Challenges and Role of Land Deed Officials in Blocking the Attorney General's Office in Upgrading Residential Building Use Rights to Freehold Rights in Semarang City

Jeanny Hapsari

Abstract


Upgrading Building Use Rights (HGB) to Ownership Rights for residential homes is an essential step to ensure legal certainty for the community. However, this process often experiences administrative deadlocks due to the intersection between civil law regimes and criminal public law, such as the phenomenon of "derivative blocking" (pro-justitia) from the Attorney General's Office on the master certificate that holds hostage the fragmentary certificates owned by third parties. This study aims to analyze the challenges and roles of Land Deed Officials (PPAT) when facing the Attorney General's Office's blocking in the process of upgrading rights in Semarang City, as well as analyzing the legal responsibility of PPAT towards the land object based on positive law and Islamic law perspective. The research method used is empirical juridical (socio-legal) with analytical descriptive research specifications. Primary data were obtained through field observations and interviews with PPAT, BPN, and the Semarang City District Attorney, while secondary data were obtained through literature studies. Data analysis was conducted qualitatively using the Theory of Authority, Theory of Legal Responsibility, and the Maqashid al-Shari'ah approach. The results of the study indicate that based on the Theory of Authority, the attributive authority of the Land Deed Official (PPAT) is suspended by law when the land object is blocked by the Prosecutor's Office. In facing this challenge, the role of the PPAT is transformed into an administrative investigator who prioritizes the principle of tabayyun across agencies to find material truth, so that the block can be lifted and the community's rights restored. Regarding legal responsibility, the PPAT is obliged to apply the principle of prudence (prudent person rule) absolutely. The attitude of forcing the issuance of a deed on blocked land is an ultra vires action that can abolish the protection of office to become personal responsibility (the threat of obstruction of justice).


Full Text:

PDF

References


Journals:

Arifin, Z., & Masdurohatun, A. (2020). Akibat hukum pendaftaran tanah yang terblokir karena sengketa pidana terhadap hak keperdataan pihak ketiga. Jurnal Pembaharuan Hukum, 7(2), 150-165.

Fadhilah, E., & Wahyuni, S. (2018). Perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik terhadap penyitaan aset dalam perkara tindak pidana korupsi. Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan, 7(2), 145-160.

Fauzi, M. (2018). Prinsip kehati-hatian (prudent) dalam pembuatan akta otentik menurut hukum positif dan hukum pidana Islam. Al-Ahkam, 28(1), 45-64.

Gunarto, & Khisni, A. (2018). Kepastian hukum dan keadilan substantif dalam penyelesaian sengketa hak atas tanah berbasis nilai-nilai keislaman. Jurnal Pembaharuan Hukum, 5(3), 301-315.

Hanim, L., & Kurniawan, M. (2020). Perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik dalam peralihan hak atas tanah. Jurnal Akta, 7(1), 115-126.

Ismail, N. (2015). Tanggung jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam peralihan hak atas tanah yang sedang dalam status pemblokiran. Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 4(1), 55-70.

Masdurohatun, A. (2017). Perlindungan hukum terhadap pembeli beritikad baik dalam jual beli hak atas tanah. Jurnal Pembaharuan Hukum, 4(2), 120-135.

Mubarok, N. (2019). Tanggung jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) terhadap akta yang dibatalkan oleh pengadilan. Jurnal Hukum Agraria dan Tata Ruang, 2(1), 45-60.

Mubarok, N., & Hafidz, J. (2020). Akibat hukum pemblokiran sertifikat hak atas tanah terhadap proses peralihan hak. Jurnal Pembaharuan Hukum, 7(1), 45-58.

Mujiburohman, D. A. (2018). Eksistensi Notaris/PPAT sebagai Kâtib bi al-’Adl dalam perspektif hukum Islam. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 3(1), 89-105.

Nugroho, H., & Hafidz, J. (2021). Perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah akibat pemblokiran sertipikat tanah oleh penyidik. Jurnal Akta, 8(3), 310-322.

Putri, A. S. (2019). Tanggung jawab PPAT terhadap akta peralihan hak atas tanah yang objeknya berstatus sita jaminan. Jurnal Notariil, 4(2), 89-102.

Rahman, A., & Ma'ruf, U. (2019). Pelaksanaan prinsip kehati-hatian PPAT dalam pembuatan akta jual beli tanah. Jurnal Akta, 6(2), 345-356.

Rofiq, A., & Khisni, A. (2018). Tinjauan hukum Islam terhadap asas kehati-hatian PPAT dalam pembuatan akta peralihan hak atas tanah. Jurnal Pembaharuan Hukum, 5(1), 78-90.

