TERAPI SUPORTIF UNTUK MENINGKATKAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID

Authors

  • Intan Ayu Lestari Fakultas Psikologi, Universitas Ahmad Dahlan
  • Nurul Hidayah Fakultas Psikologi, Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.30659/jp.18.2.226-236

Keywords:

ADL, skizofrenia paranoid, terapi suportif

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi suportif untuk meningkatkan activity daily living (ADL) pada pasien skizofenia paranoid. Subjek penelitian adalah pasien RSJ “X†di Jawa Tengah dengan usia 44 tahun berjenis kelamin laki-laki yang menunjukkan penurunan ADL setelah pulang dari rumah sakit. Terapi suportif diberikan secara individual sebanyak tiga kali pertemuan dengan menggunakan alat bantu jadwal harian dan penentuan tujuan jangka pendek. Skizofrenia paranoid subjek diukur dari asesmen dengan menggunakan observasi, wawancara dan tes psikologi. Penelitian ini menggunakan satu subjek penelitian dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektivitas terapi suportif untuk meningkatkan ADL pada pasien skizofenia paranoid. Tingkat ADL subjek menunjukkan perubahan dari sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi. Terdapat perubahan skor GAF dari 40-31 (beberapa disabilitas dalam hubungan dengan realita dan komunikasi, disabilitas berat dalam beberapa fungsi) dan setelah dilakukan intervensi meningkat menjadi 60-51 (gejala sedang/moderate, disabilitas sedang).

Author Biographies

  • Intan Ayu Lestari, Fakultas Psikologi, Universitas Ahmad Dahlan
    Magister Profesi Psikologi Klinis
  • Nurul Hidayah, Fakultas Psikologi, Universitas Ahmad Dahlan
    Magister Profesi Psikologi Klinis

References

Cowan & Kandel. (2001). Psychology of Adjustment 2nd Edition. New Jersey: Prentice.

Dogra, M. (2009). An exploratory study on the effect of "Activity Scheduling" on the negative symptoms of patients with Schizophrenia in Psychiatry ward, Nehru Hospital, PGIMER, Chandigarh. Nursing and Midwifery Research Journal, 5(2), 107-115.

Emilyani, D. (2014). Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Terhadap Kemandirian Pasien Skizofrenia Yang Mengalami Defisit Perawatan Diri Di Rumah Sakit Jiwa Propinsi NTB. Jurnal Medika Bio Sains, 2(2), 171–180.

Fitriani, A. (2018). Psikoterapi Suportif Pada Penderita Skizofrenia Hebefrenik. Proyeksi, 13(2), 123–133. https://doi.org/10.30659/jp.13.2.123-133

Hardiywinoto & Setiabudi. (2005). Panduan Gerontologi. Jakarta: Gramedia

Infodatin. (2018). Kementrian Kesehatan. Retrieved from Pudatin Kemenkes: https://pusdatin.kemkes.go.id

Madalis, S., Bidjuni, H., & Wowiling, F. (2015). Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan pada Pasien Gangguan Jiwa (Defisit Perawatan Diri) terhadap Pelaksanaan ADL (Activity Daily Living) Kebersihan Gigi dan Mulut di RSJ Prof. Dr. V. L Ratumbuysang Ruang Katrili. ejournalKeperawatan, 3(2), 1–8.

Maharani, M. (2021). Schedulling activity untuk meningkatkan aktivitas sehari-hari penderita skizofrenia. Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 9(3), 100–106. https://doi.org/10.22219/procedia.v9i3.16458

Markum, H. M. (2011). Penuntun Anamnesis dan pemeriksaan fisik. Jakarta: Internal Publishing.

Miranti, D., Pratikno, H., Pumpungan, M., & Surabaya, K. (2019). Supportive Therapy Sebagai Media Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Pasien Skizofrenia Paranoid. Seminar Nasional Multidisiplin 2019, ISSN : 2654-3184, 173–179.

Mubin, M. F. (2015). Faktor Risiko Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia Paranoid. Jurnal Keperawatan Jiwa, 3(2), 137–140.

Palmer, Stephen (2011). Introduction To Counselling and Psychoterapy: The Essential Guide (Konseling dan Psikoterapi), diterjemahkan oleh Sage Publication Ltd.Yogyakarta: Bandung

Rini, A. S. (2016). ADL untuk meningkatkan kemampuan rawat diri pada pasien skizofrenia tipe paranoid . Dinamika Penelitian, 16(2), 206-220.

Ropper, A. H., Marder, S. R., & Cannon, T. D. (2019). Schizophrenia NEJM Review Marder. N Engl J Med, 18, 1753–1761. https://doi.org/10.1056/NEJMra1808803

Sahabuddin, E., Agustang, A., Manda, D., & Oruh, S. (2020). Partisipasi Sosial Dalam Pemenuhan Activity Daily Living (Adl) Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Kota Makassar. Phinisi Integration Review, 3(2), 290. https://doi.org/10.26858/pir.v3i2.14922

Salsabila, I. (2022). Terapi Suportif untuk Mengurangi Perilaku Berdiam Diri Pada Penderita Skizofrenia. Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi, 10(4), 125–129. https://doi.org/10.22219/procedia.v10i4.19091

Sari, P. (2019). Dinamika Psikologi Penderita Skizofrenia Paranoid Yang Sering Mengalami Relapse. Psikoislamedia Jurnal Psikologi, 4(2), 124–136. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Psikoislam/article/view/5751

Yudhantara, S., & Istiqamah, R. (2018). Sinopsis Skizofrenia untuk Mahasiswa Kedokteran. Malang: UB Press.

Zahnia, S., & Sumekar, D. W. (2016). Kajian Epidemologis Skizofrenia. Majority, 5(4), 160-166.

Downloads

Published

2023-10-09