Representasi Anak dalam Video Iklan Minyak Rambut “Dabur Amla Arabia”: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce

Authors

  • Hafis Muzakir Family
  • Reza Sukma Nugraha

DOI:

https://doi.org/10.30659/jikm.v14i1.9671

Keywords:

Child representation, Semiotic analysis, Charles Sanders Peirce and advertising

Abstract

Advertisements serve to market a brand, beyond just the products themselves. One way to achieve this is by incorporating elements designed to capture the audience's attention. This study analyzes the use of such elements in an advertisement for Dabur Amla—a hair oil brand—which was featured on the "Dabur Amla Arabia" YouTube channel in 2017. The analysis focuses on the representation of a child within the advertisement, who serves as an object for marketing the product. This research employs Charles Sanders Peirce’s semiotic analysis to interpret the meanings of symbols present in the Dabur Amla advertisement. According to Peirce, semiotics consists of three core components—the sign, the object, and the interpretant—collectively known as the "semiotic triangle." The signs identified within the visuals are classified into icons, indices, and symbols. A qualitative research method is utilized, aiming to provide an in-depth exploration of the phenomenon through comprehensive data collection. The findings reveal the underlying meaning of the Dabur Amla hair oil advertisement: the child is represented as someone deserving of care and affection. The child featured in the ad appears cheerful after using the hair oil, a portrayal that reinforces the specific image of a child as constructed by the Dabur Amla brand.

Iklan memiliki fungsi untuk memasarkan merek selain produknya. Salah satu caranya dengan menghadirkan objek yang dapat menarik perhatian. Dalam penelitian ini, iklan yang akan dianalisis terkait kehadiran objek tersebut adalah iklan Dabur Amla, yaitu iklan produk minyak rambut asal Mesir yang ditayangkan di chanel youtube Dabur Amla Arabia pada tahun 2017. Analisis berfokus pada representasi anak di dalam iklan yang dijadikan objek untuk memasarkan produk. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika dari Charles Sanders Peirce untuk menerjemahkan makna simbol dalam iklan Dabur Amla. Menurut Peirce, semiotika terdiri dari tiga unsur utama yang disebut teori makna segitiga (tanda, objek, dan interpretan). Tanda-tanda yang terdapat pada gambar di diklasifikasikan ke dalam ikon, indeks, dan simbol. Metode yang digunakan dalam artikel ini ialah kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena tersebut secara mendalam, melalui pengumpulan data yang mendalam. Hasil yang bisa diambil dari penelitian ini adalah mengetahui makna dibalik iklan minyak rambut Dabur Amla bahwa objek anak-anak direpresentasikan sebagai orang yang harus di perhatikan dan disayangi. Anak yang ditampilkan dalam iklan ini digambarkan ceria setelah memakai minyak rambut tersebut, sehingga memperkuat citra anak juga yang dibangun oleh Dabur Amla.

Author Biography

  • Hafis Muzakir, Family
    Nama saya Hafis Muzakir, seorang mahasiswa di universitas sebelas maret, Surakarta. Saya saat ini sedang menempuh program sarjana di fakultas ilmu budaya jurusan sastra Arab dan sambil mengisi waktu kuliah saya juga melakukan beberapa rriset penelitian bersama dosen. Saya juga pernah melakukan student student exchange atau pertukaran pelajar ke univerisiti malaya, Malaysia.

References

Danesi, M. (2010). Pengantar Memahami semiotika Media. Jalasutra.

Goddard, C. (1998). Semantic Analysis: A Practical Introduction. Oxford University Press.

Hall, S. (2002). Representation: Cultural representations and Signifying Practices. Sage.

Hoed, B. H. (2014). Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Komunitas Bambu.

Jewitt, C., & Kress, G. R. (2003). Multimodal literacy. Lang.

Lechte, J. (2001). Filsuf Kontemporer. Kanisius.

Marsela, A. (2018). Citra Perempuan Dalam Iklan Televisi. Universitas Islam Negeri Walisongo.

Piliang, Y. A. (2010). Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Jalasutra.

Pradopo. (1998). Semiotika: Teori, Metode, dan Penerapannya. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Jurnal Humaniora.

Sobur, A. (2006). Semiotika Komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Taflinger, R. F. (1996). Sitcom: What it is, How it Works, A History of Comedy on Television. Journal Published

Widyatama, R. (2005). Pengantar Periklanan. Buana Pustaka Indonesia

Downloads

Published

2026-02-28