PENGARUH SEKSISME DAN HARGA DIRI TERHADAP SELF OBJECTIFICATION PADA MAHASISWI

Wachidatul Zulfiyah, Fathul Lubabin Nuqul

Abstract


Penampilan fisik merupakan hal yang penting bagi perempuan, karena perempuan akan merasa sukses sebagai perempuan yang ideal apabila ia dapat menampilkan tubuh yang cantik. Adanya self objectification memungkinkan terjadinya pementingan terhadap aspek fisik yang tampak dibandingkan aspek kompetensi fisik yang tidak tampak dalam menentukan kualitas tubuh seseorang.  Penyematan kata cantik bisa menjadi suatu hal yang merendahkan perempuan karena tidak menghargai perempuan dalam kapasitas yang sebenarnya, melainkan hanya menghargai kecantikan yang dimilikinya bukan karena prestasi, pekerjaan, ataupun pemikirannya. Hal ini dapat menimbulkan diskriminasi terhadap perempuan dikarenakan perbedaan gender (sexism). Terjadinya self objectification disebabkan oleh rendahnya kepuasan terhadap kondisi fisik serta kurang memiliki perasaan berharga (self esteem) akan penampilan fisik yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa sexism dan self esteem mempengaruhi self objectification. Subjek dalam penelitian ini ialah mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya sebanyak 299 orang. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini ialah skala The Objectified Body Consciousness Scale untuk mengukur self objectification, The Ambivalent Sexism Inventory untuk mengukur sexism, dan Multidimensional Self Esteem Inventory untuk mengukur self esteem. Hasil penelitian menunjukkan sexism baik hostile sexism maupun benevolent sexism memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap terjadinya self objectification. Sedangkan self esteem tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap self objectification

Keywords


self objectification; sexism; self esteem.

Full Text:

PDF

References


Bonnita, A., Sarwono, S. W., & Novianti, A. (2006). Sumbangan Prasangka Gender Pada Sikap Bawahan Terhadap Manajer Perempuan. Jurnal Psikologi Sosial, Vol.12, No.3, Hal.169-180.

Choma, B. L., Visser, B. A., Pozzebon, J. A., Bogaert, A. F., Busseri, M. A., & Sadava, S. W. (2010). Self Objectification, Self Esteem, and Gender: Testing a Moderated Mediation Model. Sex Roles, Vol. 63, Hal. 645-656.

Coopersmith, S. (1967). The Antecendent Of Self Esteem. San Fransisco: Freeman and Company.

Droney, J. M., & Brooks, C. I. (1993). Attributions of Self Esteem as a Function of Duration of Eye Contact. The Journal of Social Psychology , Vol. 133, No. 5, Hal. 715-722.

Fredrickson, B. L., & Roberts, T.-A. (1997). Objectification Theory: Toward Understanding Women's Lived Experiences and Mental Health Risks. Psychology of Women Quarterly, 173-206.

Glick, P., & Fiske, S. T. (1996). The Ambivalent Sexism Inventory: Differentiating Hostile and Benevolent Sexism. Journal of Personality and Social Psychology, 491-512.

Hermawan, H., & Hamzah, R. E. (2017). Objektifikasi Perempuan dalam Iklan Televisi: Analisis Lintas Budaya terhadap Iklan Parfum Axe yang Tayang di Televisi Indonesia dan Amerika Serikat. Jurnal Kajian Media, Vol. 1, No. 2, Hal. 166-176.

Kayla, K. (2017, November 9). Arahjuang. Retrieved Januari 20, 2019, from www.arahjuang.com: http://www.arahjuang.com/2017/11/09/kontrol-seksisme-terhadap-tubuh-perempuan-dan-hak-atas-reproduksi/

McCroskey, J. C., & McCain, T. A. (1972). The Measurement of Interpersonal Attraction. the Western Speech Communication Association Convention (pp. 1-7). Honolulu, Hawaii: U.S Departement of Health, Education & Welfare Office of Education.

McKay, T. (2013). Female Self-Objectification: Causes, Consequences, and Prevention. McNair Scholars Research Journal, 53-70.

McKinley, N. M., & Hyde, J. S. (1996). The Objectified Body Consciousness Scale. Psychology of Women Quarterly, 181-215.

Nuqul, F. L. (2014). Peran Lama Pidana, Usia Pelaku, dan Tekanan Waktu Terhadap Penilaian Keadilan Pemidanaan Pelaku Pemerkosaan Anak. Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Ramadhanty, C. B. (2018). Women Objectification In Austen And Grahamesmith's Pride And Prejudice And Zombies: The Graphic Novel. Surabaya: Universitas Airlangga.

Ratih, M. F. (2015). Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Objektifikasi Diri Pada Perempuan Dewasa Awal. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Rohmah, F. A. (2004). Pengaruh Pelatihan Harga Diri Terhadap Penyesuaian Diri Pada Remaja. Humanitas: Indonesian Psychologycal Journal, 53-63.

Salama, N. (2013). Seksisme Dalam Sains. Jurnal Sawwa, Vol. 8, No. 2, Hal. 311-322.

Strelan, P., Mehaffey, S. J., & Tiggemann, M. (2003). Self Objectification and Self Esteem in Young Women: The Mediating Role of Reasons for Exercise. Sex Roles, Vol. 48, No. 1/2, Hal. 89-95.

Syata, N. (2012). Makna Cantik di Kalangan Mahasiswa Dalam Perspektif Fenomenologi. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Tiska, S. Y. (2012). Hubungan Antara Kesepian dan Kebutuhan Afiliasi Pada Remaja Akhir yang Senang Clubbing. Depok: Universitas Gunadarma.

Winarni, R. W. (2010). Representasi Kecantikan Perempuan Dalam Iklan. Deiksis, Vol. 02, No. 02, Hal. 134-152 .

Worotitjan, H. G. (2014). Konstruksi Kecantikan Dalam Iklan Kosmetik Wardah. Jurnal E-Komunikasi, Vol. 2, No. 2, Hal. 1-10




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jp.14.1.1-11

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Proyeksi by http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/proyeksi/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stat