (BMI), dan kualitas hidup diukur dengan Indeks Penilaian Kesehatan Mulut Geriatrik (GOHAI). Data dianalisis menggunakan statistik univariat, uji korelasi peringkat Spearman, dan regresi logistik ordinal.

Hasil: Kehilangan gigi parah teridentifikasi pada 43,7% peserta, sementara 42,3% mengalami kekurangan gizi dan 45,1% melaporkan kualitas hidup yang buruk. Asosiasi signifikan yang diamati antara kehilangan gigi dan status gizi serta kualitas hidup (p<0,05). Analisis multivariat mengkonfirmasi bahwa kehilangan gigi merupakan prediktor signifikan dari status gizi (p=0,000) dan kualitas hidup (p=0,001). Model regresi menunjukkan daya penjelas yang kuat, dengan nilai R² Nagelkerke masing-masing sebesar 0,864 dan 0,893.

Kesimpulan: Kehilangan gigi berhubungan signifikan dengan status gizi dan kualitas hidup pada lansia. Individu dengan kehilangan gigi cenderung mengalami masalah gizi dan kualitas hidup yang lebih buruk, yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mulut sebagai bagian dari perawatan lansia yang komprehensif.

Keywords: Tooth Loss, Nutritional Status, Quality of Life, Elderly

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Contact us: Odonto Dental Journal: Jl. Raya Kaligawe Km.4, PO BOX 1054/SM Semarang, Central Java, Indonesia, 50112. Email: odontodentaljournal@unissula.ac.id
apps