The Urgency Of Submitting A Review Regarding Decisions Based On Lies Or Deception (Study of Decision Number 676/PK/PDT/2022)

Gigih Pemi Dwi Septi, Djunaedi Djunaedi

Abstract


Article 263 of the Criminal Procedure Code states that judicial review is declared as an extraordinary legal remedy. The limitation of filing a judicial review has caused debate among the public and legal practitioners. The Constitutional Court stated in Decision Number 34/PUU-XI/2013, that the judicial review for cases other than criminal, including civil cases, still needs to be limited to only 1 (one) time. This writing aims to understand and analyze the regulation of Judicial Review (PK) in the criminal justice system after the Constitutional Court Decision Number 34/PUU-XI/2013 and the urgency of filing a Judicial Review (PK) based on a lie or trick in Decision Number 676/PK/PDT/2022. In compiling this thesis, the author used the socio-legal research method. Socio-legal is used to explain legal issues more meaningfully theoretically to enrich the study. Meanwhile, practically, this research is also needed to explain the workings of the law in the daily lives of citizens. The analytical tools in this study use the theory of Pancasila justice and the theory of the legal system. The results of the study show that the Constitutional Court Decision Number 34/PUU-XI/2013 has created a double regulation regarding the limitation of the application for judicial review (PK). Following up on the Constitutional Court's decision, the Supreme Court Circular (SEMA) Number 7 of 2014 concerning the application for judicial review (SEMA 7/2014) was issued, which actually limits the judicial review to only being carried out once. The urgency of submitting a judicial review (PK) based on a lie or trick in decision Number 676/PK/PDT/2022 is due to the criminal decision Number 811/Pid.B/2017/PN.Bdg stating that Gustav Pattipeilohy has been legally and convincingly proven guilty of committing a crime by jointly providing false information to the Authentic Deed and sentenced to prison for 1 (one) year.


Keywords


Decisions; Judicial Review; Tricks.

Full Text:

PDF

References


Journals:

Bahder Johan Nasution, 2014, “Kajian Filosofis Tentang Konsep Keadilan Dari Pemikiran Klasik Sampai Pemikiran Modern”, Jurnal Yustisia, Vol. 3 No.2.

Farangga Harki Ardiansyah, dkk, 2020, “Upaya Hukum Peninjauan Kembali Dalam Perkara Perdata (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 118/PK/Pdt/2018)”, Jurnal of Legal Research, Vol. 2 No. 2.

Ferry Irawan Febriansyah, 2017, “Keadilan Berdasarkan Pancasila Sebagai Dasar Filosofis Dan Ideologis Bangsa”, DiH Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 13 No. 25.

H. A. Kadir Mappong, 2011, “Tentang Peninjauan Kembali”, Makalah Rakernas 2011.

Herri Swantoro, dkk, 2017, “Permohonan Upaya Hukum Peninjauan Kembali Kedua Kali Berbasis Keadilan dan Kepastian Hukum”, Jurnal Mimbar Hukum, Vol. 29 No. 2.

M. Lutfi Chakim, 2015, “Mewujudkan Keadilan Melalui Upaya Hukum Peninjauan Kembali Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi”, Jurnal Konstitusi, Vol. 12 No. 2.

Margaretha M.M. Polii, dkk, 2022, “Delik Penipuan Ringan (Lichte Oplichting) Menurut Pasal 379 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Sebagai Suatu Tindak Pidana Ringan”, Jurnal Lex Crimen, Vol. 11 No. 4.

Mario M. Longdong, dkk, 2018, “Peninjauan Kembali (PK) dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia Menurut Kuhap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Dihubungkan Dengan Putusan Mk Nomor 34 Tahun 2013”, Jurnal Lex Crimen, Vol. VII No. 6.

Muhtadi, 2015, “Politik Hukum Pengawasan Hakim Konstitusi”, Justisia Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 9 No. 3.

Muwahid, 2010, “Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945”, Al-Qānūn, Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, Vol 13 No. 2.

Pityani Meutia, 2019, “Pembatasan Peninjauan Kembali Perkara Perdata Kajian Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 108/PUU-XIV/2016”, Jurnal Legislasi Indonesia, Vol. 16 No. 2.

Priyo Handoko, 2019, “Mengukur Konstitusionalitas Peninjauan Kembali (PK) Kedua dalam Perkara Perdata”, Al-Qānūn, Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, Vol. 22 No. 2.

Rodliyah, dkk, 2020, “Konsep pertanggungjawaban pidana Korporasi (Corporate Crime) dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia”, Jurnal Kompilasi Hukum, Vol. 5 No. 1.

Winarno Alii Gunawan, 2007, “Peninjauan Kembali Terhadap Putusan Pengadilan Yang Telah Memperoleh Kekuatan Hukum Tetap Dalam Perkara Perdata”, Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol. 37 No. 1.

Yunie Herawati, 2014, “Konsep Keadilan Sosial dalam Bingkai Sila Kelima Pancasila”, Jurnal, Vol. 18 No. 1.

Books:

Abdul Manan, 2005, Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama, Jakarta, Prenada Media.

