Praktik dan Pemaknaan Ruang Ketiga dalam Kehidupan Sehari-hari Generasi Z di Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.30659/jkr.v6i2.55967Abstrak
ABSTRACT
The growth of cafés, city parks, and other public spaces has increased the importance of third places in urban life. In the context of Makassar City, third places have become an important part of everyday life, particularly for Generation Z, whose activities tend to be flexible, dynamic, and integrated across productive, social, and personal dimensions. Although the concept of third places has long been recognized, understanding of how Generation Z utilizes and interprets these spaces in relation to spatial behavior remains limited. This study aims to explore the spatial practices and meanings of third places constructed through the everyday experiences of Generation Z in Makassar City. To achieve this objective, the study employs a Constructivist Grounded Theory approach, as it enables the development of conceptual understanding grounded in participants' experiences and explains how spatial practices and meanings are constructed through their interactions with third places in everyday life. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations involving Generation Z individuals who utilize third places in Makassar City. The findings reveal that spatial practices are flexible and overlap among productive, social, and personal activities. These practices are then constructed into meanings of space as a medium for emotional stabilization, productivity enhancement, and a stage for self-existence. The study demonstrates that, for Generation Z, third places function as a socio-spatial mechanism for regulating the rhythm of everyday urban life. Furthermore, spatial practices and meanings mutually shape one another within users’ experiences, leading third places to be understood as dynamic socio-spatial phenomena. This research highlights the importance of urban planning approaches that consider users’ experiences in utilizing and interpreting space contextually.
Keywords: Third Place; Generation Z in Makassar City; Practices and the Meaning of Space
ABSTRAK
Perkembangan kafe, taman kota, dan ruang publik lainnya telah meningkatkan peran ruang ketiga dalam kehidupan perkotaan. Dalam konteks Kota Makassar, ruang ketiga berkembang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Generasi Z yang memiliki kecenderungan aktivitas yang fleksibel, dinamis, dan terintegrasi antara aktivitas produktif, sosial, dan personal. Meskipun ruang ketiga telah lama dikenal, pemahaman mengenai bagaimana Generasi Z memanfaatkan dan memaknai ruang tersebut dalam kaitannya dengan perilaku spasial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik spasial serta pemaknaan ruang ketiga yang dikonstruksi melalui pengalaman keseharian Generasi Z di Kota Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan Constructivist Grounded Theory karena memungkinkan peneliti mengembangkan pemahaman konseptual yang berangkat dari pengalaman partisipan serta menjelaskan bagaimana praktik dan makna ruang dikonstruksi melalui interaksi mereka dengan ruang ketiga dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap Generasi Z yang memanfaatkan ruang ketiga di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penggunaan ruang bersifat fleksibel dan tumpang tindih antara aktivitas produktif, sosial, dan personal. Praktik tersebut kemudian dikonstruksi menjadi makna ruang sebagai medium stabilisasi emosional, penguat produktivitas, dan panggung eksistensi. Temuan ini menunjukkan bahwa ruang ketiga bagi Generasi Z berfungsi sebagai mekanisme sosial-spasial dalam mengatur ritme kehidupan sehari-hari di perkotaan. Lebih lanjut, praktik dan pemaknaan ruang saling membentuk dalam pengalaman pengguna, sehingga ruang ketiga dipahami sebagai fenomena sosial-spasial yang dinamis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan perencanaan kota yang mempertimbangkan pengalaman pengguna dalam memanfaatkan dan memaknai ruang secara kontekstual.
Kata kunci: Ruang Ketiga; Generasi Z Kota Makassar; Praktik dan Pemaknaan Ruang
Referensi
Aditianata. (2013). Penjelmaan Pusat Perbelanjaan Sebagai Ruang Publik Semu. Jurnal Teknik Planologi, Vol 4 (2).
