Analysis of Criminal Responsibility for Perpetrators of Village Fund Corruption (Decision Study: 67/Pid.Sus-Tpk/2025/Pt Sby)

Yuli Kristanto, Andri Winjaya Laksana

Abstract


Indonesia, as a state based on the rule of law grounded in Pancasila and the 1945 Constitution, continues to face the detrimental impacts of village-fund corruption, which undermines governmental governance and obstructs the realization of social welfare objectives. The complexity of Village Fund misuse, as reflected in Decision No. 67/Pid.Sus-TPK/2025/PT SBY, illustrates the fragility of village-level integrity, thereby necessitating a focused analysis on the criminal liability of offenders to strengthen criminal law policies in Village Fund management. This research aims to analyze the criminal liability of perpetrators of Village Fund corruption and to examine the judicial considerations in imposing sentences on offenders involved in Village Fund corruption cases. The methodology applied in the preparation of this thesis is Normative Legal Research. The research specification is descriptive-analytical. Theories employed include the Theory of Criminal Liability and the Theory of Punishment. The results of this research show that the criminal liability of the perpetrators of Village Fund corruption in Decision No. 67/Pid.Sus-TPK/2025/PT SBY demonstrates that all elements of fault under criminal law doctrine were fulfilled by the defendant, DW. As the Head of Crabak Village, DW consciously abused his authority by personally controlling the disbursement and use of Village Funds, sidelining the roles of the treasurer and the Village Activity Management Team (TPK), preparing fictitious accountability reports supported by fake invoices and supplier identities, and carrying out mark-ups and fictitious activities, which resulted in state financial losses amounting to IDR 343,800,596.60. DW possessed criminal responsibility capacity as an adult who was mentally and physically sound and fully understood the functions of his office; his actions constituted unlawful conduct carried out intentionally (dolus) rather than mere administrative negligence; and no justification or excuse was present to eliminate his criminal responsibility. This decision reinforces the function of criminal liability as an instrument to uphold the rule of law, safeguard state finances, and restore public trust in the integrity of Village Fund governance. The judicial considerations in sentencing perpetrators of Village Fund corruption in Decision No. 67/Pid.Sus-TPK/2025/PT SBY demonstrates the exercise of judicial authority aligned with the objectives of punishment and the principle of legal certainty. The Panel of Judges first systematically assessed the requirements for criminal liability, including the fulfillment of the element of "any person," the existence of unlawful conduct, abuse of authority, acts of self-enrichment or enriching others, and the occurrence of state financial loss as specified in Article 3 in conjunction with Article 18 of the Anti-Corruption Law. All of these were proven through witness testimony, expert testimony, documentary evidence, indications, BPKP audit results, and the defendant's statements. At the same time, the Judges considered humanitarian aspects by taking into account mitigating factors such as cooperative behavior, a clean criminal record, and good faith in returning part of the state losses, without ignoring aggravating circumstances such as the abuse of public office and the substantial amount of state financial loss.


Keywords


Criminal Liability; Corruption; Village Funds.

Full Text:

PDF

References


Journals:

A. R. Suhariyono, Penentuan Sanksi Pidana Dalam Suatu Undang-Undang. Jurnal Legislasi Indonesia, Vol. 6, No. 4, 2018,

Abdurrakhman Alhakim dan Eko Soponyono, Kebijakan Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Terhadap Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, Volume 1, Nomor 3, 2019,

Darwis Tirande, et. al., Kriminologis Terhadap Tindak Pidana Korupsi Dana Desa, Pattimura Legal Journal, Vol. 1 No. 2, 2022.

Dede Kusno Adi, R. A. S. Hernawati, and Yeti Kurniati. Mekanisme Penegakan Hukum Dalam Pemberantasan Korupsi Dana Desa. Iustitia Omnibus: Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 6, No. 1, 2024,

Edi Santoso, Sri Kusriyah, and Rakhmat Bowo Suharto, The Existence of Criminal Law Products in Dynamics Law Enforcement to Counter the Gambling Crime, Law Development Journal Volume 4 Issue 2, Published Master of Law, Faculty of Law UNISSULA Semarang, 2022,

Fauzan Azima Faturachman, et. al., Pertanggungjawaban dan Penegakan Hukum Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi di Indonesia, Akademik: Jurnal Mahasiswa Humanis, Vol. 4, No. 2, 2024,

Ferdinandus Kila, I. Nyoman Gede Sugiartha, dan Ni Made Puspasutari Ujianti. Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Sifat Melawan Hukum Dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana. Jurnal Konstruksi Hukum, Vol. 4, No. 1, 2023,

Herman Sitompul, Penyertaan Dalam Tindak Pidana Korupsi, Hukum dan Keadilan, Volume 6 Nomor 2, September 2019,

Husin Amin, Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Terhadap Pembangunan Gampong. Journal of Social and Policy Issues. Vol. 2, No. 2, 2022,

Jacob Hattu, Pertanggungjawaban Pidana Pengambilan Jenasah Covid-19 Secara Paksa Berdasarkan Aturan Tindak Pidana Umum Dan Tindak Pidana Khusus. Jurnal Belo, Vol. 6, No. 1, 2020,

Kukuh Dwi Kurniawan dan Dwi Ratna Indri Hapsari. Pertanggungjawaban pidana korporasi menurut vicarious liability theory. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Vol. 29, No. 2, 2022,

Laka Dodo Laia, Klaudius Ilkam Hulu, dan Feriana Ziliwu. Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Pidana Bagi Penyalah Gunaan Narkotika Sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli Nomor 184/pid. sus/2018/pn. Gst. Jurnal Education and Development, Vol. 10, No. 3, 2022,

Marina Wulandari Intelman, dan Farida Idayati. Dampak Pengelolaan Dana Desa Dalam Pembangunan Infrastruktur Desa, Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), Vol. 13, No. 8. 2024,

Marsudi Utoyo, et al. Sengaja Dan Tidak Sengaja Dalam Hukum Pidana Indonesia. Lex Librum, Vol. 7, No. 1, 2020,

R. Saputra, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Dalam Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Cita Hukum, Vol. 2, No. 2, 2015.

