Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Matematika dengan Mengembangkan Ketrampilan Berpikir Kritis sebagai Salah Satu Upaya untuk Meningkatkan Jiwa Nasionalisme Siswa SMA Negeri 1 Ungaran

Herlian Dessi Kusumawati, Mohamad Aminudin

Abstract


Permendikbud nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan menegaskan lulusan yang dihasilkan salah satunya memiliki ketrampilam berpikir kritis. Orang yang memiliki ketrampilan berpikir kritis mampu meyelesaikan masalah dengan tepat, karena mereka tahu setiap pertanyaan pada tiap tahapan ketika mereka mencoba belajar sesuatu atau untuk menyelesaikan permasalahan, mereka tahu informasi apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Masalahnya adalah ketrampilan berpikir kritis tidak dengan tiba-tiba tumbuh dan berkembang pada peserta didik. Namun ketrampilan berpikir kritis harus dirangsang setiap saat yaitu dengan mengembangkannnya pada pembelajaran di kelas. Dengan demikian pembelajaran matematika di kelas harus mampu mengasah dan menguatkan ketrampilan berpikir kritis peserta didik. Berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus pada penentuan apa yang harus dipercaya atau lakukan. Disposisi (watak) berpikir kritis menurut Ennis (1996) adalah peduli bahwa kenyakinannya benar dan keputusan yang diambil telah melalui proses justifikasi, menampilkan kejujuran, peduli dengan martabat dan nilai setiap orang. Watak yang ke dua dan ke tiga mencerminkan pendidikan karakter yang kuat dan hal ini sejalan dengan permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Salah satu nilai substansial pendidikan karakter adalah mengajarkan kebiasaan berpikir dan berbuat yang membantu orang hidup dan bekerja bersama-sama sebagai suatu masyarakat dan bangsa.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.