Luka Yang Tak Tampak: Analisis Fenomenologi Pengalaman Kesepian Mahasiswa Rantau Yang Mengalami Fatherless

Dwi Putri Febriyanti, Anisa Fitriani

Abstract


Mahasiswa rantau pada fase dewasa awal menghadapi tuntutan adaptasi psikologis yang kompleks, termasuk membangun sistem dukungan sosial yang baru jauh dari keluarga. Kondisi ini menjadi semakin rentan bagi mereka yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah secara fisik maupun emosional, atau yang dikenal sebagai fatherless. Data menunjukkan bahwa 20,9% anak di Indonesia tumbuh tanpa kehadiran ayah, sementara kasus perceraian terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana pengalaman fatherless dimaknai oleh mahasiswa rantau hingga memengaruhi pengalaman kesepian yang mereka rasakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, khususnya Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan terdiri dari empat mahasiswa rantau berusia 21–22 tahun yang berdomisili di Kota Semarang dan memiliki pengalaman fatherless, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur yang dilaksanakan dalam dua sesi per partisipan, dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data mengikuti tahapan IPA mulai dari pencatatan eksploratoris, perumusan tema emergen, hingga pengelompokan tema superordinat lintas partisipan. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama: pengalaman merantau yang mengungkap kekosongan emosional, beragam bentuk ketiadaan peran figur ayah, dampak psikologis terhadap relasi dan diri, karakteristik dan pola kesepian yang dialami, serta respons dan strategi menghadapi kesepian. Seluruh partisipan mengalami kesepian yang bukan bersumber dari kesendirian fisik, melainkan keterputusan emosional mendalam yang berakar dari defisit peran ayah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa fatherless meninggalkan luka relasional yang terus aktif hingga dewasa awal, dan kondisi merantau menjadi momen yang memperjelas kekosongan tersebut. Diperlukan layanan pendampingan psikologis yang lebih sensitif terhadap kebutuhan mahasiswa rantau berlatar belakang fatherless di lingkungan perguruan tinggi

Keywords


kesepian, fatherless, mahasiswa rantau, fenomenologi, dewasa awal

Full Text:

PDF

References


Agustin, W., & Kudus, W. A. (2023). Disfungsi orang tua dalam pembentukan pendidikan dan kemandirian anak di lingkungan cidunak kota cilegon. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandi, 9(2), 440–4449.

Alfasma, W., Santi, D. E., & Kusumandari, R. (2022). Loneliness dan perilaku agresi pada remaja fatherless. Jurnal Penelitian Psikologi, 3(01), 40–50.

Anesti, Y., & Abdullah, M. N. A. (2024). Fenomena fatherless: penyebab dan konsekuensi terhadap anak dan keluarga. WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(2), 200–206. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i2.105

Al-Bayati, B. A. B., & Ali, B. H. (2021). Appearance behavior and its relationship to happiness at the female students of the kindegarten departement. Turkish Journal of Computer and Mathematics Eduation, 12 (11), 6442-6449.

Ahmad, A. (2017). Peran ayah pada pengasuhan anak usia dini dalam keluarga di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 50-61.

Arnett, J. J. (2020). Emerging adulthood and the transition to adulthood in the 21st century. Journal of Adult Development, 27(3), 127–137.

Aulia, N., Ardina Makata, R., Suzana, L., Shamsu, H., Sultan, L., Ali, S., Darussalam, B. (2023). Peran pentings eorang ayah dalam keluarga perspektif anak (studi komparatif keluarga cemara dan luarga broken home). POlitica, 13 (2), 87-94.

Badan Pusat Statistik. (2017). Indeks Kebahagiaan 2017. In Indeks Kebahagiaan 2017. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. 2021. Indeks Kebahagiaan 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik RI.

Brillyana, A. Y. (2021). Pengaruh keterlibatan ayah terhadap kecenderungan perilaku kenakalan remaja. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM),

(1), 379-386. https://dpi.org/10.20473/brpkm.v1i1.24757.

Buckley, M. (2018). Exploring “fatherless woman syndrome” and the perceptions of attachment with fatherless jamaican women. ProQuest.

Cabrera, N. J. (2020). Father involvement, father–child relationship, and attachment in the early years. Attachment & Human Development, 22(1), 134–138. https://doi.org/10.1080/14616734.2019.1589070.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2016). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.

Dasalinda, D., & Karneli, Y. (2021). Hubungan fatherless dengan penyesuaian sosial remaja implementasi pelaksanaan layanan bimbingan konseling di sekolah. Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling, 2(02), 98–105. https://doi.org/10.36728/cijgc.v2i02.1461.

Dian, R (2023). Indonesia Peringkat 3 Fatherless Country di Dunia, Mempertanyakan Keberadaan ‘Ayah’ dalam Kehidupan Anak. Narasi TV https://narasi.tv/read/narasi-daily/indonesia peringkat-3-fatherless-country-di-dunia-mempertanyakan-keberadaan-ayah-dalam kehidupan-anak.

Diener, E. (2020). Happiness: The science of subjective well-being. In R. Biswas-Diener & E. Diener (Eds.), Noba textbook series: Psychology (pp. 247–266).

Diener, E., Oishi, S., & Tay, L. (2020). Advances in subjective well-being research. Annual Review of Psychology, 71, 543–567.

Fiqrunnisa, A., Yuliadi, I., Saniatuzzulfa, R (2023) Hubungan persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan pemilihan pasangan pada perempuan dewasa awal fatherless. PSYCHE: Jurnal Psikologi, 5(2).

Galambos, N. L., & Krahn, H. (2021). From adolescence to adulthood: Transitions, trajectories, and well-being. Journal of Youth and Adolescence, 50(5), 832–846.

Global Happiness 2020 What Makes People Happy in the Age of Covid - 19. (2020)

Goa, M. Y., Rachmawati, I. N., & Ungsianik, T. (2021). Paternal self-efficacy in the patriarchal culture of Kupang city, Indonesia. Enfermeria Clinica, 31, S457-S460. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2020.09.045

Hartati, S., & Widodo, A. (2022). Emotional support from family and stress management among young adults. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 11(1), 45–56.

Hasibuan, D. A. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan mahasiswa di masa pandemi covid-19. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 10(1).

Helliwell, J., Layard, R., Sachs, J., De Neve, J.-E., Aknin, L., & Wang, S. (2023). World Happiness Report.

Hix, R. (2018). The Affirmation Crisis: Healing the Wounds of a Fatherless Generation. Nashville: Elm Hill.

Hurlock, E. B. (1996). Developmental psychology: A life-span approach (5th ed.). McGraw-Hill.

Hurlock, E. B. (2009). Developmental psychology: A life-span approach. McGraw-Hill. Indiriyani, T. (2023). Pengaruh fatherless terhadap resiliensi mahasiswa.

Januareva, T. S. (2023). Dinamika self-esteem pada emerging adulthood yang fatherless. Jurnal Dunia Pendidikan, 3, 67-78.

Jiang, Y., Lu, C., Chen, J., Miao, Y., Li, Y., & Deng, Q. (2022). Happiness in University Students: Personal, Familial, and Social Factors: A Cross-Sectional Questionnaire Survey. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19,( 4713). doi:https://doi.org/10.3390/ijerp

Junaidin, J., Mustafa, K., Hartono, R., & Khoirunnisa, S. (2023). Kecemasan terhadap pernikahan pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless. Journal on Education, 5(4), 16649–16658. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2839

Kautsar, A. (2024). Persen anak RI “Fatherless”, Pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu.

Kiromi, I. H. (2023). Dampak anak yang dibesarkan dalam keluarga tanpa sosok ayah (fatherless) pada kecerdasan moral. Zuriah: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 11–16.

Kurniati, N., & Atikasari, F. (2019). The happiness level of students from Borneo. Atlantis Press, 287, 57-59. https://doi.org/10.1037/1522.

Kurniasari, E., Rusmana, N., & Budiman, N. (2019). Gambaran umum kesejahteraan psikologis mahasiswa. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice & Research, 3(2), 52–58.

La Kahija, Y.F. (2017). Penelitian fenomenologis: Jalan memahami pengalaman hidup. Cetakan ke-5. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius Yogyakarta.

Lamb, M. E., Pleck, J. H., Charnov, E. L., & Levine, J. A. (2017). A biosocial perspective on paternal behavior and involvement. In Parenting Across the Life Span: Biosocial Dimensions (pp. 111–142). Taylor and Francis. https://doi.org/10.4324/9781315126005-7.

Lestari, Y. I., & Palasari, W. (2021). Hubungan antara kualitas persahabatan dengan kebahagiaan pada santri pondok pesantren iik riau. Jurnal Psikologi Jambi, 5(2), 17–27. https://doi.org/10.22437/jpj.v7i2.12637

Lomas, T., Padgett, R. N., Ritchie-Dunham, J. L., Shiba, K., & VanderWeele, T. J. (2025). Demographic variation in inner peace across 22 countries: A cross-national analysis of the Global Flourishing Study. Journal of Happiness Studies, 26(5),

https://doi.org/10.1007/s10902-024-00822-y.

Mariyati, L. I., & Rezania, V. (2021). Buku Ajar Psikologi Perkembangan Manusia. Umsida Press. https://doi.org/10.21070/2021/978-623-6292-34-1.

Munjiat, S. M. (2017). Pengaruh fatherless terhadap karakter anak dalam perspektif islam. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 108-116. https://doi.org/10.24235/tarbawi.v2il.2021

Nugrahani, H.Z., Salim, R. M. A., 7Saleh, A. Y. (2021). Gambaran keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini: baseline dari rancangan program intervensi untuk ayah. Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(1), 42-58. https://doi.org/10.24912/provitae.vl4i1.11420

Nurhayani, N. “Eksistensi Peran Ayah Dalam Menyiapkan Generasi Muslim yang Shaleh.” Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman (2020).

