Hubungan Antara Intensitas Lari Dengan Afek Positif Pada Komunitas Lari di Kota Semarang
Abstract
Remaja akhir sampai dewasa awal merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan akademik, sosial, dan persiapan memasuki dunia kerja sehingga rentan mengalami berbagai tekanan psikologis. Salah satu aktivitas fisik yang diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis adalah olahraga lari. Intensitas lari yang dilakukan secara teratur diperkirakan berhubungan dengan afek positif, yaitu keadaan emosional yang ditandai dengan perasaan antusias, aktif, bersemangat, dan penuh energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas lari dengan afek positif pada remaja akhir sampai dewasa awal di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Intensitas Lari yang disusun berdasarkan aspek Frequency, Intensity, dan Time(FIT) Milliandika (2023) dengan uji daya beda 0,325 sampai 0,714 dan reliabilitas sebesar α = 0,901 serta skala Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) yang dikembangkan oleh Watson, Clark, dan Tellegen (1988) untuk mengukur afek positif dengan reliabilitas sebesar α = 0,927. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 105 responden berusia 17–25 tahun di komunitas “Semarang Runners” yang berdomisili di Kota Semarang dan rutin melakukan aktivitas lari. Analisis penelitian dilakukan terhadap 99 responden yang memiliki afek positif sebagai afek dominan. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,551 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas lari dengan afek positif pada remaja akhir sampai dewasa awal di Kota Semarang. Semakin tinggi intensitas lari yang dilakukan, semakin tinggi pula afek positif yang dimiliki individu.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akhtar, H. (2019). Evaluasi properti psikometris dan perbandingan model pengukuran konstruk subjective well-being. Jurnal Psikologi, 18(1), 29–40. https://doi.org/10.14710/jp.18.1.29-40.
Arnett, J. J. (2015). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties (2nd ed.). Oxford University Press.
Azwar, S. (2014). Penyusunan skala psikologi (Edisi ke-2). Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi (Edisi ke-2). Pustaka Pelajar.
Buecker, S., Simacek, T., Ingwersen, B., Terwiel, S., & Simonsmeier, B. A. (2021). Physical activity and subjective well-being in healthy individuals: A meta-analytic review. Health Psychology Review, 15(4), 574–592.
Diener, E. (2000). Subjective well-being: The science of happiness and a proposal for a national index. American Psychologist, 55(1), 34–43. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.34
Fredrickson, B. L. (2001). The role of positive emotions in positive psychology: The broaden-and-build theory of positive emotions. American Psychologist, 56(3), 218–226.
Ge, L.-K., Hu, Z., Wang, W., Siu, P. M., & Wei, G.-X. (2021). Aerobic Exercise Decreases Negative Affect by Modulating Orbitofrontal-Amygdala Connectivity in Adolescents. Life, 11(6), 577. https://doi.org/10.3390/life11060577
Javier, M. A., & Chanifuddin, M. (2024). Pengaruh olahraga lari santai terhadap kesehatan psikologis mahasiswa Gen-Z di UNNES. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 6(2), 556–566
Li, J., Huang, Z., Si, W., & Shao, T. (2022). The effects of physical activity on positive emotions in children and adolescents: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(21). https://doi.org/10.3390/ijerph192114185
Milliandika, A., Dirgantoro, E. W., Rakhman, A., Jasmani, P., & FKIP. (2023). Analisis kebugaran jasmani dari aspek intensitas latihan pada peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 19 Banjarmasin. Stabilitas: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 4(2), 45–56
Norton, K., Norton, L., & Sadgrove, D. (2010). Position statement on physical activity and exercise intensity terminology. Journal of Science and Medicine in Sport, 13(5), 496–502. https://doi.org/10.1016/j.jsams.2009.09.008
Pressman, S. D., Jenkins, B. N., & Moskowitz, J. T. (2019). Positive affect and health: What do we know and where next should we go? Annual Review of Psychology, 70(1), 627–650.
Prasetya, A. T., Primajati, I. H. I., & L, K. A. A. (2024). Manfaat olahraga jogging bagi kesehatan remaja khususnya mahasiswa. Pubmedia Jurnal Pendidikan Olahraga, 1(2), ), Pasal 7. https://doi.org/10.47134/jpo.v1i2.278
Watson, D., Clark, L. A., & Tellegen, A. (1988). Development and validation of brief measures of positive and negative affect: The PANAS scales. Journal of Personality and Social Psychology, 54(6), 1063–1070.
Widohardhono, R., Rachman, N., & Jannah, M. (2024). Dampak aktivitas olahraga terhadap stres akademik pada peserta didik. Psikosains, 19(1), 93–103.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
TEMPLATE TAKAYA