REALISASI FRASA ATRIBUTIF DALAM NOVEL “NEGERI PARA BEDEBAH” KARYA TERE LIYE DALAM MATERI AJAR MENYUNTING FRASE

Oktarina Puspita Wardani, Turahmat Turahmat

Abstract


Frase dibagi atas dua jenis, yaitu frase endosentris dan eksoosentris. Penelitian ini akan mendeskripsakan frase endosentris atributif . Adapun tujuan penelitian ini, yaitu untuk merealisasikan frasa endosentris atributif dalam Novel “Negeri Para Bedebah” karya Tere Liye dalam materi ajar menyunting frase Siswa kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode deskripsi kualitatid. Metode ini  dilakukan tanpa menggunakan angka statistik. Data penelitian ini berupa kata dan frase. Sumber data penelitian ini ialah novel dengan judul “Negeri para Bedebah” karya dari Tereliye. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik baca dan catat. Peneliti membaca dengan teliti novel yang dianalusus kemudian mencatat data frase andosentris atributif yang ditemukan dalam novel. Analisis data menggunakan deskripsi. Hasil penelitian disampaikan dalam artikel ini sebagai sampel adalah 30 data. Data tersebut dimaksudkan agar  dapat  direalisasikan dalam  pembelajaran Bahasa  Indonesia. Materi  yang  dapat direalisasikan adalah menyunting frase. Realisasi hasil analisis frasa endosentris atributif dalam pembelajaran dapat diaplikasikan dalam materi ajar menyunting frase. Guru dapat menggunakan hasil analaisis sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran yang disampaikan dalam rencana pembelajaran. Dalam artikel ini hanya beberapa data frase endosentris atributif yang digunakan dalam re alisasi dalam pembelajaran.

 


Keywords


frase endosentris atributif; menyunting frase; dan novel negeri para bedebah



DOI: http://dx.doi.org/10.30659/j.8.2.137-147

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia is published by Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Islam Sultan Agung, Indonesia.