The Force of Legal Regard to Traditional Land When Certified Through PPAT

Agung Aji Rahmatullah

Abstract


Customary land occupies a unique position in the Indonesian land law system because customary law is established as the basis for national land law through Article 5 of Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Principles. In practice, customary land is often certified as private property without prior release of customary rights, thus raising issues regarding the validity of the certificates issued and the responsibility of the Land Deed Officials who process them. This study aims to determine, examine, and analyze the existence of customary law in the national land law system, the legal consequences of the issuance of Ownership Certificates for customary land by PPAT without prior release of customary rights, and the extent to which customary law still has legal force over certified customary land. The approach used is normative juridical with analytical descriptive research specifications. The data sources used are secondary data, including primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials, collected through literature studies and analyzed descriptively and qualitatively. The results of the study indicate, first, that the existence of customary law is dual: strong at the normative level through constitutional and statutory recognition, but weak at the operational level due to the absence of an obligation to examine customary status in land registration procedures. Second, the issuance of a Certificate of Ownership over customary land without the release of customary rights has multiple legal consequences, namely a certificate that can be revoked, a PPAT deed that has the potential to be null and void by law, as well as administrative, civil, and criminal responsibilities for the PPAT.


Full Text:

PDF

References


Journals:

Felix Rocky Wibawa dan Anak Agung Istri A. D. “Kekuatan Pembuktian Sertifikat Hak Milik atas Tanah sebagai Alat Bukti Kepemilikan yang Sah”. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, Vol. 7, No. 1. 2022.

Fredrik Mayore Saranaung. “Peralihan Hak atas Tanah melalui Jual Beli Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997”. Lex Crimen, Vol. VI, No. 1. 2017.

Hardijan Rusli. “Metode Penelitian Hukum Normatif: Bagaimana?”. Law Review Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Vol. 5, No. 3. 2006.

Kenny Wijaya. “Perspektif Hukum Agraria Pada Masyarakat Indonesia”. Jurnal Unsrat, Vol. I, No. 5, Oktober–Desember.2013.

Nurul Latifah. “Status Tanah Gogol Gilir Sebagai Dasar Perolehan Hak Atas Tanah”.2014.

Ratih Mega Puspa Sari dan Gunarto. “Peranan PPAT dalam Pensertifikatan Tanah Akibat Jual Beli”. Jurnal Akta, Vol. 5, No. 1. 2018.

Books:

Achmad Rubaie. Hukum Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum. Malang: Bayumedia. 2007.

Achmad Sodiki. Politik Hukum Agraria. Jakarta: Konstitusi Press. 2013.

Adrian Sutedi. Peralihan Hak Atas Tanah dan Pendaftarannya. Jakarta: Sinar Grafika. 2009.

Arie Sukanti Hutagalung, dkk. Hukum Pertanahan di Belanda dan Indonesia. Denpasar: Pustaka Larasan. 2012.

Bachtiar Effendi. Pendaftaran Tanah di Indonesia dan Peraturan Pelaksanaannya. Bandung: Alumni. 1993.

Badan Pertanahan Nasional. Himpunan Karya Tulis Pendaftaran Tanah. Jakarta: Bumi Bhakti Adhi Guna. 1993.

Badan Pertanahan Nasional. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2012. Jakarta: BPN RI. 2013.

Badan Pertanahan Nasional. Rencana Strategis Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Tahun 2010–2014. Jakarta: BPN RI. 2014.

Bagir Manan. Dasar-dasar Perundang-undangan Indonesia. Jakarta: Ind-Hill Co. 1992

Bambang Sunggono. Metode Penelitian Hukum Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2003.

Bernard Arief Sidharta. Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum: Sebuah Penelitian tentang Fundasi Kefilsafatan dan Sifat Keilmuan Ilmu Hukum Sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Hukum Nasional Indonesia. Cetakan Kedua. Bandung: Mandar Maju. 2000.

Bernard L. Tanya, Yoan N. Simanjuntak, dan Markus Y. Hage. Teori Hukum: Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi. Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Genta Publishing. 2010.

Bernhard Limbong. Hukum Agraria Nasional. Jakarta: Margaretha Pustaka. 2012.

Boedi Harsono. Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan. 2007.

Budiono Kusumahamidjojo. Ketertiban Yang Adil: Problematika Filsafat Hukum. Jakarta: Grasindo. 1999.

Charlie Rudyat. Tanpa Tahun. Kamus Hukum. Jakarta: Pustaka Mahardika.

Cornelis van Vollenhoven. Penemuan Hukum Adat. Terjemahan. Jakarta: Inti Sarana Aksara. 2013.

Dinda Keumala dan Setiyono. Tip Hukum Praktis: Tanah dan Bangunan. Jakarta: Redaksi RAS. 2009.

Djaren Saragih. Pengantar Hukum Adat Indonesia. Bandung: Tarsito. 1996.

Dominikus Rato. Filsafat Hukum: Mencari, Memahami dan Memahami Hukum. Yogyakarta: Laksbang Pressindo. 2010.

