Reconceptualization of the Separation of Executive and Judicial Powers in the Execution of Mortgage right in Indonesia
Abstract
The practice of mortgage execution in Indonesia demonstrates an overlapping authority between the executive and judicial branches of power. Article 6 of the Mortgage Law, which provides the basis for creditors to carry out parate execution directly through the KPKNL as an executive organ, conflicts with Article 224 HIR/258 RBg, which places fiat execution as a condition for executing mortgage execution. This inconsistency in norms creates uncertainty in the execution of collateral objects and obscures the principle of separation of powers, which is the foundation of the rule of law. This article aims to reanalyze the configuration of the authority relationship between the executive and the judiciary in mortgage execution, by examining the theoretical aspects of separation of powers and its application in the parate execution mechanism. Using a normative-juridical study, combining legislative, conceptual, and case-based approaches, the research finds that the dualism of execution authority creates a contradiction between the lex specialis norm and the formalistic judicial mechanism. As a result, further disputes often arise, legal protection is suboptimal for the parties, and the effectiveness of execution is hampered. A reconceptualization of the relationship between the executive and judiciary in the execution of mortgage rights is needed through harmonization and synchronization of norms, clarification of the roles of state institutions, and strengthening of preventive and repressive protection mechanisms. This reorientation is necessary to ensure that execution can proceed simply, quickly, and reliably without neglecting the proportional separation of powers in Indonesia.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Acton, Lord. (1887). Power tends to corrupt. A Letter to Bishop Mandell Creighton, April, 3.
Arba, H. M., SH, M., Mulada, D. A., & SH, M. H. (2021). Hukum Hak Tanggungan: Hak Tanggungan Atas Tanah dan Benda-Benda Diatasnya. Sinar Grafika (Bumi Aksara).
Atikah, N. (2022). Kedudukan Surat Keterangan Tanah sebagai Bukti Kepemilikan Hak Atas Tanah dalam Sistem Hukum Pertanahan Indonesia. Notary Law Journal, 1(3), 263–289.
Attamimi, A. H. S. (1990a). Peranan keputusan presiden Republik Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahan negara: suatu studi analisis mengenai keputusan presiden yang berfungsi pengaturan dalam kurun waktu Pelita I-Pelita IV. Fakultas Pascasarjana, Universitas Indonesia.
Attamimi, A. H. S. (1990b). Peranan keputusan presiden Republik Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahan negara: suatu studi analisis mengenai keputusan presiden yang berfungsi pengaturan dalam kurun waktu Pelita I-Pelita IV. Fakultas Pascasarjana, Universitas Indonesia.
Badan Pengakajian MPR RI. (2017). Check and Balances Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Badan Pengakajian MPR RI.
Bagir Manan. (2004). Sistem Peradilan Berwibawa Suatu Pencarian. FH UII Press.
Bagir Manan. (2006). Lembaga Kepresidenan, Cetakan Ketiga. FH UII Press.
Bagir Manan. (2012). Membedah UUD 1945, cet. Pertama. Tim UB Press.
Bela, A. N., & Leviza, J. (2022). Perlindungan Hukum Pemenang Lelang (online) Hak Tanggungan Di KPKNL Medan Berdasarkan Risalah Lelang Nomor 132/04/2019. Jurnal Hukum Al-Hikmah: Media Komunikasi Dan Informasi Hukum Dan Masyarakat, 3(2), 326–357.
Ekwanto, H. N., Maryano, M., & Hutomo, P. (2025). PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMENANG LELANG ATAS TANAH SEBAGAI OBJEK LELANG YANG TIDAK DAPAT DINIKMATI. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(8), 3609–3620.
Habibah, S., Widyaningrum, N. A., Rizky, A. M., Angelica, D., & Hernando, F. A. (2025). IMPLEMENTASI KONSEP CHECK AND BALANCE PETER L. STRAUSS DALAM SISTEM KELEMBAGAAN INDONESIA. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(1).
Hasyimzoem Yusnani, dkk. (2017). Hukum Pemerintahan Daerah. Rajawali Pers.
Ismoyo, J. D., Apriyanto, A., Harryanti, T., & Judijanto, L. (2025). Teori Negara Hukum Modern. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Jimly Asshiddiqie. (2005). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Konstitusi Press.
