Legal Analysis of Prison Sentences by Judges in Cases of Sexual Abuse Against Children (Case Study of Semarang District Court Decision Number: 54/Pid.Sus/2022/Pn.Smg)

Febrian Prima Riyanto

Abstract


The case concerns a sexual predator who abused a child with intellectual disabilities, which has been adjudicated by the Semarang District Court. The panel of judges imposed a sentence of 10 (ten) years of imprisonment and a fine of Rp. 1,000,000,000 (one billion rupiah), with the provision that if the fine is not paid, it shall be substituted with 4 (four) months of imprisonment, for violating Article 76E in conjunction with Article 82 paragraph (2) of Law No. 23 of 2002 concerning Child Protection, as amended by Law No. 17 of 2016 on the Stipulation of Government Regulation in Law No. 1 of 2016 concerning the Second Amendment to Law No. 23 of 2002 on Child Protection. The author considers that the decision is excessively severe and does not provide a sense of justice for the defendant. The issues examined in this study are: first, the considerations of the judges in rendering a decision in criminal acts of child sexual abuse; second, the analysis of such judicial considerations. This study employs a normative juridical method. Primary data were obtained from statutory regulations. The results of this study indicate that the judges' consideration in imposing a sentence of 10 (ten) years of imprisonment and a fine of Rp. 1,000,000,000 (one billion rupiah), with a subsidiary punishment of 4 (four) months of imprisonment in case of non-payment of the fine, is far from achieving justice for the accused. It is not based on the values of justice, truth, legal certainty, and legal benefit, due to the panel of judges not properly applying the law of evidence in the case. In imposing a criminal sentence on an individual, it must be based on at least two valid pieces of evidence, supported by the judge's conviction in accordance with Article 183 of the Criminal Procedure Code, which states: “A judge shall not impose a sentence upon a person unless, based on at least two valid pieces of evidence, he/she obtains the conviction that a criminal act has indeed occurred and that the accused is guilty of it.”


Keywords


Child Victim with Disabilities; Judicial Consideration; Sexual Offender.

Full Text:

PDF

References


Journals:

Aleng, Christy, "Sanksi Hukum Terhadap Pelaku Pelecehan Seksual Secara Verbal", Jurnal Lex Crimen, Volume 9.2, 2020.

Kamarulah dan Rizki Pratama, "Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Sebagai Korban Pelecehan Seksual di Tempat Kerja”, Jurnal Lex Crimen, Vol. 10.13, 2022.

Marchelya Sumera, "Perbuatan Kekerasan/Pelecehan Seksual terhadap Perempuan", Jurnal Lex et Societatis, Vol. 1 No. 2, (April, 2013).

Marchelya Sumera, "Perbuatan Kekerasan/Pelecehan terhadap Perempuan", E-Journal Media Hukum Universitas Sam Ratulangi, Vol. I, No. 2, (April-Juni 2013).

Muhammad Afif, “Penemuan Hukum Oleh Hakim Terhadap Kasus Carok Akibat Sengketa Tanah Dalam Masyarakat Madura,” Soumatera Law Review, Vol. 1, no. 2 (2018).

Nafi’ Mubarok, “Penemuan Hukum Sebagai Pertimbangan Sosiologis Hakim Agama Dalam Menerapkan Hukum,” Al-Qanun: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, Vol. 17, no. 2 (2014).

Ratna Sari, Soni Akhmad Nulhaqim, dan Maulana Irfan, "Pelecehan Seksual Terhadap Anak", jurnal.unpad.co.id, Vol. 2, Nomor 1, Tahun 2015.

Rizki Pradana Hidayatulah, “Penemuan Hukum Oleh Hakim Perspektif Maqashid Syariah,” Teraju, Vol. 2, no. 01 (2020).

Widayati, “Implementasi asas hukum Dalam pembentukan peraturan Perundang-Undangan Yang partisipatif dan berkeadilan”, Jurnal Hukum Unissula, No. 2, halaman 36.

Books:

A. Masyhur Effendi dan Taufani Sukmana Evandri, HAM dalam Dimensi/Dinamika Yuridis, Sosial, Politik, dan Proses Penyusunan/Aplikasi Ha-Kham (Hukum Hak Asasi Manusia) dalam Masyarakat, Bogor: Ghalia Indonesia, 2007.

Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.

Abdul Wahid dan Muhammad Irfan, Perlindungan Terhadap Kekerasan Seksual, Malang: Refika, 2001.

Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2005.

Ahmad Rifai, Penemuan Hukum Oleh Hakim dalam Perspektif hukum progresif, Jakarta: Sinar Grafika, 2010.

Andika Wijaya, Wida Peace Ananta, Darurat Kejahatan Seksual, Jakarta Timur: Sinar Grafika, 2016.

Bambang Poernomo, Asas-Asas Hukum Pidana, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1994.

Barda Nawawi Arief, Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2001.

Darmoko Yuti, Diskresi Hakim, Bandung: Alfabeta, 2013.

Dr. Jonaedi Efendi, Rekonstruksi Dasar Petimbangan Hukum Hakim Berbasis Nilai-Nilai Hukum dan Rasa Keadilan yang Hidup dalam Masyarakat, Depok: Prenadamedia Group.

Dr. Marjan Miharja, Buku Ajar Metode Penelitian Hukum, Bandung: CV. Cendekia Press, 2023.

Irfan Muhammad, Wahid Abdul, Perlindungan Terhadap Korban Kekerasan Seksual (advokasi atas hak asas perempuan), Bandung: PT Refika Aditama, 2001.

Ismantoro Dwi, Penerapan Hukum dalam Kasus Kekersan Seksual terhadap anak, Yogyakarta: MediaPressindo, 2018.

Liza Agnesta Krisna, Hukum Perlindungan Anak Panduan Memahami Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum, Yogyakarta: Deepublish, 2018. (Muncul 2x di data asli).

Maidin Gultom, Perlindungan Hukum terhadap Anak Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Di Indonesia, Bandung: Rafika Aditama, 2013.

Marc Ancel, Social Defence, 1965, A Modern Approach to Criminal Problems, London: Routledge & Kegan Paul.

Mardi Candra, Aspek Perlindungan Anak Indonesia Analisis Tentang Perkawinan di Bawah Umur, Jakarta Timur: Kencana, 2018.

Moeljatno, Perbuatan Pidana dan Pertanggung Jawaban Dalam Hukum Pidana, Jakarta: Bina Aksara, 2009.

Muchamad Iksan, Asas Legalitas Dalam Hukum Pidana, 2017.

Mudakir Iskandar Syah, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta: CV. Sagung Seto, 2008.

Mukti Arto, Praktek Perkara Perdata pada Pengadilan Agama, cet V, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

Muladi, "Perlindungan Perempuan Terhadap Tindak Kekerasan", dalam Hak Asasi Manusia, Politik dan Sistem Peradilan Pidana, Semarang: Badan Penerbit UNDIP, 1997.

Paulus Hadisuprapto, "Instrumen Internasional Perlindungan Hak Anak Delinkuen" sebagaimana dikutip dalam Buku Peradilan Anak di Indonesia, Bandung: Penerbit Mandar Maju, 1997.

R Wijoyo, Sistem Peradilan Pidana Anak di Indonesia, Jakarta Timur: Sinar Grafika, 2016.

Ratri Novita Erdianti, Hukum Perlindungan Anak di Indonesia, Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2020.

Rohan Coier, Pelecehan Seksual Hubungan Dominasi Mayoritas dan Minoritas, Yogyakarta: PT. Tiara Yogya, Cet. Ke-1, 1998.

Ronny Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988.

Rusli Muhammad, Hukum Acara Pidana Kontemporer, Cetakan I, PT Citra Aditya Bakti, 2007.

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press, 1986. (Muncul 2x di data asli).

Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2016.

Regulation:

R Soesilo, Criminal Code (KUHP), Bogor: Politea, 1995 (KUHP Book).

Republic of Indonesia, Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System.

Republic of Indonesia, Law Number 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence.

Republic of Indonesia, Law Number 13 of 2003 concerning Manpower.

Republic of Indonesia, Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection.

Republic of Indonesia, Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection.




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/rlj.5.2.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Ratio Legis Journal has been indexed in: