Analisis Wacana Kritis Isu Bully dalam Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30659/jikm.v14i1.46738

Keywords:

Film, Imperfect, Bullying, Van Dijk, Fisik

Abstract

Bullying is one of the most prevalent issues occurring in Indonesia. One film that highlights the issue of bullying is Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. This research aims to analyze the issue of bullying depicted in the film Imperfect using Van Dijk's critical discourse analysis framework, which consists of macro, micro, and superstructure levels. The analysis focuses on four selected scenes from the film. This study employs a descriptive qualitative method. In Imperfect, the main character experiences bullying from the people around her. The bullying that Rara endures stems from her physical appearance, which is perceived as not conforming to societal beauty standards. The film also illustrates that despite Rara’s achievements, she frequently loses career opportunities because her body does not meet those constructed standards of beauty. Through this study, it is hoped that the issue of bullying in Indonesia will receive more serious attention from the public. No individual deserves to be bullied solely because of physical attributes that are considered not to meet socially constructed beauty norms.

Bullying merupakan salah satu kasus yang banyak terjadi di Indonesia. Salah satu film yang mengangkat isu bullying yaitu Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Penelitian ini ingin  menganalisis isu bullying yang terdapat dalam film Imperfect dengan menggunakan wacana kritis oleh Van Dijk dengan konsep makro, mikro, dan superstruktur, analisis dilakukan dengan memilih empat scene dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Penelitian ini disusun dengan metode kualitatif deskriptif. Dalam film Imperfect sang tokoh utama mengalami bullying yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya, bullying yang dialami oleh Rara disebabkan karena fisiknya yang dianggap tidak sesuai dengan standar kecantikan yang dikonstruksikan dalam masyarakat. Film tersebut juga menunjukkan walaupun Rara seorang yang berprestasi ia kerap kehilangan kesempatan dalam dunia kerja karena badannya yang dianggap tidak memenuhi standar kecantikan. Melalui penelitian ini diharapkan isu bullying di Indonesia menjadi perhatian khusus di mata masyarakat. Seorang individu tidak pantas mendapatkan bullying hanya karena keadaan Fisik Rara yang dianggap tidak sesuai dengan standar kecantikan yang dikonstruksikan dalam lingkungan masyarakat.

References

Ani, S. D., & Nurhayati, T. (2019). Pengaruh Bullying Verbal Di Lingkungan Sekolah Terhadap Perkembangan Perilaku Siswa. Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 8(2), 88–101. https://doi.org/10.24235/edueksos.v8i2.5119

Arifin, S. N. E. L. dan S. (2022). Pendidikan Seorang Anak. Jurnal Pendidikan, Vol.10(No.02), hal.345-346.

Asri, R. (2020). Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI).” Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1(2), 74. https://doi.org/10.36722/jaiss.v1i2.462

Goziyah, G. (2019). Analisis Wacana Kritis Film Rudy Habibie dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa. Diksa : Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(2), 77–85. https://doi.org/10.33369/diksa.v5i2.9914

Hidayat, H. R., & Rohmadi, M. (2024). Analisis Wacana Kritis : Perilaku Bullying dalam Film Kenapa Gue ? di Aplikasi Video. 8(2), 32–38.

Huda, A. S., Nafsika, S. S., & Salman, S. (2023). Film Sebagai Media dalam Mengubah Cara Pandang Manusia dalam Prinsip Kemanusiaan. Irama: Jurnal Seni Desain Dan Pembelajarannya, 5(1), 9–14. https://ejournal.upi.edu/index.php/irama/article/view/50149

Majid, A. (2020). Representasi Sosial dalam Film “Surat Kecil Untuk Tuhan” (Kajian Semiotika dan Sosiologi Sastra). Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 2(02), 101. https://doi.org/10.30998/diskursus.v2i02.6668

Nurani, N. F. (2020). Analisis Wacana Kritis Penyandang Disabilitas dalam Film Dancing In The Rain. Jurnal Komunika: Jurnal Komunikasi, Media Dan Informatika, 9(2), 84. https://doi.org/10.31504/komunika.v9i2.3064

Nurfitriyanti, M., Candra, E. N., & Suharyati, H. (2024). Peran Sekolah dalam Mencegah Bullying di Sekolah ditinjau dari Filsafat Etika. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 2041–2048. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i3.6539

Permana, R. S. M., Puspitasari, L., & Indriani, S. S. (2019). Industri film Indonesia dalam perspektif sineas Komunitas Film Sumatera Utara. ProTVF, 3(2), 185. https://doi.org/10.24198/ptvf.v3i2.23667

Ratih Puspitasari, D. (2021). nilai sosial budayaa dalam film tilik (Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce) Social-Cultural Values in Tilik Film (Semiotic Study of Charles Sanders Peirce). Jurnal SEMIOTIKA, 15(1), 2579–8146.

Rohmani, A. H., & Aini, N. (2024). The Impact of Bullying on Children’s Education and Mental Health at UPT SDN 325 Gresik. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1), 174–193. https://doi.org/10.33477/alt.v9i1.7328

Salsabila, ghina, & Yulifar, L. (2022). Wajah Perfilman Indonesia Pada Tahun 1998-2019. Factum, 11(1), 93–106.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Ummah, M. S. (2019). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI

Downloads

Published

2026-08-31