Optimizing Asset Recovery in Recovering State Losses from Money Laundering Crimes through the Deferred Prosecution Agreement (DPA)
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ali Geno Berutu. (2019). Tindak pidana kejahatan pencucian uang (money laundering) dalam pandangan KUHP dan hukum pidana Islam. Tawazun: Journal of Sharia Economic Law, 2(1), 1–15.
Anastasya Arsa Prameswari, dkk. (2021). Deferred prosecution agreement: Prosedur pertanggungjawaban tindak pidana korporasi terhadap perusakan lingkungan melalui paradigma restorative justice. Jurnal Hukum Lex Generalis, 2(3), 1204–1220.
Ardi Ferdian. (2021). Konsep deferred prosecution agreement dalam pertanggungjawaban pidana korporasi sebagai bentuk alternatif penyelesaian sengketa. Arena Hukum, 14(3), 527–545
Arifin, R., Utari, I. S., & Subondo, H. (2017). Upaya Pengembalian Aset Korupsi Yang Berada Di Luar Negeri (Asset Recovery) Dalam Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi Di Indonesia. IJCLS (Indonesian Journal of Criminal Law Studies), 1(1), 105-137.
Awaluddin. (2015). Perbandingan Hukum Kepolisian Negara Anglo saxon Dengan Eropa Kontimental. Jurnal Lentora Justice, 2(1).
Feby Mutiara Nelson. (2022). Diskresi penuntutan dan kebijakan penegakan hukum. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(3), 1–20
Fitriyanti, L. D., & Suwandono, A. (2025). Perampasan aset sebagai sanksi tambahan: Analisis pengembalian kerugian negara dalam penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia. JAKSA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik, 3(3), 13-27.
Haris, B. S. (2024). Nilai Tambah Dan Tantangan Pendekatan Follow The Money Pada Tindak Pidana Bidang Lingkungan Hidup. AML/CFT Journal, 2, 111-125.
Hermanto, H., & Fitriyana, L. (2025). Pengaturan Penyitaan Aset Kripto sebagai Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7).
Husein, R. (2025). Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang Dengan Mata Uang Kripto. Sultra Law Review, 3794-3804.
Imron, A. (2024). Stolen Asset Recovery Tindak Pidana Korupsi (Pendekatan Sistem Pembalikan Beban Pembuktian Terhadap Aset Hasil Kejahatan Tindak Pidana Korupsi): Recovery Of Assets Stolen By Criminal Acts Of Corruption. Res Nullius Law Journal, 6(2), 111-126.
Indonesia Corruption Watch. (2022, May 22). ICW sebut hanya 2,2 persen kerugian negara berhasil dikembalikan. Kompas.id. https://www.kompas.id
Kaban, K. S., & Kholiq, A. (2025). Optimalisasi Regulasi Pidana Terkait Perampasan Aset Tindak Pidana Kejahatan Ekonomi Berlandaskan Perspektif Hukum Progresif Berkeadilan. Jurnal Locus Penelitian Dan Pengabdian, 4(5), 1811-1823.
Kameo, J., & Prasetyo, T. (2020). Hakikat Hukum Ekonomi (Internasional) Dalam Perspektif Teori Keadilan Bermartabat. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(2), 308-327.
Kholil, M., & Alhadi, M. N. (2026). Tantangan Penegakan Hukum Tppu Dalam Kasus Korupsi Melalui Aset Kripto Di Indonesia. Journal Of Golden Generation Legal Science, 2(1), 112-122.
KPK. (2025). Rekor Baru KPK 2025: Pulihkan Aset Negara Rp1,5 Triliun Hingga Implementasi KUHP-KUHAP. https://www.kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/rekor-baru-kpk-2025-pulihkan-aset-negara-rp15-triliun-hingga-implementasi-kuhp-kuhap
Muhammad Ridho Sinaga. (2021). Konsep Deferred Prosecution Agreement (DPA) dalam upaya pemberantasan korupsi oleh korporasi di Indonesia. USU Law Journal, 6(23), 97–110.
Mulkan, H., & Aprita, S. (2023). Asset recovery dalam tindak pidana korupsi sebagai upaya pengembalian kerugian keuangan negara. The Juris, 7(1), 174-180.
Nelson, F. M. (2019). Pengembalian Kerugian Keuangan Negara: Dapatkah Menggunakan Deferred Prosecution Agreement?. Simbur Cahaya, 230-253.
Nelson, F. M. (2025). In search of a deferred prosecution agreement model for effective anti-corruption framework in Indonesia. Hasanuddin Law Review, 8(2), 122-138.
Nelson, F. M., & Santoso, T. (2021). Principle of simple, speedy, and low-cost trial and the problem of asset recovery in Indonesia. Indonesia Law Review, 11(2), 4.
Ni Komang Sutrisni. (2013). Pendekatan follow the money dalam penelusuran tindak pidana pencucian uang. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 1(2), 1–10.
Putra, Y. B. T. (2024). Kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi Dalam Penuntutan Tindak Pidana Pencucian Uang. Jurnal Rechtens, 13(2), 181-198.
Rahmawati, R., & Bulqis, B. (2026). Mediasi Hukum Dan Keadilan Restoratif: Sebuah Pendekatanterpadu Dalam Penyelesaian Sengketa Perjanjian. Governance: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 13(1), 193-201.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2020). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. RajaGrafindo Persada.
Surahman, S., Abdurrahim, A., Anandy, W., Hamdani, F., & Nnawulezi, U. (2025). Administrative Justice in the Perspective of Islamic Legal Philosophy: A Comparative Study of Ethical Legitimacy and Bureaucratic Rationality. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan, 12(2), 751-769.
Susanto, A. S., Jhonson, E., Widjaja, J. D., Lovina, A., Susanto, N. N. P., Christanto, T., ... & Putri, N. S. (2025). Cryptocurrency Era 5.0: Revolusi Keuangan Digital. SIEGA Publisher.
Syachdin, S. (2018). The Implementation of Inclusion in Corruption Case Handling. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 12(1), 14-31.
DOI: http://dx.doi.org/10.30659/ldj.8.2.854-872
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Law Development Journal has been indexed by:
Editorial Office: RUMAH JURNAL FH UNISSULA (RJFHU) 2nd Floor, Faculty of Law Universitas Islam Sultan Agung. Jln. Kaligawe KM. 4, Semarang City, Central Java, Indonesia.
Email: ldj@unissula.ac.id
LAW DEVELOPMENT JOURNAL (eISSN : 2747-2604), This work is licensed under a Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0).















