Peran Indeks Hijau Biru Indonesia dalam Mendorong Implementasi Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan Berkelanjutan

Muhammad Denianto

Abstract


Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen krusial dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan yang memerlukan metode evaluasi yang komprehensif dan terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) sebagai instrumen penilaian kualitas RTH dalam mendorong implementasi RTH di kawasan perkotaan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan kajian literatur terhadap jurnal-jurnal Indonesia yang membahas implementasi IHBI dalam perencanaan RTH perkotaan. IHBI merupakan metode perhitungan RTH yang menilai kualitas ruang berdasarkan tiga variabel utama: (1) Fungsi Ekologis yang mencakup indikator kualitas udara & iklim, konservasi air, dan biodiversitas; (2) Fungsi Sosial yang meliputi aksesibilitas & interaksi, fasilitas rekreasi, dan nilai edukasi; serta (3) Kualitas Ruang yang terdiri dari estetika lansekap, desain & penataan, dan integrasi urban. Setiap variabel diukur melalui parameter-parameter spesifik yang dapat dikuantifikasi, seperti kemampuan absorbsi CO₂, tingkat kunjungan masyarakat, dan kualitas estetika lansekap. Formula IHBI mengintegrasikan Faktor Hijau-Biru Indonesia (FHBI) dengan sistem pembobotan yang menghasilkan klasifikasi kualitas RTH dalam kategori sangat baik (>80), baik (60-80), sedang (40-60), dan kurang (<40). Implementasi IHBI telah terbukti efektif dalam studi kasus di beberapa kota Indonesia seperti Surabaya, Bitung dan Sukabumi, dengan dukungan regulasi Peraturan Menteri ATR/BPN No. 14 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IHBI berperan sebagai alat bantu strategis dalam perencanaan tata ruang, monitoring & evaluasi berkala, pengembangan bertahap RTH, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa IHBI merupakan instrumen yang komprehensif dan terstruktur yang mampu mendorong implementasi RTH berkelanjutan melalui pendekatan kuantitatif dan terintegrasi dalam perencanaan perkotaan Indonesia.


Keywords


IHBI; Ruang Terbuka Hijau; Perkotaan Berkelanjutan

Full Text:

PDF

References


Almaaitah, T., Appleby, M., Rosenblat, H., Drake, J., & Joksimovic, D. (2021). The potential of Blue-Green infrastructure as a climate change adaptation strategy: A systematic literature review. Blue-Green Systems, 3(1), 223–248.

https://doi.org/10.2166/bgs.2021.016

Elshater, A., & Abusaada, H. (2022). Developing Process for Selecting Research Techniques in Urban Planning and Urban Design with a PRISMA-Compliant Review. In Social Sciences (Vol. 11, Issue 10). MDPI. https://doi.org/10.3390/socsci11100471

Jooste, A. F., de Kock, I. H., & Musango, J. K. (2019). A systematic literature review of sustainable urban planning challenges associated with developing countries. In South African Journal of Industrial Engineering (Vol. 30, Issue 3, pp. 253–261). South African Institute of Industrial Engineering. https://doi.org/10.7166/30-3-2247

Prantiono, F., Warouw, F., & Sembel, A. S. (2024). Analysis of Needs and Potensial for Green Open Space Development in Bitung City Based on Indonesian Blue Green Index (IHBI).

Tombe, M., Fuad Azis, M., Budiharto, T., & Khalil Jibran, M. (2023). Analysis of the Availability of Green Open Space Using the Indonesian Green-Blue Index Approach in Tamalanrea Village. Journal of Urban and Regional Spatial, 4(1), 72–081. https://ejournalfakultasteknikunibos.id/index.php/jups

Marina, N. F. (2019). Peran Ruang Terbuka Hijau dalam Pembangunan Kota.

Mulyadi, G., & Suryadini, W. (2024). PENGUKURAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN PENDEKATAN INDEKS HIJAU BIRU INDONESIA DI KOTA SUKABUMI. In FTSP Series.

