Peran Guru Kejuruan Bidang Pertanian dalam Mempersiapkan Generasi Emas
DOI:
https://doi.org/10.30659/jp-sa.v4i3.40272Abstrak
This article examines specifically the role of vocational teachers in the field of agriculture in preparing the golden generation. The agricultural sector plays an important role in life but is becoming increasingly less popular among the younger generation as its successors. Vocational teachers in the field of agriculture are the spearhead in developing agricultural human resources in the world of education. This research methodology uses a qualitative approach with the data collection techniques used are observation and interviews where the resource person is a vocational teacher in the field of agriculture. Based on research results, the role of vocational teachers includes acting as a fosterer of student interest, parents at school, career guidance and counselling, professional developer, fosterer of entrepreneurial spirit and collaborator with the world of work and industry. Conclusion: The role of vocational teachers in agriculture is very important in preparing students to enter the workforce as Indonesian agricultural human resourcesReferensi
Almursyid, M. Y., Rizal, F., Rizal, A., & Zola, P. (2018). Persepsi Guru Kejuruan SMK Negeri 1 Bukittinggi Terhadap Penerapan Kompetensi Guru Abad 21. CIVED Jurusan Teknik Sipil, 5(1), hal.2128-2134.
Badan Pusat Statistik (2023). Indikator Pertanian. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Buchari, A. (2018). Peran Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Iqra’ Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan [FTIK] IAIN Manado, 12(2), hal.106-124.
Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Depdiknas RI : Jakarta.
Fauzani, P. P. (2024). Kesenjangan Peralatan dan Teknologi pada Sekolah atau Pusat Pelatihan Vokasional. ADIBA: JOURNAL OF EDUCATION, 4(2), hal.249-253.
Halean, S., Kandowangko, N., & Goni, S. Y. (2021). Peranan Pendidikan dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia di SMA Negeri 1 Tampan Amma. Jurnal Holistik, 14(2), hal.1-15.
Khurniawan, A. W., & Erda, G. (2019). Darurat Guru Kejuruan di Sekolah Menengah Kejuruan. VOCATIONAL EDUCATION POLICY, WHITE PAPER, 1(18), hal.1-4.
Komariah, A., & Satori, D. (2014). Metedologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabetha.
Krisnamurti, F. T. (2017). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa SMK. Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, 6(1), hal. 65-76.
Moleong, L. (2014). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Jakarta: Remaja Rosda Karya.
Rojaki, M. . (2023). Peran IDUKA pada Pendidikan Kejuruan dalam Mempersiapkan Sumber Daya Manusia Memasuki Dunia Kerja. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 1590–1598. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i1.5463
Rojaki, M.. (2024). Literature Review: Pendidikan Karakter Di Sekolah Menengah Kejuruan. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(2), hal.13-21.
Sabon, Simon, S., Listiawati, N., & Relisa. (2020). Model Magang Guru untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMK. Jakarta: Puslitjakdikbudkemdikbud.
Sriyono, H., & Suparmin. (2017). Hubungan peran guru bimbingan dan konseling dengan motivasi belajar siswa sekolah menegah kejuruan. TERAPUTIK Jurnal Bimbingan dan Konseling, 1(1), hal 1-6.
Sunardi, & Sudjimat, D. A. (2016). Magang Industri untuk Meningkatkan Relevansi Kompetensi Profesional Guru Produktif SMK. Jurnal Teknologi dan Kejuruan, Fakultas Teknik Universitas Negeri Makasar, 39(2), hal.171-182.
Wibowo, A., & Hamrin. (2012). Menjadi Guru Berkarakter: Strategi Membangun Kompetensi & Karakter Guru. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.