Jufri, S., Borahima, A., & Said, N. (2020a). Pelaksanaan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Melalui Balai Lelang. Jurnal Ilmiah Dunia Hukum, 4(2), 95–107.
Jufri, S., Borahima, A., & Said, N. (2020b). Pelaksanaan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Melalui Balai Lelang. Jurnal Ilmiah Dunia Hukum, 4(2), 95–107.
Korompot, S. R. (2023a). Analisis Yuridis Parate Eksekusi Dalam Pasal 6 Undang-Undang Tentang Hak Tanggungan Yang Bertentangan Dengan Pasal 224 Hir. At-Tanwir Law Review, 3(2), 217–231.
Korompot, S. R. (2023b). Analisis Yuridis Parate Eksekusi Dalam Pasal 6 Undang-Undang Tentang Hak Tanggungan Yang Bertentangan Dengan Pasal 224 Hir. At-Tanwir Law Review, 3(2), 217–231.
L.J Van Apeeldoorn. (1997). Pengantar Ilmu Hukum (Inleiding Tot De Studie Van Het Nederlandse Recht, diterjemahkan oleh Oertid Sadino, cetakan 14. Paramita.
Maria Farida Indrati S. (2007). Ilmu Perundang-undangan : Jenis, Fungsi, dan Materi Muatan. Kanisius.
Menyoal Fungsi Legislasi Pasca Amandemen UUD 1945. (n.d.).
Nugrohandini, D., & Mulyati, E. (2019). Akibat Hukum Gugatan Dan Perlawanan Terhadap Lelang Eksekusi Hak Tanggungan. Jurnal Bina Mulia Hukum, 4(1), 35–52.
Nugroho, W. C. (2022a). Jaminan Kredit Dengan Pembebanan Hak Tanggungan Atas Objek Tanah Pada PT. Bank Jatim. Jurnal Hasil Penelitian, 7(1).
Nugroho, W. C. (2022b). Jaminan Kredit Dengan Pembebanan Hak Tanggungan Atas Objek Tanah Pada PT. Bank Jatim. Jurnal Hasil Penelitian, 7(1).
Onassis, I. (2024). Kekuatan Hukum Parat Eksekusi Hak Tanggungan atas Sita Jaminan Tanah dan Bangunan berdasarkan Perjanjian Kreditur dan Debitur. Jurnal Kliendi Law, 1(1), 1–33.
Oroh, A. N., Prasetyo, D. A., & Kumala, Y. C. (2025). Perlindungan Hukum terhadap Pembeli Lelang Eksekusi Hak Tanggungan yang Tidak Dapat Menempati Objek Lelang Dikarenakan Adanya Perlawanan Hukum dari Debitur. Themis: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 74–82.
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 123/Pdt.G/2023.
Resti, D., Cantika, A. P., Tahir, A., Fauzan, M. R., Al-Mutaqin, M. B., Agustin, K. R., & Ilyanawati, R. Y. A. (2025). Hak Tanggungan (Pengertian, Sejarah, Landasan Hukum, Jenis, Proses Pembuatan dan Penghapusan Hak Tanggungan). Karimah Tauhid, 4(4).
Robert Bonar. (n.d.). Lelang Pasal 6 UUHT dan Lelang Berdasarkan Title Eksekutorial.
Rosari, L. K. P., Koeswahyono, I. N., & Wisnuwardhani, D. A. (2022). Implikasi yuridis parate eksekusi obyek hak tanggungan. Jurnal Cakrawala Hukum, 13(1), 68–77.
Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah. (n.d.-a).
Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah. (n.d.-b).
UU No. 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah.
Webinar Konstitusi Bahas Prinsip Checks and Balances dan Independensi MK. (n.d.).
DOI: http://dx.doi.org/10.30659/akta.v13i1.49151
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Akta has been indexed by:
Editorial Office: Jurnal Akta Room 2nd Floor Imam As Syafei Building Faculty of Law Universitas Islam Sultan Agung. Jln. Kaligawe KM. 4, Semarang City, Central Java, Indonesia.