Prakoso, P., & Herdiansyah, H. (2019). ANALISIS IMPLEMENTASI 30% RUANG TERBUKA HIJAU DI DKI JAKARTA. MAJALAH ILMIAH GLOBE, 21(1), 17. https://doi.org/10.24895/mig.2019.21-1.869

Barrows, H. H. (1923). Geography as human ecology. Annals of the Association of American Geographers, 13(1), 1–14.

McKenzie, R. D. (1925). The ecological approach to the study of the human community. American Journal of Sociology, 30(3), 287–301.

Le Corbusier. (1943). The Athens Charter. Grossman Publishers.

McHarg, I. L. (1969). Design with nature. Natural History Press.

Rapoport, A. (1977). Human aspects of urban form. Pergamon Press.

Forman, R. T. T., & Godron, M. (1986). Landscape ecology. Wiley.

Lissner, M. (1992). Sociotopkartering i Stockholm – Bakgrund och arbetsmetod. Stockholm City Planning Office.

Köhler, W. (1993). Biotope mapping in urban areas: A basis for planning and nature conservation. In H. Breuste et al. (Eds.), Urban Ecology. Springer-Verlag.

Benedict, M. A., & McMahon, E. T. (2002). Green infrastructure: Smart conservation for the 21st century. Renewable Resources Journal, 20(3), 12–17.

Soja, E. W. (2010). Seeking spatial justice. University of Minnesota Press.

Kellert, S. R., Heerwagen, J., & Mador, M. (2008). Biophilic design: The theory, science and practice of bringing buildings to life. Wiley.

Kennedy, C., et al. (2014). The study of urban metabolism and its applications to urban planning and design. Environmental Pollution, 159(8–9), 1965–1973.

Burkhard, B., & Maes, J. (Eds.). (2017). Mapping ecosystem services. Pensoft Publishers.

Herzog, C. P. (2016). Green infrastructure: Integrating landscape in urban planning. In The Routledge Handbook of Urban Ecology. Routledge.

Sumarwaty, E. (2022). Pengembangan Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) untuk evaluasi ekologis perkotaan. Prosiding Seminar Nasional Perencanaan Wilayah.

Difa, M. P. (2023). Evaluasi ruang terbuka hijau berdasarkan pendekatan vegetasi dan persepsi masyarakat di Kota Pekanbaru. Jurnal Geografi dan Sains Perkotaan (JGSP), 5(1), 12–23.

Fadillah, R., & Kurniawan, A. (2022). Peran ruang terbuka hijau dalam peningkatan kualitas lingkungan permukiman. Jurnal Tata Ruang dan Lingkungan, 9(1), 55–66.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2022). Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau. Jakarta: Kementerian ATR/BPN.

Pratiwi, N. D., & Cahyono, H. (2021). Implementasi kebijakan ruang terbuka hijau dalam mendukung pembangunan kota berkelanjutan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 13(2), 100–112.

Pratiwi, R., Putra, M. F., & Putri, F. N. (2024). Transformasi hijau Balikpapan: Perencanaan RTH strategis dengan pendekatan IHBI. Compact: Spatial Development Journal, 3(3), 25–40.

Sari, M. D., & Hidayati, N. (2023). Analisis distribusi RTH publik menggunakan remote sensing dan GIS di Kota Makassar. Jurnal Ekologi Lanskap, 7(1), 33–45.

Azyumardi Azra, A. (2024). Analisis sebaran ruang terbuka hijau (RTH) publik menggunakan metode sistem informasi geografis (SIG) di Kabupaten Sidoarjo. Elipsoida: Jurnal Geodesi dan Geomatika, 7(1), 1–11.




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/pondasi.v30i1.47288

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office:

Pusat Studi dan Konsultasi Teknik
Faculty of  Engineering, Universitas Islam Sultan Agung
Jl. Raya Kaligawe Km 04 Semarang 50012, Indonesia

Phone : +624-6583584
Fax : +624-6582455

Email : jurnalpondasi@unissula.ac.id

Print-ISSN : 0853-814X
E-ISSN : 2714-7622