Pemaknaan Pengalaman Psikologis Remaja Putri Korban Kekerasan Seksual oleh Orang Terdekat: Studi Fenomenologi di Kotawaringin Barat
Abstract
Kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat memberikan tekanan batin yang amat berat bagi remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menggali serta menganalisis cara korban mencerna dan memaknai pengalaman psikologis mereka setelah melewati kejadian tersebut di Kotawaringin Barat. Pendekatan kualitatif melalui rancangan fenomenologi diuntukkan untuk memahami sudut pandang para penyintas secara mendalam. Tiga remaja putri dilibatkan sebagai narasumber yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian yang ketat. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara secara berhati-hati, lalu diolah menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menemukan tiga tema utama dalam proses pemaknaan kejadian. Tema pertama adalah cara memandang diri sendiri yang bermula dari perasaan bersalah menuju proses penerimaan kenyataan. Tema kedua adalah pemaknaan dukungan lingkungan yang menunjukkan bahwa kehadiran pendamping yang tenang mampu membangun kembali rasa aman korban. Tema ketiga adalah penyusunan ulang makna kehidupan di mana korban merumuskan kembali arti ketangguhan dan menjadikan pengalaman kelam tersebut sebagai landasan kehati-hatian. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemulihan batin para penyintas amat ditentukan oleh kemampuan mereka dalam menata ulang sudut pandang pikiran dan mengelola rasa aman di lingkungannya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alwi, M., & Fitriani, A. (2023). Kerusakan konsep diri pada remaja perempuan penyintas kekerasan seksual. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(3), 210–222.
Arcani, N. K., & Ambarini, T. K. (2022). Proses penerimaan diri pada perempuan penyintas kekerasan seksual. Jurnal Psikologi Kepribadian, 10(2), 150–162.
Astriani, A. D., & Satiningsih, S. (2021). Dampak psikologis remaja korban kekerasan seksual di lingkungan keluarga. Jurnal Psikologi Klinis, 8(2), 112–125.
Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif & desain riset: Memilih di antara lima pendekatan. Pustaka Pelajar.
Farida, S., Ningsih, R., & Permana, A. (2023). Pendekatan fenomenologi dalam menggali pengalaman traumatis korban kekerasan. Jurnal Metodologi Psikologi, 5(2), 101–115.
Fiantika, F., Salsabila, N., & Wijaya, K. (2022). Pertimbangan etis dalam wawancara korban kekerasan seksual: Tantangan dan strategi. Jurnal Etika Penelitian, 4(1), 33–45.
Herman, J. L. (1997). Trauma and recovery: The aftermath of violence from domestic abuse to political terror. BasicBooks.
Jarabe, T. M., & Rahayuwati, S. (2024). Merajut harapan baru: Kajian kualitatif pada korban kekerasan dalam rumah tangga. Jurnal Intervensi Psikologi, 16(3), 205–218.
Kumalasari, I., & Kusumiati, R. Y. E. (2023). Fenomenologi bungkamnya korban kekerasan seksual dalam lingkup domestik. Jurnal Psikologi Sosial, 15(1), 45–58.
Kusuma, A. B., Wibowo, H., & Hartono, R. (2025). Stigma dan ketakutan sosial pada korban kekerasan seksual: Pendekatan kualitatif. Jurnal Psikologi Terapan, 12(1), 77–89.
Lestari, N. D., Putri, A. M., & Susilawati, I. (2021). Dinamika kepercayaan sosial pascatrauma pada remaja penyintas kekerasan. Jurnal Psikologi Perkembangan, 13(2), 115–127.
Lestari, W., & Wulandari, R. (2021). Peran rasa aman dari lingkungan terdekat dalam pemulihan trauma kekerasan seksual. Jurnal Psikologi Keluarga, 9(1), 88–100.
Manafe, Y. D., & Benu, J. M. (2024). Fenomenologi dalam riset psikologi: Menjaga kedalaman data kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian Psikologi, 6(1), 45–58.
Mariyona, K. (2020). Pemaknaan pengalaman traumatis dan resiliensi pada penyintas kekerasan seksual. Jurnal Psikologi Integratif, 8(2), 112–126.
Pangesti, A. D., & Saputri, M. E. (2023). Rasa bersalah dan penarikan diri pada remaja perempuan korban kekerasan. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 5(2), 89–102.
Prasetya, B. D., & Tondok, M. S. (2023). Pertumbuhan pascatrauma pada perempuan penyintas kekerasan seksual. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 12(1), 34–48.
Rahmawati, E., & Kustanti, E. R. (2021). Pendekatan aman dalam pendampingan psikologis korban kekerasan seksual. Jurnal Intervensi Psikologi, 13(2), 145–158.
Saing, J., Mutiara, H., & Wijaya, K. (2025). Ketangguhan psikologis dan pemaknaan penderitaan pada korban kekerasan domestik. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 10(1), 22–35.
Stige, S. H., Træen, B., & Rosenvinge, J. H. (2022). Meaning-making after childhood sexual abuse: A qualitative study. Journal of Child Sexual Abuse, 31(4), 450–467.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syahputra, R. A., & Siregar, M. (2024). Resiliensi dan pertahanan kejiwaan pada penyintas trauma. Jurnal Psikologi Terapan, 15(3), 210–225.
Tarzia, L., & McKenzie, M. (2024). The limitations of online qualitative research in trauma studies. Qualitative Health Research, 34(2), 301–315.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
TEMPLATE TAKAYA