Memaknai Kehilangan Hubungan Romantis Pada Perempuan Jawa Akibat Ketidakcocokan Weton: Studi Fenomenologi Interpretatif
Abstract
Abstrak
Putus cinta akibat ketidakcocokan weton Jawa merupakan fenomena khas dalam masyarakat Jawa, di mana berakhirnya suatu hubungan terjadi bukan atas dasar keputusan personal, melainkan karena tekanan nilai budaya dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menginterpretasikan pengalaman kehilangan hubungan romantis pada perempuan yang mengalami putus cinta akibat ketidakcocokan weton Jawa, serta mengungkapkan pengalaman emosional yang dihadapi dalam menghadapi berakhirnya hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA), melalui wawancara semi terstruktur terhadap tiga partisipan perempuan berusia 21-24 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menemukan lima tema superordinat, yaitu: (1) respons awal berupa keterkejutan dan penyangkalan, (2) dinamika kemarahan yang teralihkan menjadi kekecewaan atau kemarahan reflektif, (3) upaya pertahanan hubungan dan peran keputusan keluarga, (4) dampak psikologis dan fisik pascaperpisahan, serta (5) proses penerimaan dan pemaknaan terhadap budaya weton. Temuan menunjukkan bahwa proses berduka berlangsung secara tidak linear dan sangat dipengaruhi oleh keyakinan personal terhadap weton serta dukungan sosial yang diterima partisipan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arnett, J. J. (2016). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties (2nd ed.). Oxford University Press.
Beck, A. T. (1979). Cognitive therapy of depression. Guilford Press. Gamaliel : Teologi Praktika 6(1), 47 61.
Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. Basic Books.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (4th ed.). Pustaka Pelajar.
Creswell, J. W. (2017). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. SAGE Publications.
Dinso, & Waryanti. (2025). Ketidakcocokan weton dan risiko konflik rumah tangga dalam masyarakat Jawa. Jurnal Antropologi Budaya. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 8(1), 23 34.
Field, T. (2011). Romantic breakups, heartbreak and bereavement. Psychology, 2(4), 382–387.
Fitriana, R., et al. (2023). Sistem perhitungan weton dalam tradisi pernikahan masyarakat Jawa. Jurnal Kebudayaan Jawa. Journal 28(1), 181 218.
Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362.
Himawan, K. K., & Bambling, M. (2022). Marital attitudes among Indonesian young adults: The role of cultural collectivism and family pressure. Journal of Cross-Cultural Psychology.
Hofstede, G. (1980). Culture's consequences: International differences in work-related values. SAGE Publications.
Karjanto, N., & Beauducel, A. (2021). The Javanese primbon: Understanding cultural belief systems in mate compatibility. Journal of Southeast Asian Studies. Jurnal Psikologi Afeksi, 3(4), 309 316.
Kübler-Ross, E. (1969). On death and dying. Macmillan. Journal of Personality and Social Psychology
Mekarisce, A. A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya. Jurnal Kebudayaan Jawa. Journal 28(1), 181 218.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. SAGE Publications. Frontiers in psychology, 10, 462477.
Rokeach, M. (1973). The nature of human values. Free Press. Journal of Personality and Social Psychology
Sbarra, D. A., & Hazan, C. (2008). Coregulation, dysregulation, self-regulation: An integrative analysis and empirical agenda for understanding adult attachment, separation, loss, and recovery.
Personality and Social Psychology Review, 12(2), 141–167.
Seligman, M. E. P. (1975). Helplessness: On depression, development, and death. W. H. Freeman.
Sprecher, S. (1994). Two sides to the breakup of dating relationships. Personal Relationships, 1(3), 199–222.
Triandis, H. C. (1995). Individualism and collectivism. Westview Press. Dialogues in Clinical Neuroscience, 14(2), 119 128.
Van Manen, M. (1990). Researching lived experience: Human science for an action sensitive pedagogy. State University of New York Press.
Yulianto, & Lestari. (2025). Konflik nilai antargenerasi dalam pemilihan pasangan pada masyarakat Jawa modern. Jurnal Psikologi Sosial dan Budaya. 28(1), 181 218.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
TEMPLATE TAKAYA