Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Multikultural Pada Siswa DI SD EKA Tjipta Kapuas Hulu
Abstract
Proses pendidikan tak lepas dari peran guru sebagai figur utama dalam memberi teladan bagi peserta didik. Proses pembentukan karakter manusia yang didominasi dengan jalan pendidikan juga tak akan pernah lepas dari peran seorangguru dalam menahkodai jalannya pembelajaran. Sehingga dalam hal ini, pendidikan juga semestinya mengusung pembelajaran yang dapat menciptakan kebiasaan baru, dalam upaya menumbuhkembangkan sikap toleransi kepada peserta didik. Sehingga pendidikan Agama yang berwawasan multikultural dapat dijadikan salah satu solusi dalam mengembangkan karater peserta didik yang inklusif dan toleran terhadap perbedaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan nilai-nilai multikultural di Sd Eka Tjipta Kapuas Hulu. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan nilai multikultural terutama nilai toleransi. Dalam ajaran Islam pendidikan mutikultural ini tidak asing lagi, melainkan memang tertera jelas di dalam Al Qur’an dan Hadis Rasulullah Saw. Guru Pendidikan Islam hanya perlu menginternalisasikan ajaran multikultural dalam Al Qur’an dan Hadis serta mengintegrasikannya ke kehidupan siswa. Dengan adanya nilai multikultural terutama nilai toleransi pada peserta didik, maka peserta didik akan mampu berkehidupan sosial dan saling menghargai dan menghormati antar sesama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sementara teknik penjamin keabsahan data menggunakan triagulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Guru PAI dalam menumbuhkan nilai-nilai Multikultural terhadap pengembangan sikap toleransi di SD Eka Tjipta Kapuas Hulu sudah baik. dapat dilihat dari beberapa perannya sebagai berikut: (a) Memupuk Budaya Toleransi, (b) Menanamkan Sikap No Rasis, (c) Morning Meeting (Pembiasaan), dan (d) Memberi Perlakuan sama Terhadap Perbedaan Kemampuan dan Gender. Selain itu, penulis mengidentifikasi beberapa faktor yang mendukung Guru PAI ketika menjalankan tugasnya sebagai pendidik, pengajar, pembimbing dan pelatih dalam menerapkan pendidikan multikultural yaitu: (a) Fasilitas Ruang Ibadah, (b) Guru dari Berbagai Agama, (c) Buku Pendukung, (d)Kultur Warga Sekolah SD Eka Tjipta Kapuas Hulu. Sedangkan faktor yang menghambat Guru PAI dalam menjalankan pendidikan multikultural adalah sebagai berikut: (a) Kepribadian Guru, (b) Anak yang terlalu nyaman dengan kultur sekolah, dan (c) Orang tua yang menuntut penambahan pembelajaran Agama.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdul Wahid, (2016), Pluralisme Agama, Mataram: LEPPIM
Askhabul Kirom, (2017). “Peran Guru dan Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran BerbasisMultikultural,” Al-Murabbi Vol. 03, No. 01. Desember
Ahamd Tafsir, (2013). Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Abu Achmadi Cholid Narbuko, (2016). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Atmi Pertiwi. “Tawuran Mahasiswa dan Pelajar” www.tempo.com. dalam Ainul Yaqin, (2005). Pendidikan Multikultural;Cross-culture Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media
Andrea Lidwina, (20200. “Intoleransi, Pelanggaran Kebebasan Beragama Tebanyak Dilakukan Aktor Non-Negara” dalam databooks.katadata.co.id., Diakses Pada: 17 Sebtember
Abdurrahmansyah,(2017) “Pendidikan Multikultural Dalam Desain Kurikulum dan Pembelajaran Keagamaan Islam,” dalam Jurnal Madania, Vol. 21, No. 1, Juni 2017.
Abdur Rahman Assegaf, (2011) Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Rajagrafindo.
DOI: http://dx.doi.org/10.30659/budai.4.2.1-10
Refbacks
- There are currently no refbacks.
View My Stats
