Analisis Efektifitas Gerakan Sekolah Menyenangkan dalam Membangun Karakter Siswa di MI Soebono Mantofani

Wahyudi Wahyudi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menggali, mengkaji dan mendeskripsikan hasil dari implementasi metode  Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan pendidikan karakter. Penelitian di lakukan dengan melalui observasi, wawancara, survey, dan studi dokumentasi. Jumlah responden adalah 507 siswa yang terbagi menjadi 6 kelas. Kelas I sebanyak 77 orang, kelas II sebanyak 73 orang, kelas III seanyak 88 orang, kelas IV sebanyak 88 orang, kelas V sebanyak 88 orang, dan kelas VI 93 orang.  Teknik pemeriksaan keabsahan data di lakukan dengan teknik triangulasi. Implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan di lakukan melalui 5 zona : 1) zona emosi dengan nilai teredah di bulan Juli 77.66% dan tertinggi bulan Desember 96.69% , 2) zona kedatangan dengan nilai terendah pada bulan Juli 79.56%  dan tertinggi bulan Desember 97,72%, 3) zona kebaikan dengan nilai terendah pada bulan Juli 80.87% dan tertinggi 95.86%, 4) zona harapan dengan terendah pada bulan Juli 78.70% dan tertinggi bulan Desember 95.46% 5) zona literasi/ pojok baca dengan nilai terendah bulan Juli 74.55% dan tertinggi bulan Desember 91.90%. hasil tersebut lebih besar dari nilai predikat efektif 75% artinya hasil dari implementasi metode Gerakan Sekolah Menyenangkan adalah efektif di implementasikan di Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani.

 

This study aims to explore, examine and describe the results of the implementation of the Fun School Movement (GSM) method at Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani, South Tangerang City as an effort to support the success of character education. .The research was conducted through observation, interviews, surveys, and documentation studies. The number of respondens is 507 students which are divided into 6 classes. Class I as many as 88 people, class II as many as 73 people, class III as many as 88 people, class IV as many as 88 people, class V as many as 88 people, and class VI as many as 93 people. The technique of checking the validity of the data is done by using the triangulation technique. .The implementation of the Fun School Movement is carried out through 5 zones: 1) the emotional zone with the lowest score in July 77.66% and the highest in December 96.69%, 2) the arrival zone with the lowest score in July 79.56% and the highest in December 97.72%, 3) zone of kindness with value.the lowest in July 80.87% and the highest 95.86%, 4) the hope zone with the lowest in July 78.70% and the highest in December 95.46% 5) the literacy/reading corner zone with the lowest value in July 74.55% and the highest in December 91.90%. The result is hihger than the predicate value75% effective means that the results of the implementation of the Fun School Movement method are effectively implemented in Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani.


Keywords


Character education; fun school movement

Full Text:

PDF

References


Anisa, A. R., A. A. Ipungkarti, D., & K. N. Saffanah. (2021). Pengaruh Kurangnya Literasi Serta Kemampuan Dalam Berpikir Kritis Yang Masih Rendah Dalam Pendidikan Di Indonesia. 1st National Conference on Education, System and Technology Information, 01(01), 1–4.

Berry, R. S. (1994). 100 Ideas That Work Discipline in The Classroom. ACSI publication.

Inanna, I. (2018). Peran Pendidikan Dalam Membangun Karakter Bangsa Yang Bermoral. JEKPEND: Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, 1(1), 27. https://doi.org/10.26858/jekpend.v1i1.5057

Lickona, T. (1995). Educating For Character. A Bantam Book.

Mahmudi. (2015). Manajemen Kinerja Sektor Publik. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Marzuki, A. &, & Maunah, B. (2015). Landasan Pendidikan Karakter Islam. Bumi Aksara.

Milles, M. (1984). Qualitative Data Analysis. Sage Publication.

Muslich, M. (2011). Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Bumi Aksara.

Satori, D., & Komariah, A. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Sjarkawi. (2008). Pembentukan Kepribadian Anak. Bumi Aksara.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta.

Suparlina, E., & Yundayani, A. (2019). Meningkatkan Keterampilan Speaking Siswa melalui Model Flipped Classroom. 1–10.




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/budai.1.2.98-108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.