An Analysis of the Psychosocial Impact of Unreported and Late-Reported Sexual Crimes on Victims in Indonesia

Sudarno Sudarno, Nemos Muhadar, Rahel Stevani Sulo, Mauren Cristina Lasmono

Abstract


This study examines the psychosocial impact of unreported and late-reported sexual crimes and their implications for victims’ recovery and rehabilitation in Indonesia. Delayed reporting intensifies psychological harm and contributes to long-term conditions that hinder individual functioning and social reintegration. Employing an empirical juridical approach through a systematic literature review and in-depth interviews with law enforcement officials, this study finds that delayed reporting exacerbates trauma manifestations, including post-traumatic stress disorder, depression, and anxiety, while reinforcing social withdrawal. Data from the South Sulawesi Regional Police indicate that approximately 99% of reported sexual violence cases were reported late, demonstrating a strong associatFion between delayed reporting and prolonged rehabilitation. Furthermore, Makassar City Police data (January–August 2024) show that only 2.2% of reported cases reached the prosecution stage (P21), while 32.6% were terminated (SP3) due to evidentiary constraints commonly associated with late reporting. The enactment of Law Number 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes represents a significant advancement through its victim-centered approach, expanded definitions of sexual violence, and recognition of alternative forms of evidence. Nevertheless, its effectiveness remains limited by evidentiary challenges and socio-cultural barriers, particularly the Siri’ norm. This study concludes that the success of the UU TPKS depends on integrated institutional implementation and broader cultural transformation.

Keywords


Psychosocial Impact; Sexual Crimes; Sexual Violence Law; Unreported Crimes; Victim Protection.

Full Text:

PDF

References


Sulistiyono, Adi. “Reformasi Hukum Acara Pidana dan Perlindungan Korban,” Jurnal Rechtsvinding 9, no. 1 (2020): 1–18.

Bakry, Askia Ul Haq, Putri Ghina Arizqia, Thifany Rizky Putri Dahily, Raini Hasna, Risma Yanti, and Netty Herawati. “Fenomena Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Islam di Kota Langsa.” Jurnal Kesehatan Tambusai 6, no. 1 (2025): 2891–2899.

Biderman, Alfred, dan Albert J. Reiss Jr. “On Exploring the ‘Dark Figure’ of Crime.” The Annals of the American Academy of Political and Social Science 374, no. 1 (1967): 1–15.

Briere, John N., dan Diana M. Elliott. “Immediate and Long-Term Impacts of Child Sexual Abuse.” The Future of Children 4, no. 2 (1994): 54–69.

Budiarti, W. “Kekerasan Seksual di Indonesia: Analisis Data dan Tantangan Sistem Hukum.” Jurnal Hukum dan Peradilan 9, no. 3 (2020): 435–450.

Dworkin, Emily R., Suvarna V. Menon, Jonathan Bystrynski, and Nicole E. Allen. "Sexual assault victimization and psychopathology: A review and meta-analysis." Clinical psychology review 56 (2017): 65-81.

Faradilla, Anisa, Sutiawati Sutiawati, and Andika Prawira Buana. "Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Pelecehan Seksual di Kota Makassar." Legal Dialogica 1, no. 1 (2025).

Fraser, Brittany M., Elisa Pica, dan Joanna D. Pozzulo. “The Effect of Delayed Reporting on Mock-Juror Decision-Making in the Era of #MeToo.” Journal of Interpersonal Violence 37, nos. 13–14 (2021): NP11791–NP11810.

Hartanto, Dadang. “Stigma dan Dukungan Sosial bagi Korban Kekerasan Seksual.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 11, no. 1 (2020): 88–97.

Hasanah, Uswatun. “Implementasi UU TPKS dalam Perspektif Penegakan Hukum.” Jurnal Legislasi Indonesia 20, no. 3 (2023): 401–418.

Iqbal, Muhammad, Anis En Nabillah, Radhali Radhali, and T. M. Rafsanjani. "Penerapan Ilmu Forensik Dalam Pembuktian Tindak Pidana Kasus Kekerasan Seksual." Meukuta Alam: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 7, no. 1 (2025): 75-93.

Jina, Ruxana, and Leena S. Thomas. "Health consequences of sexual violence against women." Best practice & research Clinical obstetrics & gynaecology 27, no. 1 (2013): 15-26.

Kurniawan, A. T. “Persepsi Masyarakat terhadap Kekerasan Seksual dan Implikasinya pada Kebijakan Publik.” Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik 24, no. 1 (2020): 20–31.

Mulder, J., T. A. M. Teunissen, E. S. Pranger, A. Hiddink-Til, and A. L. M. Lagro-Janssen. "Reporting after sexual violence: The influence of victim, assault and perpetrator characteristics." Journal of forensic and legal medicine 79 (2021): 102076.

Nugroho, Haris. “Victim-Centered Justice dalam Penanganan Kekerasan Seksual.” Jurnal Hukum dan Peradilan 10, no. 2 (2021): 215–230.

