HUBUNGAN KEHILANGAN GIGI POSTERIOR BILATERAL FREE END TERHADAP TIMBULNYA CLICKING PADA SENDI TEMPOROMANDIBULAR

Jayadi Rapen Ulpa, Djoko Priyanto, Benni Benyamin

Abstract


Kehilangan gigi posterior bilateral dapat mempengaruhi fungsi pengunyahan dan gangguan sendi temporomandibular. Gejala yang paling sering ditemukan adanya gangguan sendi temporomandibular adalah suara pada saat sendi bergerak. Clicking adalah suara yang berasal dari sendi terdiri dari suara tunggal dan berdurasi singkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kehilangan gigi posterior
bilateral free end terhadap timbulnya clicking pada sendi temporomandibular lansia.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dengan metode Selective Random Sampling. Subjek penelitian adalah lansia. Dilakukan pemeriksaan kehilangan gigi posterior bilateral free end menggunakan kaca mulut, sedangkan untuk pemeriksaan ada tidaknya bunyi clicking diperiksa secara auskultasi menggunakan stetoskop. Data yang didapatkan dimasukan ke dalam tabel 2 x 2 selanjtnya dilakukan uji statistik menggunakan uji normalitas chi-square.
Total sampel penelitian sebesar 74 lansia, 36 (48,6%) lansia yang mengalami kehilangan gigi posterior bilateral free end, 41 (55,45) lansia yang mengalami clicking dan 26 (63,4) lansia dari 41 yang mengalami clicking kehilangan gigi posterior bilateral free end. Uji chi-square didapatkan hasil yang signifikan 0,005 (p > 0.05), sehingga dapat diintrepetasikan bahwa ada hubungan signifikan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol terhadap faktor resiko. Ada hubungan kehilangan gigi posterior bilateral free end dengan clicking pada sendi temporomandibula
lansia.


Keywords


Posterior bilateral, gangguan sendi temporomandibur, clicking

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.