Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kecurangan (Fraud) untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs)

Erna Sudarmawanti, Fudji Sri Mar'ati, Budi Riyanti

Abstract


Abstrak

            Kecurangan (fraud) yang ada di sektor pemerintahan merupakan adanya persepsi dari para pegawai di instansi pemerintahan tentang kecurangan (fraud) yang sering terjadi. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana pengaruh keadilan organisasi, kepatuhan sistem pengendalian dan komitmen organisasi terhadap kecurangan (fraud). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi kecurangan. Kecurangan dipengaruhi oleh keadilan organisasi, kepatuhan sistem pengendalian internal dan komitmen organisasi. Sample dalam penelitian ini adalah 184 data pegawai yang aktif bekerja di Dinas se-Kota Salatiga. Pegawai tetap yang dimaksud adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetap yang bekerja di Dinas se-Kota Salatiga. Pencarian data dengan menyebar kuesioner diberikan kepada pegawai yang aktif bekerja di Dinas se-Kota Salatiga. Alat yang digunakan sebagai pengukuran dan pengumpulan data berupa angket, seperangkat soal tes, lembar observasi dan sebagainya. Teknik analisis yang digunakan adalah program SPSS 25 dengan analisis regresi berganda.

            Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keadilan organisasi dan kepatuhan system pengendalian internal berpengaruh positif signifikan terhadap kecurangan sedangkan komitmen organisasi berpengaruh negatif signifikan terhadap kecurangan.

 

Kata Kunci : Keadilan Organisasi, Kepatuhan Sistem Pengendalian Internal dan Komitmen Organisasi.


Full Text:

PDF

References


REFERENCE

T. Antipova, “Fraud Prevention by Government Auditors,” Inst. Certif. Spec., no. June 2017, 2018, doi: 10.23919/CISTI.2017.7976024.

J. Maesschalck, “Towards a sound integrity framework: Instruments, processes, structures and conditions for implementation,” . Glob. Forum Public Governance. Paris, OECD., no. November 2008, 2009.

T. M. Tuanakotta, “Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif,” Jakarta Lemb. Penerbit Fak. Ekon. Univ. Indones. (LPFE UI), 2007.

C. Joseph, J. Gunawan, N. Madi, T. Janggu, M. Rahmat, and N. Mohamed, “Realising sustainable development goals via online integrity framework disclosure: Evidence from Malaysian and Indonesian local authorities,” J. Clean. Prod., vol. 215, pp. 112–122, 2019, doi: 10.1016/j.jclepro.2019.01.057.

M. A. Khalid, M. M. Alam, and J. Said, “Empirical assessment of good governance in the public sector of Malaysia,” Econ. Sociol., vol. 9, no. 4, pp. 289–304, 2016, doi: 10.14254/2071-789X.2016/9-4/18.

E. Oyamada, “Anti-corruption measures the Japanese way: prevention matters,” Univ. South Aust., vol. 4, no. 1, pp. 24–50, 2015.

H. Y. Prabowo and Suhernita, “Be Like Water : Developing a Fluid Corruption Prevention Strategy,” J. Financ. Crime, vol. 25 No. 4, no. 1359–0790, pp. 997–1023, 2017.

D. Rivest-Peltier, “A model for preventing corruption,” J. Financ. Crime, vol. 25 No. 2, no. 1359–0790, pp. 545–561, 2014.

Y. A. Sudibyo and S. Jianfu, “Institutional theory for explaining corruption: An empirical study on public sector organizations in china and Indonesia,” Corp. Ownersh. Control, vol. 13, no. 1CONT8, pp. 817–958, 2015, doi: 10.22495/cocv13i1c8p1.

Naseem et al., “Capital Structure and Corporate Governance,” J. Dev. Area, no. May, 2017.

P. J. DiMaggio and W. W. Powell, “The Iron Cage Revisited: Institutional Isomorphism and Collective Rationality in Organizational Fields,” Am. Sociol. Rev., vol. 48, no. 2, p. 147, 1983, doi: 10.2307/2095101.

C. Deegan, B. Gordon, C. Deegan, and B. Gordon, “Practices of Australian Corporations A Study of the Environmental Disclosure Practices of Australian Corporations,” Account. Bus. Res., no. February 2014, pp. 37–41, 2012, doi: 10.1080/00014788.1996.9729510.

A. Amran and S. S. Devi, “The impact of government and foreign affiliate influence on corporate social reporting: The case of Malaysia,” Manag. Audit. J., vol. 23, no. 4, pp. 386–404, 2008, doi: 10.1108/02686900810864327.

R. Christofel, “Moderasi Pengendalian Internal pada Hubungan Pengaruh Keadilan Organisasional terhadap Tingkat Kecurangan (Fraud).Skripsi.,” Semarang Fak. Ekon. UNDIP, 2010.

R. M. Steers, “Efektifitas Organisasi,” Jakarta: Erlangga., 1985.

Mulyadi, “Auditing, Edisi Keenam,” Jakarta PT. Bumi Perkasa, 2002.

J. A. Colquitt, “‘On the dimensionality of organizational justice: aconstruct validation of measure,’” J. Appl. Psychol., 2001.

COSO, “Enterprise risk management–integrated framework,” Comm. Spons. Organ., 2004.

N. Ferris, K. dan Aranya, “A Comparison of two organizational commitment scales,” Pers. Psychol., 1983.

F. Luthans, “Organizational Behavior,” Ninth Ed. McGraw-Hill Irwin., 2006.

Komite SPAP Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Standar Profesional Akuntan Publik,” Jakarta : Salemba Empat., 2001.




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/jai.11.1.14-25

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Akuntansi Indonesia has been indexed in

Google Scholar ID Garuda Ristekdikti ID Sinta Dikti DOAJ ID Dimensions ID OneSearch ID Base ROAD ID Crossref ID

Creative Commons License

P-ISSN : 0216-6747

E-ISSN: 2655-9552

Jurnal Akuntansi Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Contact Us

Jurnal Akuntansi Indonesia
Jl. Raya Kaligawe Km.4, Semarang 50112. Email: jai@unissula.ac.id.