Esmi Warassih Pujirahayu. Pranata Hukum Sebuah Telaah Sosiologis. Semarang: Suryandaru Utama. 2005.

Florianus SP Sangsun. Tata Cara Mengurus Sertipikat Tanah. Jakarta: Visimedia. 2007.

Franz Magnis-Suseno. Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2003.

G.H.S. Lumban Tobing. Peraturan Jabatan Notaris. Jakarta: Erlangga. 1999.

Habib Adjie. Hukum Notaris Indonesia: Tafsir Tematik Terhadap UU No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Bandung: Refika Aditama. 2009.

Hans Kelsen. Teori Hukum Murni: Dasar-dasar Ilmu Hukum Normatif. Terjemahan Raisul Muttaqien. Bandung: Nusa Media. 2011.

Lawrence M. Friedman. The Legal System: A Social Science Perspective. New York: Russell Sage Foundation. 1975.

Lili Rasjidi dan Bernard Arief Sidharta. Filsafat Hukum dan Refleksinya. Bandung: Rosdakarya. 1989.

Lord Lloyd of Hampstead (ed.). Introduction to Jurisprudence. London: Stevens & Sons. 1972.

Maria S.W. Sumardjono. Kebijakan Pertanahan Antara Regulasi dan Implementasi. Jakarta: Kompas. 1996

Mochtar Kusumaatmadja. Fungsi Hukum dan Perkembangan Hukum Dalam Pembangunan Nasional. Bandung: Bina Cipta. 1976

Soerjono Soekanto. Penegakan Hukum. Bandung: Bina Cipta. 1983.

Soerjono Soekanto. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.1986.

Soerjono Soekanto. Hukum Adat Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2013.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Cetakan Kesebelas. Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2009.

Sri Susyanti. Bank Tanah: Alternatif Penyelesaian Masalah Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Tanah Kota Berkelanjutan. Makassar: As Publishing. 2010.

Sudargo Gautama. Tafsiran Undang-Undang Pokok Agraria. Bandung: Alumni. 1993.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. 2009.

Sumadi Suryabrata. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali. 1993.

Tafieldi Nevawan. Materi Ujian Tertulis Hukum Agraria I. Bandung: Dinamika. 1994.

Ter Haar Bzn. Asas-asas dan Susunan Hukum Adat. Terjemahan K. Ng. Soebakti Poesponoto. Jakarta: Pradnya Paramita. 2011.

Theo Huijbers. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Yogyakarta: Kanisius. 1993.

Urip Santoso. Hukum Agraria dan Hak-hak Atas Tanah. Jakarta: Kencana. 2010.

Urip Santoso. Pendaftaran dan Peralihan Hak Atas Tanah. Jakarta: Prenada Media Group.2010.

Wahbah az-Zuhaili. Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Jilid 6. Terjemahan Abdul Hayyie al-Kattani. Jakarta: Gema Insani. 2011

Winahyu Erwiningsih. Hak Menguasai Negara Atas Tanah. Yogyakarta: Total Media. 2009.

Wiratni Ahmad. Sinkronisasi Kebijakan Pengenaan Pajak Tanah Dalam Kebijakan Pertanahan di Indonesia. Bandung: Refika Aditama. 2006.

Regulation:

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.

Decree of the People's Consultative Assembly of the Republic of Indonesia Number IX/MPR/2001 concerning Agrarian Reform and Management of Natural Resources.

Civil Code (Burgerlijk Wetboek).

Criminal Code.

Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Regulations.

Law Number 4 of 1996 concerning Mortgage Rights on Land and Objects Related to Land.

Law Number 30 of 2004 concerning the Position of Notary as amended by Law Number 2 of 2014.

Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Power.

Government Regulation Number 38 of 1963 concerning the Designation of Legal Entities that Can Have Ownership Rights to Land.

Government Regulation Number 40 of 1996 concerning Cultivation Rights, Building Rights and Land Use Rights.

Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration.

Government Regulation Number 37 of 1998 concerning the Regulations on the Position of Land Deed Making Officials as last amended by Government Regulation Number 24 of 2016.

Regulation of the Minister of State for Agrarian Affairs/Head of the National Land Agency Number 5 of 1999 concerning Guidelines for Settling Problems of Customary Land Rights of Indigenous Law Communities.

Internet:

Muchis. Tanpa Tahun. “Peralihan Penguasaan Yuridis Hak Atas Tanah Wakaf Dalam Perspektif Hukum Tanah Nasional dan Hukum Islam”, http://badilag.net, Accessed on 22 August 2014.

Sri Yatni Tindoo. “Artikel Hukum Pertanahan”, https://jdih.bolselkab.go.id/asset/hukum/Artikel_Sri_Yatni_Tindoo1.pdf, Accessed on 25 July 2026.

Tumija. “Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka”, http://www.tumija.wordpress.com/2010/07/31/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka.html, Accessed on 13 October 2014. 2010.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.