Keterlibatan Ayah Dalam Kaitannya Dengan Kontrol Diri Siswa SMK
Abstract
Kontrol diri merupakan kemampuan individu dalam mengendalikan emosi, perilaku, dan pengambilan keputusan agar sesuai dengan norma yang berlaku. Rendahnya kontrol diri pada remaja dapat memunculkan berbagai perilaku negatif, seperti membolos, tawuran, perundungan, dan perilaku agresif. Peran ayah merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan pembentukan kontrol diri remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran ayah dengan kontrol diri pada remaja SMK X di Kota Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 125 siswa yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kontrol diri yang terdiri dari 19 aitem (α = 0,855) dan skala peran ayah yang terdiri dari 29 aitem (α = 0,936). Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson product moment. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi rxy = 0,418 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,01), yang menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara peran ayah dengan kontrol diri pada remaja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi peran ayah yang dirasakan remaja, semakin tinggi pula kontrol diri yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah peran ayah, semakin rendah pula kontrol diri remaja. Mayoritas responden memiliki tingkat kontrol diri pada kategori tinggi (70,4%) dan peran ayah pada kategori tinggi (50,4%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara peran ayah dengan kontrol diri pada remaja SMK X di Kota Magelang.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahdiat, A. (2022). Tawuran pelajar paling banyak terjadi di jawa barat. Databoks. https://share.google/aSKgbC4xzuotslIt4
Averill, J. R. (1973). Personal control over aversive stimuli and its relationship to stress. Psychological Bulletin, 80(4), 286–303. doi:10.1037/h0034845
Azwar, S. (2017). Metode Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bowlby, J. (1988). A secure base: parent-child attachment and healthy human development. New York: Basic Books.
Dwi Marsela, R., & Supriatna, M. (2019). Kontrol diri: definisi dan faktor. Journal of Innovative Counseling, 3(2), 65–69.
Gottfredson, M. R., & Hirschi, T. (1990). A general theory of crime. Stanford, California: Standford University Press.
Gunarsa, D, S. (2006). Dari anak sampai usia lanjut: bunga rampai psikologi perkembangan. Jakarta: BPK Gunung Muria.
Khan, M., & Haider, K. (2015). Girls ’ first love ; their fathers : freudian theory electra complex. Research Journal of Language, Literature and Humanities, 2(11), 1–4.
Lamb, M. (2010). The role of the father in child development. Canada: John Wiley & Sons, Inc.
Majjid, A., Aswar, & Tajjudin, A. (2021). Efek kemampuan kontrol diri dalam menekan perilaku. Journal Psikologi, 6(1), 1–12. doi:10.21070/psikologia.v6i1.1210
Maryam, M. S. (2022). Gambaran kemampuan self-control pada anak yang diduga mengalami pegasuhan fatherless. Journal of Islamic Early Childhood Education, 1(1), 1–5. doi:10.54801/piaudku.v1i1.91
Nadhifa, I., & Fikry, Z. (2024). The relationship of father involvement with self-control in adolescents dating in regency x. Journal Of Social Science Research, 4(6), 342–351. doi:10.31004/innovative.v4i6.16100
Papalia. (2009). Human development perkembangan manusia. Jakarta: Salemba Humanika.
Perelberg, R. (2009). Murdered father ; dead father : revisiting the oedipus complex. The International Journal of Psychoanalysis, 90(4), 713–732.doi:10.1111/j.1745-8315.2009.00154.x
Putri, G., & Fardana, N. (2024). Peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap kontrol diri remaja akhir. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental, 1–11. http://e-journal.unair.ac.id/BRPKM
Situmorang, N. Z., & Pratiwi, Y. (2018). Peran ayah dan kecenderungan perilaku agresif remaja. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 2(1), 115–126. doi:10.24912/jmishumsen.v2i1.1839
Yuliana, E. L., Khumas, A., & Ansar, W. (2023). Pengaruh fatherless terhadap kontrol diri remaja yang tidak tinggal bersama ayah. Journal of Art, Humanity and Social Studies, 3(5), 65–73.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
TEMPLATE TAKAYA