Abdul Rasyid Thalib, 2006, Wewenang Mahkamah Konstitusi dan Aplikasinya dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia, Cipta Aditya Bakti, Bandung.

Achmad Ali, 2009, Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence) Termasuk Interpretasi Undang-Undang (Legisprudence), Kencana, Jakarta.

Adami Chazawi, 2010, Lembaga Peninjauan Kembali (PK) Perkara Pidana, Jakarta: Sinar Grafika.

Ade Maman Suherman, 2004, Pengantar Perbandingan Sistem Hukum, Rajawali Press, Jakarta.

Agung Barok Pratama, dkk, 2017, “Analisis Yuridis Pengaturan Ideal Peninjauan Kembali Perkara Pidana Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 34/PUU-XI/2013”, Jurnal Pasca Sarjana Hukum UNS, Vol. V No. 2.

Ahmad Wardi Muslich, 2004, Pengantar dan Asas Hukum Pidana Islam, Sinar Grafika, Jakarta.

Binziad Kadafi, 2023, Peninjauan Kembali: Koreksi Kesalahan Dalam Putusan, PT Gramedia, Jakarta.

H. A. Kadir Mappong, 2011, “Tentang Peninjauan Kembali”, Makalah Rakernas Mahkamah Agung dengan Pengadilan Seluruh Indonesia.

I Made Widi Adi Peremana, dkk, 2020, “Tinjauan Yuridis Pengajuan Permohonan Peninjauan Kembali Pada Perkara Pidana Dalam Sistem Hukum Indonesia”, Jurnal Preferensi Hukum, Vol. 1 No. 2.

Imam Az-Zabid, 2008, Ringkasan Shahih Al-Bukhari, PT. Mizan Pustaka, Bandung.

Jarmanto, t.t., Pancasila Suatu Tinjauan Aspek Historis dan Sosio-Politis, Liberty, Yogyakarta.

Johny Ibrahim, 2007, Metode dan Penelitian Hukum Normatif, Bayumedia Publishing, Malang.

Lili Rasjidi dan l.B. Wyasa Putra, 2003, Hukum Sebagai Suatu Sistem, Mandar Maju, Bandung.

Mahmutarom HR, 2010, Rekonstruksi Konsep Keadilan, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Mardjono Reksodiputro, 2007, Bunga Rampai Permasalahan dalam Sistem Peradilan, Kumpulan Karangan Buku Kelima, Pusat pelayanan dan Pengabdian Hukum Lembaga Kriminologi UI, Jakarta.

Nurul Irfan, 2016, Masyrofah, Fiqh Jinayah, Amzah, Jakarta.

Omar Seno Adji, 1984, Herzening Ganti Rugi, Suap, Perkembangan Delik, Jakarta, Erlangga.

Parman Soeparman, 2009, Pengaturan Hak Mengajukan Upaya Hukum dalam Perkara Pidana bagi Korban Kejahatan, Refika Aditama, Bandung.

Paul Ekman, 2009, Mendeteksi Kebohongan, Pustaka Baca, Yogyakarta.

Paul Ekman, 2009, Mendetksi Kebohongan, Pustaka Baca, Yogyakarta.

R. Soeroso, 1994, Praktik Hukum Acara Perdata, Tata Cara, Proses Persidangan, Sinar Grafika, Jakarta

Retnowulan Sutantio dan Iskandar Oeripkartawinata, 2009, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek, Mandar Maju, Bandung.

Retnowulan Sutantio dan Iskandar Oeripkartawinata, 2009, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek, Cet ke sebelas, Mandar Maju, Bandung.

Salim H.S, 2012, Perkembangan Teori Dalam Ilmu Hukum, Rajawali Press, Jakarta.

Shanti Dwi Kartika, “Peninjauan Kembali Lebih Dari Satu Kali, Antara Keadilan Dan Kepastian Hukum”, Buletin Info Hukum Singkat Pusat Pengkajian, Pengolahan Data dan Informasi (P3DI) Sekretariat Jenderal DPR RI, Vol. VI, No. 06/II/P3DI/Maret/2014.

Soedirjo, 1986, Peninjauan Kembali Dalam Perkara Pidana (Arti dan Makna), Akademika Pressindo, Jakarta.

Sudikno Mertokusumo, 2009, Hukum Acara Perdata Indonesia, Penerbit Liberty, Yogyakarta.

Sutantio, 2002, Retnowulan dan Iskandar Oeripkartawinata, Hukum Acara Perdata Dalam Teori dan Praktek, Penerbit Mandar Maju, Bandung.

Titik Triwulan Tutik, 2010, Konstruksi Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945, Kencana, Jakarta.

Wasty Soemanto, 2009, Pedoman Teknik Penulisan Skripsi, Bumi Aksara, Jakarta.

Regulation:

Law Number 3 of 2009 concerning the Second Amendment to Law Number 14 of 1985 concerning the Supreme Court.

Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Power;

Law Number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law;

Supreme Court Circular Letter (SEMA) Number 10 of 2009 concerning Applications for Judicial Review.

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia;




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/rlj.5.1.277-292

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Ratio Legis Journal has been indexed in: