Legal Consequences of a Binding Agreement for the Sale and Purchase of Land Rights Based on a Debt Agreement Between the Parties

Tasya Putri Damayanti, Siti Umu Adilah

Abstract


Land is an important component of social life in Indonesia. Land can be utilized through rights granted to its legal subjects. This study aims to analyze the legal consequences of land sale and purchase agreements based on debt agreements for the parties, and to further analyze the notary's responsibility for land sale and purchase agreements based on debt relationships. The method used is empirical juridical, empirical legal research that combines normative legal analysis (statutory regulations) with empirical data from the field (social reality) to understand society. The results of the study show that the legal consequences of the agreement to bind the sale and purchase of land rights based on a debt agreement between the parties based on debt is null and void because it violates the objective requirements of validity and the responsibility of the Notary in making the deed. The Notary is fully responsible for the formal and material truth of the deed he made, ensuring that the deed reflects the actual situation and is in accordance with the law (PPJB) which is based on debt relationships which are often used as collateral for repayment (collateral) by creditors, but is high risk because it is not an official mortgage guarantee.


Full Text:

PDF

References


Journals:

Dewi Wulan Fasya, Jual Beli Dengan Hak Membeli Kembali (Studi Komparasi Antara Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Dan Fikih Syafi’i), Jurisdictie 6, Nomor 1, 2017, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Dian Ekawati, Prosedur Peralihan Kepemilikan Hak Atas Tanah di Indonesia, Jurnal Abdi Masyarakat Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang, Vol. 2, Nomor 1, 2021.

Hendri Tandi Utama, Analisis Yuridis Terhadap Perjanjian Simulasi Dalam Kepemilikan Tanah Bagi Warga Negara Asing (Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 12/PDT/2014/PT.DPS)”, 2017, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara, Medan.

Ivan Chairunnanda Kusuma Putra, S.H., Perlindungan Hukum Notaris Terhadap Perjanjian Perikatan Jual Beli Yang Diikuti Dengan Adanya Pengakuan Hutang, 2018, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Lidya Christina Wardhani, Tanggung Jawab Notaris/PPAT Terhadap Akta Yang Dibatalkan Oleh Pengadilan, 2017, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Yogyakarta.

Lilati Shofianah Agustin, Tanggung Jawab PPAT Terhadap Akta Jual Beli Tanah Yang Dibatalkan Dengan Akta Notariil, 2020, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta,Yogyakarta.

Mika Anabelle dan Flora Dianti, Tanggungjawab Notaris/PPAT Mengenai Akta Simulasi Yang Dibuatnya Ditinjau Dari Peraturan Perundang-Undangan, Jurnal Kertha Semaya, Vol. 9, Nomor 11, 2021, Jakarta.

Putri Hilaliatul Badria Hakim dan Siti Hajati Hoesein, Implikasi Yuridis Akta Jual Beli Yang Dikategorikan Sebagai Akta Simulasi (Studi Kasus Putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta Nomor 126/PDT/2018/PT YYK), 2020, Universitas Indonesia, Jakarta.

Siti Nurhikmah, Akibat Hukum Perjanjian Pengikatan Jual Beli Atas Penyelesaian Hutang Piutang Dalam Perspektif Hukum Perjanjian, 2022, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Jambi, Jambi.

Books:

A.K., Syahmin. (2006). Hukum Kontrak Internasional, Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Budiono, Herlien. (2011). Ajaran Hukum Perjanjian dan Penerapannya di Bidang Kenotariatan, Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

H.R., Ridwan. (2003). Hukum Administrasi Negara, Yogyakarta: UII Pers.

Hadi Darus, & M. Luthfan. (2017). Hukum Notariat Dan Tanggungjawab Jabatan Notaris, Yogyakarta: UII Press.

I. Satrio. (1993). Hukum Perikatan: Perikatan Pada Umumnya, Bandung: Alumni.

Kantaprawira, Rusadi. (1998). Hukum dan Kekuasaan, Makalah, Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Kertasapoetra, dkk. (1984). Hukum Tanah Jaminan UUPA bagi Keberhasilan Pendayagunaan Tanah, Jakarta: PT Citra Aditya Bakti.

Mertokusumo, Sudikno. (1993). Hukum Acara Perdata Indonesia, Yogyakarta: Liberty.

Muljadi, Kartini, & Gunawan Widjaja. (2004). Seri Hukum Harta Kekayaan: Hak-hak Atas Tanah, Kencana.

Nico. (2003). Tanggung Jawab Notaris Selaku Pejabat Umum, Center for Documentation and Studies of Business Law, Yogyakarta.

Perangin, Effendi. (1991). Hukum Agraria di Indonesia, Jakarta: PT Citra Aditya Bakti.

Santoso, Urip. (2016). Pejabat Pembuat Akta Tanah Perspektif Regulasi, Wewenang dan Sifat Akta, Cet. I, Jakarta: Prenadamedia Group.

Soekanto, Soerjono. (1986). Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press.

Subekti. (1979). Hukum Perjanjian, Jakarta: PT. Intermasa.

Suharnoko, 2014, Hukum Perjanjian: Teori dan Analisis Kasus, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Yahya Harahap, M. (1986). Segi-Segi Hukum Perjanjian, Bandung: Penerbit Alumni.

Yuni Lestari, Ahdiana, & Endang Heriyani. (2008). Dasar-Dasar Pembuatan Kontrak dan Aqad, Yogyakarta: Labhukum Universitas Muhammadiyah.

Regulation:

Civil Code.

Law Number 2 of 2014 concerning Amendments to Law Number 30 of 2002 concerning the Position of Notary.

Law Number 4 of 1996 concerning Mortgage Rights.

Law Number 5 of 1960 concerning Agrarian Principles.

Supreme Court Decision Number 2385/K/PDT/2016 concerning binding sale and purchase agreements based on debt agreements.

Yogyakarta High Court Decision Number 68/PDT/2015/PT YYK concerning binding sale and purchase agreements based on debt agreements.

Journals:

Dewi Wulan Fasya, Jual Beli Dengan Hak Membeli Kembali (Studi Komparasi Antara Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Dan Fikih Syafi’i), Jurisdictie 6, Nomor 1, 2017, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Dian Ekawati, Prosedur Peralihan Kepemilikan Hak Atas Tanah di Indonesia, Jurnal Abdi Masyarakat Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang, Vol. 2, Nomor 1, 2021.

Hendri Tandi Utama, Analisis Yuridis Terhadap Perjanjian Simulasi Dalam Kepemilikan Tanah Bagi Warga Negara Asing (Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 12/PDT/2014/PT.DPS)”, 2017, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara, Medan.

Ivan Chairunnanda Kusuma Putra, S.H., Perlindungan Hukum Notaris Terhadap Perjanjian Perikatan Jual Beli Yang Diikuti Dengan Adanya Pengakuan Hutang, 2018, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Lidya Christina Wardhani, Tanggung Jawab Notaris/PPAT Terhadap Akta Yang Dibatalkan Oleh Pengadilan, 2017, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Yogyakarta.

Lilati Shofianah Agustin, Tanggung Jawab PPAT Terhadap Akta Jual Beli Tanah Yang Dibatalkan Dengan Akta Notariil, 2020, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta,Yogyakarta.

Mika Anabelle dan Flora Dianti, Tanggungjawab Notaris/PPAT Mengenai Akta Simulasi Yang Dibuatnya Ditinjau Dari Peraturan Perundang-Undangan, Jurnal Kertha Semaya, Vol. 9, Nomor 11, 2021, Jakarta.

Putri Hilaliatul Badria Hakim dan Siti Hajati Hoesein, Implikasi Yuridis Akta Jual Beli Yang Dikategorikan Sebagai Akta Simulasi (Studi Kasus Putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta Nomor 126/PDT/2018/PT YYK), 2020, Universitas Indonesia, Jakarta.

Siti Nurhikmah, Akibat Hukum Perjanjian Pengikatan Jual Beli Atas Penyelesaian Hutang Piutang Dalam Perspektif Hukum Perjanjian, 2022, Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Jambi, Jambi.

Books:

A.K., Syahmin. (2006). Hukum Kontrak Internasional, Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Budiono, Herlien. (2011). Ajaran Hukum Perjanjian dan Penerapannya di Bidang Kenotariatan, Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

H.R., Ridwan. (2003). Hukum Administrasi Negara, Yogyakarta: UII Pers.

Hadi Darus, & M. Luthfan. (2017). Hukum Notariat Dan Tanggungjawab Jabatan Notaris, Yogyakarta: UII Press.

I. Satrio. (1993). Hukum Perikatan: Perikatan Pada Umumnya, Bandung: Alumni.

Kantaprawira, Rusadi. (1998). Hukum dan Kekuasaan, Makalah, Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Kertasapoetra, dkk. (1984). Hukum Tanah Jaminan UUPA bagi Keberhasilan Pendayagunaan Tanah, Jakarta: PT Citra Aditya Bakti.

Mertokusumo, Sudikno. (1993). Hukum Acara Perdata Indonesia, Yogyakarta: Liberty.

Muljadi, Kartini, & Gunawan Widjaja. (2004). Seri Hukum Harta Kekayaan: Hak-hak Atas Tanah, Kencana.

Nico. (2003). Tanggung Jawab Notaris Selaku Pejabat Umum, Center for Documentation and Studies of Business Law, Yogyakarta.

Perangin, Effendi. (1991). Hukum Agraria di Indonesia, Jakarta: PT Citra Aditya Bakti.

Santoso, Urip. (2016). Pejabat Pembuat Akta Tanah Perspektif Regulasi, Wewenang dan Sifat Akta, Cet. I, Jakarta: Prenadamedia Group.

Soekanto, Soerjono. (1986). Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press.

Subekti. (1979). Hukum Perjanjian, Jakarta: PT. Intermasa.

Suharnoko, 2014, Hukum Perjanjian: Teori dan Analisis Kasus, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Yahya Harahap, M. (1986). Segi-Segi Hukum Perjanjian, Bandung: Penerbit Alumni.

Yuni Lestari, Ahdiana, & Endang Heriyani. (2008). Dasar-Dasar Pembuatan Kontrak dan Aqad, Yogyakarta: Labhukum Universitas Muhammadiyah.

Regulation:

Civil Code.

Law Number 2 of 2014 concerning Amendments to Law Number 30 of 2002 concerning the Position of Notary.

Law Number 4 of 1996 concerning Mortgage Rights.

Law Number 5 of 1960 concerning Agrarian Principles.

Supreme Court Decision Number 2385/K/PDT/2016 concerning binding sale and purchase agreements based on debt agreements.

Yogyakarta High Court Decision Number 68/PDT/2015/PT YYK concerning binding sale and purchase agreements based on debt agreements.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office: TABELLIUS: Journal of Law Room 2nd Floor Imam As Syafei Building Faculty of Law Universitas Islam Sultan Agung. Jln. Kaligawe KM. 4, Semarang City, Central Java, Indonesia. Phone +62 24 6583584 Fax +62 24 6582455

Phone: 024-6583584 (574)
Email : tabelius@unissula.ac.id