Nurhidayati, & Chairani, L. (2014). Makna kematian orangtua bagi remaja (studi fenomenologi pada remaja pasca kematian orangtua). Jurnal Psikologi, 10(1), 33 40.

Putri, A. F. (2019). Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35-40. doi:https://doi.org/10.23916/08430011.

Putri, A. L., & Hidayat, R. (2021). Adaptation challenges and well-being in early adulthood. Journal of Behavioral Studies, 5(1), 33–45.

Putri, A. F., & Helmi, A. F. (2021). Psychological well-being of migrant university students: Challenges and adaptation strategies. Jurnal Psikologi Indonesia, 18(2), 123–135.

Putri, D., & Agustina. (2023). Gambaran Persepsi Pernikahan Pada Perempuan Dewasa Muda Dengan Latar Belakang Orang Tua Bercerai Dan Fatherless. Journal of Social and Economics Research, 5(2), 720–731. https://doi.org/10.54783/jser.v5i2.181

Putri, R. V. W., & Kusmiati, R. Y. E. (2022). Gambaran harga diri wanita dewasa awal yang mengalami fatherless akibat perceraian orang tua. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 7(3), 482-491.

Qonita, N. H. (2020). Tingkat psychological well-being pada mahasiswa fatherless program studi PGSD universitas muhammadiyah purwokerto (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia.

Rachmanulia, N., & Dewi, K. S. (2023). Dinamika Psikologis Pada Anak Perempuan dengan Fatherless di Usia Dewasa Awal: Studi Fenomenologis. Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia, 4, 88–98.

Reuven-Krispin, H., Lassri, D., Luyten, P., & Shahar, G. (2021). Consequences of divorce-based fath absence during childhood for young adult well-being and romantic relationships. Family Relations, 70(2), 452-466.

Rodrigues, O. M. P. R., Altafim, E. R. P., Pereira, V. A., Nogueira, S. C., & Schiavo, R. de A. (2022). Parenting practices during early childhood: validity evidence of a Brazilian scale. Jornal de Pediatria, 98(6), 641–647. https://doi.org/10.1016/j.jped.2022.01.007

Salsabila S, dkk. (2020). Pengaruh Peran Ayah terhadap Self Esteem Mahasiswa di Dunia Universitas Teknologi Sumbawa. PSIMAWA, 24-30.

Sari, K., & Pratomo, R. (2021). Types of family support and their impact on young adults’ happiness. Jurnal Kesejahteraan Psikologis, 3(2), 89–101.

Santrock, J. W. (2011). Perkembangan masa hidup (Edisi ke-13). Erlangga. Seligman, M. (2005). Authentic Happiness. pt mizan pustaka.

Siby, P. S., & Joesoef, L. S. R. (2022). Interpersonal skill dan penyelesaian konflik individu pada usia dewasa awal. INNER: Journal of Psychological Research, 1(4), 237.

Sinca, D. (2022). Sikap Perempuan fatherless dalam memilih calon pasangan hidup (studi kasus di pino raya kabupaten bengkulu selatan). Doctoral Dissertation, 4-6.

Smith, J. A. (2009). Psikologi Kualitatif Metode Riset. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2nd ed;Sutopo, Ed.). Alfabeta

Suh, E., & Koo, J. (2021). Subjective well-being and emotional regulation in daily life. Journal of Happiness Studies, 22(4), 1813–1830.

Wahyuni, A., Siregar, S. D., & Wahyuningsih, R. (2021). Peran ayah (fathering) dalam pengasuhan anak usia dini. AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(2), 055-066.

Wijanarko, J & Setiawati, ES. (2016). Ayah Baik-Ibu Baik: Parenting Era Digital. Jakarta Selatan: Keluarga Indonesia Bahagia.

Wood, A. M., & Tarrier, N. (2020). Positive clinical psychology: A new vision for mental health. Journal of Clinical Psychology, 76(9), 1581–1595.

Yogman, MW, et. al. (1995). Father involvement and cognitive/behavioral outcomes of pretern infants. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, 34(1), 58 66. DOI:10.1097/00004583-199501000-00015.

Yundari, B., & Soetjiningsih, H. (2018). Pemaafan (forgiveness) oleh istri terhadap suami yang berselingkuh untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga. Humanitas (Jurnal Psikologi), https://doi.org/10.28932/hmn.v2i3.1747

Zahrotun, M. K. A. (2023). Al-qudwah dialog ayah dan anak dalam al-qur’an: Analisis tafsir maqashidi terhadap fenomena fatherless al-qur’an tentang tugas memberikan Pendidikan terhadap anak. Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadist, 1(2), 202-216.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stat