RESILIENSI SINGLE MOTHER PASCA PERCERAIAN

Vera Sissilia, Falasifatul Falah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi single mother pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis.  Subjek penelitian ada tiga orang wanita single mother. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Metode yang digunakan untuk pengambilan data adalah metode wawancara. Keabsahan data menggunakan uji transferabilitas dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian diketahui bahwa perceraian yang dialami subjek merupakan jalan terbaik bagi subjek, menjadi seorang single mother bukanlah hal yang mudah dikarenakan adanya permasalahan yang harus dihadapi seperti dampak pada anak, keluarga dan sosial. Resiliensi pada single mother dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling melengkapi. Dukungan anak-anak, keluarga serta hubungan sosial yang baik dengan orang lain sangat mempengaruhi proses resiliensi subjek. Gambaran resiliensi para subjek sangat baik karena mencapai pada tahap yang sesuai dengan aspek resiliensi. Penemuan yang tidak ada dalam teori resiliensi menyatakan bahwa religiusitas tinggi dapat mendukung dan mengembangkan resiliensi dengan optimal

Keywords


Resiliensi; single mother; pasca perceraian

Full Text:

PDF

References


Creswell. (2002). Qualitative Inquiry and Research Design Choosing Among Five Traditions. London: SAGE Publication.

Grothberg, E. (1995). A Guide to Promoting Resilience in Children: Strengthening the Human Spirit. The Series Early Childhood Development : Practice and Reflections. Denhaag: Benard Van Leer.

Hurlock, E. B. (2004). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Kartono. (2003). Psikologi Wanita : Mengenal Wanita Sebagai Ibu dan Nenek. Bandung: Mandar Maju.

Mulyana, D. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. M. (2011). Resiliensi Daya Pegas Menghadapi Trauma Kehidupan. Medan: USU Press.

Prodjodikoro, W. (1960). Hukum Perkawinan Di Indonesia. Jakarta.

R, S. (2016, 8 10). (V. Sissilia, Interviewer)

Revich, K. &. (2002). The resilience factor : 7 essential skill for overcoming life’s inevitable abstacle. New York: Random House inc.

Siebert. (2005). The Resiliency Advantage. San Fransisco: Berrett-Koehler Publishers.

Stahl, P. M. (2000). Parenting After Divorce " A Guide to Resolving Conflics and Meeting Your Children's Needs". America: Impact Publishers, Inc.

Sugiyono. (2007). Statistika Untuk Penelitian, Cetakan Keduabelas. Bandung: Alfabet .

Sukmadinata, N. S. (2007). metodologi Penelitian Pendiidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sutatminingsih, M. R. (2009). Perceraian Dan Penyesuaiannya. Retrieved from http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3652/3/09E01770.pdf.txt

W, S. (2016, 8 11). (V. Sissilia, Interviewer)

Walgito, P. D. (2004). Bimbingan Dan Konseling Perkawinan. Yogyakarta: ANDI.

Y, S. (2016, 8 16). (V. Sissilia, Interviewer)




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jp.13.1.68-77

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Proyeksi by http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/proyeksi/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stat