Sejarah Untuk Milenial: Meningkatkan Pemahaman Sejarah Lokal di Kota Blitar Melalui Siaran Radio
DOI:
https://doi.org/10.30659/jikm.v14i1.8316Keywords:
Sejarah, Milenial, Blitar, RadioAbstract
Sejarah saat ini dianggap oleh sebagian milenial sebagai mata pelajaran yang membosankan. Kesadaran untuk mempelajari sejarah semakin berkurang, terutama dengan metode-metode pembelajaran yang kurang menarik. Metode pembelajaran yang lebih bersifat naratif di sekolah- sekolah menjadikan pelajaran sejarah saat ini kurang diminati oleh sebagian milenial. Hal ini terlihat dari minat studi sejarah baik secara keilmuan atau pendidikan di perguruan tinggi yang cukup rendah. Selain itu, opini masyarakat yang memandang sebelah mata para sejarawan juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Sehingga, pembelajaran sejarah yang seharusnya menjadi bentuk apresiasi terhadap para pahlawan saat ini menjadi pelajaran yang terabaikan. Penelitian ini menggunakan, pendekatan kualitatif dengan model deskriptif untuk menganalisis serta memaparkan bagaimana pemanfaatan media informasi dalam mengangkat sejarah lokal utamanya untuk para milenial. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Kota Blitar merupakan salah satu kota yang masih menaruh perhatian terhadap riwayat sejarah lokalnya. Media informasi yang dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman sejarah lokal tersebut adalah radio. Dukungan dari pemerintah Kota Blitar terhadap konten sejarah lokal pada media informasi radio tersebut selain digunakan sebagai peningkatakan pemahaman untuk masyarakat, terutama para milenial juga sebagai bentuk promosi wisata sejarah yang ada.
Current history is considered by some millennial as a boring subject. Awareness to study history is diminishing, especially with less interesting learning methods. Learning methods that are more narrative in schools make history lessons less attractive to most millennials nowadays. This can be seen from the interest in the study of history both scientifically or education in universities which is quite low. In addition, public opinion that underestimates the historians also became one of the factors causing it. Learning history which should be a form of appreciation for the heroes is now a lesson that is ignored. This study uses a qualitative approach with a descriptive model to analyze and explain how the use of information media in bringing up local history is primarily for millennials. Based on research conducted, Blitar City is one of the cities that still attention to its local history. The information media used to increase understanding of local history is radio. The support of the Blitar City government for local historical content on the radio information media is not only used as an increase in understanding for the community, especially millennials as well as a form of promotion of historical tourism.
References
DAFTAR PUSTAKA
Buku Abdullah, Taufik, 1985. Sejarah Lokal di Indonesia, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Abdullah, Taufik, 2001. Nasionalisme dan Sejarah. Bandung: Satya Historika
Dwipayana, G dan Ramadhan, 1989. Soeharto, Pikiran Ucapan Dan Tindakan Saya, Jakarta: Citra Kharisma Bunda
Gagne, 1992. Instrucional Teknology: Fundations, Hillsdale: Lawrence Erlmaum Associates Publisher
Hariyono. Sejarah Lokal: Mengenal Yang Dekat, Memperluas Wawasan, Jakarta: Deputi Advokasi UKPPIP
I Gede Widja, 1989. Sejarah Lokal Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah, Bandung: Angkasa
Poesponegoro, Warwati Djoened,dkk. 1980. Sejarah Nasional Indonesia, Jakarta: Gramedia
Sam Wineburg, 2006. Berpikir Historis: Memetakan Masa Depan Mengajarkan Masa Lalu, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Wilbur Schramm, 1973. Big Media, Little Media, Stanford University: Institute for Communication Research
Artikel dan Jurnal http://marcuse.faculty.history.ucsb.edu/classes/201/articles/27MannheimGenerations.pd f, diakses pada tanggal 6 Januari 2020 pukul 20.43 wib.
Joni Rahmat Pramudia, Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, Vol. 4 No.1, April 2007
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ani Nur Karimah, Rizal Andi Pratama, Ulfatus Azizah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