Nitha, Fitha Ayun Lutvia, Ali Masyhar, Achmad Cholidin, M. Ridho Ilahi, and Amalina Zukhrufatul Bahriyah. "Optimalisasi Implementasi Uu Tpks: Tantangan Dan Solusi Dalam Upaya Penghapusan Kekerasan Seksual Di Indonesia." Masalah-Masalah Hukum 53, no. 1 (2024): 90-100.

Nurhayati, Tengku. “Model Pemulihan bagi Korban Kekerasan Seksual: Studi Kasus di Jawa Barat.” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 27, no. 3 (2021): 539–548.

Pica, Emily, Chelsea L. Sheahan, and Joanna D. Pozzulo. "The impact of delayed reporting, assault type, victim gender, and victim-defendant familiarity on mock-jurors’ judgments." Applied Psychology in Criminal Justice 16, no. 2 (2021): 258-271.

Prasetyo, T. “Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Kejahatan Seksual.” Jurnal Yudisial 13, no. 2 (2020): 157–172.

Putri, Anindita, Dinda Arini Persodo, Shafa Anjani Heri Nordi, Keysa Farhah, Widya Ayu Kemalasari, Jonathan Rahardian Susiloputra, Nadia Fadila Salma Setiadi. “Tinjauan Viktimologi terhadap Korban Kekerasan Seksual yang Rentan Hak dan Perlindungan Hukumnya.” Deposisi Widyakarya 3, no. 2 (2025): 194–209.

Rahayu, Dwi Putri “Kekerasan Seksual dan Pembuktian Psikologis dalam Hukum Pidana.” Amanna Gappa 30, no. 2 (2022): 145–160.

Rokhmadi, S. “Pembuktian dalam Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Tantangan Hukum Acara Pidana.” Jurnal Hukum & Pembangunan 51, no. 3 (2021): 567–584.

Schnittker, Jason. “What Makes Sexual Violence Different? Comparing the Long-Term Associations of Sexual and Non-Sexual Physical Violence with Psychological Distress.” SSM – Mental Health 2 (2022): 100055.

Sihombing, U. P. “Hak Korban dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia.” Jurnal HAM 10, no. 1 (2019): 45–62.

Suhita, Byba Melda, Novita Ratih, and Kurniawan Edi Priyanto. "Psychological impact on victims of sexual violence: Literature review." STRADA: Jurnal Ilmiah Kesehatan 10, no. 1 (2021): 1412-1423.

Suteki. “Budaya Hukum dan Hambatan Penegakan Hukum Kekerasan Seksual.” Masalah-Masalah Hukum 48, no. 3 (2019): 321–334.

Tama, A. W. “Analisis Hukum terhadap Penetapan Kasus Pelecehan Seksual di Bekasi Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.” Referendum: Jurnal Hukum Perdata dan Pidana 1, no. 4 (2024): 228–235.

Utami, Penny Naluri. “Pelaporan Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Faktor Penghambatnya.” Jurnal De Jure 21, no. 1 (2021): 89–104.

Wahidin, Ulayat. “Dampak Kekerasan Seksual terhadap Kesehatan Mental Korban: Studi di Bandung.” Jurnal Psikologi Ulayat 6, no. 2 (2019): 123–134.

Agus Salim, Sudarno, dan Muhadar. Aspek Kriminologis Sanksi Pidana Kebiri Kimia Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak. Jakarta: Karya Bakti Makmur Indonesia, 2023.

Christie, Nils. “The Ideal Victim.” Dalam From Crime Policy to Victim Policy, disunting oleh Ezzat A. Fattah, 17–30. London: Macmillan, 1986.

Herman, Judith Lewis. Trauma and Recovery: The Aftermath of Violence. New York: Basic Books, 1992.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2010.

Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM). Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024. Jakarta, 2024.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Catatan Tahunan (CATAHU) Kekerasan terhadap Perempuan: Membuka Ruang, Memberi Suara. Jakarta, 2020.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017–2045. Edisi 28 Februari 2017.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengayoman UNPAR. Transformasi Hukum bagi Perlindungan Perempuan di Indonesia Pasca Sahnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). 2022.

Tavarez, L. P. Waiting to Tell: Factors Associated with Delays in Reporting Sexual Violence. Tesis, City University of New York, 2021.

Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.




DOI: http://dx.doi.org/10.26532/jph.v13i1.48628

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0


Jurnal Pembaharuan Hukum Indexed by :

google_scholar onesearch crossref garuda base dimension DOAJ sinta
Jurnal Pembaharuan Hukum  
Faculty of Law, UnissulaCopyright of Jurnal Pembaharuan Hukum
Jalan Kaligawe Raya KM.4, Terboyo Kulon, Genuk,ISSN 2580-3085 (Online) ISSN 2355-0481 (Print)
Semarang, Central Java, Indonesia, 50112JPH is licensed under a