A New Paradigm of Exploitation Punishment: Assessing the Efficacy of the National Criminal Code in Dismantling Human Trafficking Syndicates
Abstract
The persistent evolution of human trafficking networks demands a highly robust and adaptable legal framework. With the updated Indonesian Criminal Code officially taking effect on January 2, 2026, a modernized approach to criminal prosecution has emerged. This study aims to examine the efficacy and the new paradigm of sentencing policies within this newly active National Criminal Code, specifically evaluating its capacity to dismantle human trafficking syndicates. A qualitative normative legal approach was employed in conducting the research, utilizing statutory analysis to assess the updated substantive criminal laws and law enforcement strategies. Based on the findings, it can be concluded that the newly implemented code effectively closes previous legal loopholes, providing law enforcement with sharper, more comprehensive instruments to prosecute organized exploitation networks and ensuring a more rigorous legal response to trafficking offenses.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Journal:
Adiansyah Nurahman and Eko Soponyono, Asas keseimbangan dalam rancangan kitab undang-undang hukum pidana sebagai upaya pembaharuan hukum pidana yang berkeadilan, Pandecta Research Law Journal, Vol 14, No 2 (2019);
Dicki Agri Kurniawan and Zainal Arifin Hoesein, Rekonstruksi Pemidanaan Korporasi Dalam Kejahatan Lingkungan Hidup Sebagai Langkah Strategis Pembaharuan Hukum Nasional, Judge: Jurnal Hukum, Vol 6, No 3 (2025);
Endi Arofa, Korporasi sebagai subjek hukum dan bentuk pemidanaannya dalam tindak pidana korupsi, Jurnal Suraya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum Dan Keadilan, Vol 5, No 1 (2018);
Gea Illa Sevrina, Kebijakan Kriminalisasi Terhadap Praktik Prostitusi di Indonesia, Law and Justice, Vol 5, No 1 (2020);
I. Made Dwi Cahya Prayogi Putra, Made Sugi Hartono, and I. Wayan Kertih, Analisis Yuridis UU No 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang Terkait Praktek Comercial Surrogate Mother Di Indonesia, Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, Vol 4, No 1 (2026);
Kukuh Dwi Kurniawan and Dwi Ratna Indri Hapsari, Pertanggungjawaban pidana korporasi menurut vicarious liability theory, Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Vol 29, No 2 (2022);
M. Ilham Wira Pratama, Kebijakan hukum pidana dalam penanggulangan tindak pidana perdagangan orang berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Jurnal Fakta Hukum, Vol 1, No 2 (2023);
Michael Adyhaksa Padang, Billi J. Siregar, and Rosmalinda, Keberpihakan Pemidanaan Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, Vol 4, No 2 (2024);
Muhammad Idris Nasution, Muhammad Ali, and Fauziah Lubis, Pembaruan Sistem Pemidanaan di Indonesia: Kajian Literatur atas KUHP Baru, Judge: Jurnal Hukum, Vol 5, No 1 (2024);
Pupu Sriwulan Sumaya, Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Kasus Perdagangan Orang Di Indonesia: Studi Kasus Implementasi UU Nomor 21 Tahun 2007, MANIFESTO Jurnal Gagasan Komunikasi, Politik, dan Budaya, Vol 2, No 1 (2024);
Sahat Maruli Tua Situmeang and Krusitha Meilan, Evolusi kejahatan dan pemidanaan: Tantangan dalam penegakan hukum dan penologi modern: The evolution of crime and punishment: Challenges in law enforcement and modern penology, Res Nullius Law Journal, Vol 7, No 2 (2025);
Book:
Alvi Syahrin, et al., 2023, Dasar-dasar Hukum Pidana: Suatu Pengantar (Buku Kesatu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), Merdeka Kreasi Group, Medan;
Barda Nawawi Arief, 2016, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru, Kencana, Jakarta;
Barda Nawawi Arief, 2017, Tujuan dan Pedoman Pemidanaan: Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang;
Bismar Nasution, 2013, Kejahatan Korporasi dan Tanggung Jawabnya Menurut Hukum Pidana, Refika Aditama, Bandung;
Dwidja Priyatno, 2004, Sistem Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Kebijakan Legislasi, Kencana, Jakarta;
Henny Nuraeny, 2022, Tindak pidana perdagangan orang kebijakan hukum pidana dan pencegahannya, Sinar Grafika, Jakarta;
Loebby Loqman, 2011, Kapita Selekta Tindak Pidana di Bidang Perekonomian, Datacom, Jakarta;
Muladi and Barda Nawawi Arief, 2010, Teori-Teori dan Kebijakan Pidana, PT Alumni, Bandung;
Nyoman Serikat Putra Jaya, 2008, Beberapa pemikiran ke arah pengembangan hukum pidana, Citra Aditya Bakti, Bandung;
Rena Yulia, 2010, Viktimologi: Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan, Graha Ilmu, Yogyakarta;
Romli Atmasasmita, 2017, Rekonstruksi Asas Tiada Pidana Tanpa Kesalahan: Gejala Perkembangan Hukum Pidana Transnasional, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta;
Romli Atmasasmita, 2017, Teori dan Kapita Selekta Kriminologi, Refika Aditama, Bandung;
Soerjono Soekanto, 2014, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Rajawali Pers, Jakarta;
Sutan Remy Sjahdeini, 2006, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Grafiti Pers, Jakarta;
Regulations:
Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code (Effective as of January 2, 2026);
Law Number 21 of 2007 concerning the Eradication of the Crime of Trafficking in Persons;
DOI: http://dx.doi.org/10.30659/icls.v6i1.54140
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Faculty of Law, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Indonesia
License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON THE LAW DEVELOPMENT FOR PUBLIC WELFARE (PICLDPW) has been indexed by National Acreditation and NELITI

Editorial Office: RUMAH JURNAL FH UNISSULA: 2nd Floor Imam As Syafei Building Faculty of Law Universitas Islam Sultan Agung. Jln. Kaligawe KM. 4, Semarang City, Central Java, Indonesia. Phone +62 24 6583584 Fax +62 24 6582455
Email: rumahjurnalfh@unissula.ac.id
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON THE LAW DEVELOPMENT FOR PUBLIC WELFARE (PICLDPW) (ISSN : 2798-9313), This work is licensed under a Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0).