Rezki Oktoberi dan Kasmanto Rinaldi, Korupsi Dana Desa Dalam Proyek Pembangunan Parit Oleh Oknum Pejabat Desa; Suatu Tinjauan Kriminologi, Journal Equitable, Vol. 8, No. 1, 2023,

Tommy J. Bassang, Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Deelneming. Lex Crimen, Vol. 4, No. 5, 2015.

Tri Putri Puspa Wulandari dan Husni Mubarak. Evaluasi Penerapan Anggaran Dana Desa Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014." Jurnal IAKP: Jurnal Inovasi Akuntansi Keuangan & Perpajakan, Vol. 1, No. 2, 2020,

Books:

Aan Komariah dan Djama’an Satori. 2014, Metedologi Penelitian Kualitatif. Alfabetha. Bandung,

Abdulkadir Muhammad, 2001, Etika Profesi Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung,

Bambang Waluyo, 2008, Pidana dan Pemidanaan, Sinar Grafika, Jakarta,

Barama, M, 2011, Kesalahan Tidak Terbukti Pelaku Tindak di Pidana. Fakutas Hukum Universitas Sam Ratulangi,

Chairul Huda, 2006, Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan, Kencana, Cet.Kedua, Jakarta, Roeslan Saleh dalam Hanafi Amrani dan Mahrus Ali, 2015, Sistem Pertanggungjawaban Pidana Perkembangan dan Penerapan, PT Rajawali Press, Jakarta,

Cst Kansil, Christine , S.T Kansil, Engelien R, Palandeng dan Godlieb N Mamahit, 2009, Kamus Istilah Hukum, Jakarta,

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1995, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta,

Dominikus Rato, 2010, Filsafat Hukum Mencari: Memahami dan Memahami Hukum, Laksbang Pressindo, Yogyakarta,

Eddy O.S. Hiarij, 2014, Prinsip-Prinsip Hukum Pidana, Cahaya Atma Pustaka, Yogyakarta,

Evi Hartanti, 2007, Tindak Pidana Korupsi, Sinar Grafika, Jakarta,

Fence M.Wantu, 2011, Kepastian Hukum, Keadilan dan Kemanfaatan, Pustaka Pelajar Yogyakarta,

Hamzah Hatrik, 1996, Asas Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Hukum Pidana Indonesia, Raja Grafindo, Jakarta,

Hans Kelsen(b), sebagai mana telah diterjemahkan oleh Raisul Mutaqien, 2006, Teori Hukum Murni, Nuansa & Nusa Media, Bandung,

Krisna Harahap, 2009, Konstitusi Republik Indonesia Menuju Perubahan ke-5, Grafiti Budi Utami, Bandung,

Laden Marpaung, 1992, Tindak Pidana Korupsi Masalah Dan Pemecahannya, Sinar Grafika, Jakarta

Lamintang, 1997, Dasar-dasar Hukum Pidana di Indonesia. Citra Aditya Bakti, Bandung,

Lilik Mulyadi. 2017, Hukum Acara Pidana, Citra Aditya Bakti, Bandung

Mahrus Ali, 2015, Dasar-Dasar Hukum Pidana, Sinar Grafika, Jakarta,

Martiman Prodjohanmidjojo, 1997, Memahami Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia, Pradnya Paramita, Jakarta,

N. Daldjoeni, 2011, Interaksi Desa-Kota, Rineka Cipta, Jakarta,

Peter Mahmud Marzuki, 2008, Pengantar Ilmu Hukum, Kencana, Jakarta,

Poerwadarminta, 1976, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta

Riduan Syahrani, 1999, Rangkuman Intisari Ilmu Hukum, Penerbit Citra Aditya Bakti, Bandung,

Sampur Dongan Simamora & Mega Fitri Hertini, 2015, Hukum Pidana Dalam Bagan, PT Rajawali Press, Jakarta,

Sanapiah Faisal, 1990, Penelitian Kualitatif : Dasar-Dasar dan Aplikasi, YA3, Malang,

Teguh Prasetyo, 2010, Hukum Pidana, Raja Grafindo Persada, Depok,

Wildan Suyuthi Mustofa, 2013, Kode Etik Hakim, Edisi Kedua, Jakarta: Prenadamedia Group,

Wiradi. 2006. Analisis Sosial. Yayasan Akatiga. Bandung,

Regulation:

Criminal Code;

Criminal Procedure Code;

Government Regulation Number 8 of 2016 concerning the Second Amendment to Government Regulation Number 60 of 2014 concerning Village Funds Sourced from the State Revenue and Expenditure Budget.

Law Number 31 of 1999 as amended by Law Number 20 of 2001concerning Amendments to Law Number 31 of 1999 concerning the Eradication of Criminal Acts of Corruption;

Law Number 6 of 2014 concerning Villages;

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia;

Internet:

Sitti Rahmawati dan Umi Fatimah, ICW Ungkap Korupsi Dana Desa Jadi Penyumbang Kerugian Negara Rp162 Miliar, https://pintasan.co/icw-ungkap-korupsi-dana-desa-jadi-penyumbang-kerugian-negara-rp162-miliar/




DOI: https://dx.doi.org/10.30659/rlj.4.4.4977-4996

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Ratio Legis Journal has been indexed in: