Vol. 42 No. 4 (2026): Jurnal Hukum
Reformasi tata kelola pemerintahan kerap berhenti pada lapisan prosedural. Edisi ini menghadirkan kajian yang membedah persoalan tersebut dari arena berbeda. Pertama, inovasi digital di pemerintah daerah yang terjebak dalam compliance theatre—memenuhi indikator formal tanpa mengubah logika kerja birokrasi. Kedua, implementasi perizinan berusaha berbasis risiko yang terhambat disharmoni regulasi, ego sektoral, dan partisipasi publik yang belum substantif. Ketiga, penalaran yudisial atas keadilan iklim dalam gugatan warga negara, yang menyingkap peluang dan batas pengadilan dalam mendorong akuntabilitas lingkungan. Ketiganya menawarkan pembacaan kritis atas relasi antara norma, kelembagaan, dan praktik—sekaligus menegaskan bahwa kualitas tata kelola ditentukan bukan oleh kelengkapan aturan, melainkan oleh kemampuan menjembatani aturan itu dengan kenyataan di lapangan.
Articles
-
Legal and Institutional Barriers to Digital Innovation in Local Government
Abstract view : 629PDF view : 342864-889 -
Regulatory Governance and Citizen Participation in the Implementation of Risk-Based Business Licensing Services
Abstract view : 448PDF view : 222890-914 -
Judicial Reasoning on Climate Justice in Indonesian Citizen Lawsuits: A Constitutional Environmental Perspective
Abstract view : 261PDF view : 100915-945