Saputra, R., & Handayani, T. (2020). Akibat hukum pencatatan blokir pro-justitia terhadap pelayanan pendaftaran peralihan hak atas tanah. Jurnal Hukum Agraria dan Tata Ruang, 3(2), 112-127.

Sari, I. P., & Hidayat, A. (2021). Analisis yuridis pemblokiran sertipikat hak atas tanah dalam rangka penyidikan tindak pidana korupsi. Jurnal Hukum Kenotariatan, 5(2), 112-128.

Setiawan, A., & Khisni, A. (2019). Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam mewujudkan kepastian hukum peralihan hak atas tanah. Jurnal Akta, 6(4), 789-796.

Wahyuningsih, S. E., & Putra, R. A. (2021). Kebijakan formulasi hukum pidana dalam penanggulangan tindak pidana korupsi di bidang pertanahan. Jurnal Hukum Khaira Ummah, 16(2), 210-225.

Wibowo, A. P. (2022). Penyitaan dan perampasan aset pihak ketiga yang beritikad baik dalam perkara tindak pidana korupsi. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(1), 112-132.Yuntho, E., & dkk. (2010). Panduan memantau korupsi dan pencucian uang. Indonesia Corruption Watch (ICW).

Books:

Adji, I. S. (2009). Korupsi dan penegakan hukum. Diadit Media.

Adjie, H. (2009). Sanksi perdata dan administratif terhadap Notaris sebagai pejabat umum. Refika Aditama.

Ali, Z. (2006). Hukum perdata Islam di Indonesia. Sinar Grafika.

Atmasasmita, R. (2004). Sekitar masalah korupsi, aspek nasional dan internasional. Mandar Maju.

Auda, J. (2008). Maqashid al-Shari'ah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Az-Zuhaili, W. (1986). Ushul al-fiqh al-Islami (Juz II). Dar al-Fikr.

Dewi, G., & dkk. (2005). Hukum perikatan Islam di Indonesia. Kencana.

Djamil, F. (2001). Hukum perjanjian syariah. PT Citra Aditya Bakti.

Gunarto. (2015). Penegakan hukum berkeadilan progresif dalam perspektif Islam. Unissula Press.

Hadjon, P. M. (2011). Pengantar hukum administrasi Indonesia. Gadjah Mada University Press.

Hafidz, J. (2015). Politik hukum agraria: Konsepsi dan implementasinya di Indonesia. Unissula Press.

Hamzah, A. (2005). Pemberantasan korupsi melalui hukum pidana nasional dan internasional. RajaGrafindo Persada.

Hamzah, A. (2014). Hukum acara pidana Indonesia. Sinar Grafika.

Harsono, B. (2008). Hukum agraria Indonesia: Sejarah pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, isi dan pelaksanaannya (Cet. 12). Djambatan.

HR, Ridwan. (2014). Hukum administrasi negara. Rajawali Pers.

Khairandy, R. (2003). Itikad baik dalam kebebasan berkontrak. Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Khisni, A. (2012). Hukum perikatan Islam dan penerapannya dalam akad notariil. Unissula Press.

Ma'ruf, U. (2014). Etika profesi hukum kenotariatan dan PPAT. Unissula Press.

Maryanto. (2018). Hukum administrasi negara dan kebijakan publik. Unissula Press.

Mertokusumo, S. (2007). Mengenal hukum: Suatu pengantar. Liberty.

Mulyadi, L. (2007). Tindak pidana korupsi di Indonesia: Normatif, teoritis, praktik, dan masalahnya. Alumni.

Rahman, A. A. (1976). Qaidah-qaidah fiqh (Qawa'idul fiqhiyyah). Bulan Bintang.

Santoso, U. (2011). Pejabat pembuat akta tanah: Perspektif regulasi, wewenang, dan sifat akta. Kencana.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur'an (Vol. 13). Lentera Hati.

Soerodjo, I. (2003). Kepastian hukum hak atas tanah di Indonesia. Arkola.

Sumardjono, M. S. W. (2001). Kebijakan pertanahan: Antara regulasi dan implementasi. Penerbit Buku Kompas.

Sutedi, A. (2010). Peralihan hak atas tanah dan pendaftarannya. Sinar Grafika.

Wahyuningsih, S. E. (2013). Perbandingan hukum pidana dan kebijakan penegakan hukum. Unissula Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office: TABELLIUS: Journal of Law Room 2nd Floor Imam As Syafei Building Faculty of Law Universitas Islam Sultan Agung. Jln. Kaligawe KM. 4, Semarang City, Central Java, Indonesia. Phone +62 24 6583584 Fax +62 24 6582455

Phone: 024-6583584 (574)
Email : tabelius@unissula.ac.id