PERBEDAAN EFEKTIFITAS ANTARA KEJU CHEDDAR DAN YOGHURT PLAIN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS SECARA IN VITRO

Lita Paramita, Farichah Hanum, Muhammad Dian Firdausy

Abstract


Karies merupakan penyakit multifaktorial yang diawali dengan proses demineralisasi jaringan keras gigi. Bakteri Streptococcus mutans merupakan mikroorganisme yang berperan sebagai faktor utama penyebab karies gigi. Senyawa antimikroba dari keju cheddar yaitu lactoferin, lisozim dan laktoperoksidase, sedangkan senyawa  antimikroba dari yoghurt plain adalah hydrogen peroksida, reuterin dan bakteriosin.
Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas antimikroba dari keju cheddar dan  yoghurt plain terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratoris dengan rancangan penelitian post test only group design, yang membandingkan ekstrak keju cheddar dan yoghurt plain dengan berbagai macam konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Penelitian dilakukan dengan cara merendam kertas cakram dalam berbagai konsentrasi tersebut selama ±15 menit. Kemudian kertas cakram diletakkan pada permukaan MHA Plate yang telah diberi bakteri Streptococcus mutans standart Mac Farland III lalu inkubasi selama 24 jam dengan suhu 370C. Hasil diameter zona hambat yang  terbentuk diukur lalu diuji menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Rerata dan simpang baku dari diameter zona hambat keju cheddar 100% sebesar 6,750 ± 0,1378 mm, keju cheddar 75% sebesar 5,767 ± 0,6055 mm, sedangkan keju cheddar 50% dan 25% tidak terbentuk zona hambat. Pada yoghurt plain rerata dan simpang baku dengan konsentrasi 100% sebesar 5,667 ± 0,0816 mm, konsentrasi 75% sebesar 5,650 ± 0,0548 mm, sedangkan konsentrasi 50% dan 25% tidak terbentuk zona hambat. Berdasarkan uji Kruskal-Wallis untuk menguji hipotesa yang membandingkan rerata > 2 kelompok perlakuan, didapatkan nilai signifikan 0.00(p<0.05), sehingga ada perbedaan efektifitas antimikroba antara keju cheddar dan yoghurt plain terhadap pertumbuhan S.mutans. Uji Mann-Whitney untuk mengetahui kelompok yang memiliki mean yang berbeda secara siginifikan,   menunjukkan hanya sebagian kecil kelompok perlakuan saja yang mempunyai nilai p>0,05 atau tidak signifikan, sebagian besar kelompok perlakuan terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai p<0,005. Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat  perbedaan efektifitas antimikroba antara keju cheddar dan yoghurt plain terhadap pertumbuhan bakteri S.mutans dimana keju cheddar memiliki efektifitas antimikroba yang lebih baik terhadap S.mutans jika dibandingkan dengan yoghurt plain. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan pada keju cheddar dan yoghurt plain, maka semakin besar pula zona hambat yang terbentuk. Keju cheddar dengan konsentrasi 100% memiliki efektifitas antimikroba yang lebih baik terhadap bakteri Streptococcus mutans, jika dibandingkan dengan yoghurt plain.


Keywords


Keju cheddar, Yoghurt plain, Antimikroba, Streptococcus mutans

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.