Bachtiar, F., Sanjaya, R., & Purwanto, L. M. F. (2023). Transformasi Tipologi Ruang Ketiga karena Pengaruh Perkembangan Teknologi Digital. Jurnal Arsitektur Zonasi, Vol 6 (2). https://doi.org/10.17509/jaz.v6i2.54607
Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar. (2026). Data objek pajak usaha kafe dan warung kopi Kota Makassar tahun 2025. [Unpublished administrative data].
Badan Pusat Statistik Kota Makassar. (2025). Kota Makassar dalam Angka 2025.
Carmona, M. (2021). Public Places Urban Spaces The Dimensions of Urban Design. New York: Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315158457
Cevik, S., Demirel, O., & Ozdogan, H. (2023). Change-Transformation And Critique of Urban Spaces Urban Spaces: Policies and Identity. Lyon: Livre de Lyon.
Charmaz, K. (2014). Constructing Grounded Theory (2nd ed.). London: SAGE Publications.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar. (2026). Rekapitulasi data perizinan usaha kafe dan warung kopi Kota Makassar tahun 2025 [Unpublished administrative data].
Fisu, A. A, Syabri, I., & Andani, I. G. A. (2025). Gen-Z and Individual Third Spaces: Examining Youth Mobility in Urban Areas in The Context of Space and Time. Jurnal Cities Vol 16. https://doi.org/10.1016/j.cities.2025.105889
Francis, T., & Hoefel, F. (2018). ‘True Gen’: Generation Z and Its Implications for Companies. McKinsey.
Gehl, J. (2010). Cities for People. Washington, DC: Island Press.
Gehl, J. (2011). Life Between Buildings. Washington, DC: Island Press.
Haryanto. Sampebulu, V., Wikantari, R., & Harisah, A. (2020). Coffee Shop Timeline as a Public Space in Makassar City. Conference: Proceedings of the EduARCHsia & Senvar 2019 International Conference. https://doi.org/10.2991/aer.k.200214.015
Iranpanah, A. Charehjoo, F. & Ketabollahi, K. (2022). An Analysis of Indicators Affecting the Creation of the Third Place Using an Evidence-Based Approach (Case Studies: Mellat and Didgah Park/ Hills in Sanandaj city). Bagh-e Nazar, Vol 19 (115),
Jeffres, L. W., Bracken, C. C., Jian, G., & Casey, M. F. (2009). The impact of third places on community quality of life. Applied Research in Quality of Life, 4(4), 333–345. https://doi.org/10.1007/s11482-009-9084-8
Khabir, A. F., Safrina, E. S., Febryanti, A. S. R. M., Rias, I. A., & Nurfatimah, B. (2022). Preferensi Generasi Z pada Taman Kota untuk Meringankan Stres di Kota Makassar Berdasarkan Healing Environment. Jurnal Pendidikan dan Konseling, Vol 4 (5). https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.7118
Laurens, J.M. (2005). Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: PT Grasindo Heinz.
Mardiana, A., Azhaq, M. H., & Ridha, M. R. (2025). Media Sosial sebagai Agen Globalisasi Budaya: Perubahan Nilai dan Gaya Hidup Generasi Z di Kota Makassar. Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu, Vol. 9 (4).
Ma’sum, A., & Gunawan, G. (2019). Warung Kopi Sebagai Ruang Ketiga bagi Pelajar SMA di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang. Jurnal Solidarity Vol 8 (1). https://doi.org/10.15294/solidarity.v8i1.31302
Mehta, V., & Bosson, J. K. (2010). Third Places and The Social Life of Streets. Journal Environment and Behavior. Vol 42 (6). https://doi.org/10.1177/0013916509344677
Mizanthi, F. (2017). Perilaku Spasial Mahasiswa UI Dalam Memilih Lokasi Kafe Di Jalan Margonda Depok. Industrial Research Workshop and National Seminar Politeknik Negeri Bandung. https://doi.org/10.35313/irwns.v8i3.763
Oldenburg, R. (1999). The Great Good Place. Cambridge: Da Capo Press.
Praatiwi, N., Dianta, K. A. S., & Nikensari, S. I. (2024). Analisis Potensi Sektor Ekonomi Unggulan Kota Makassar Sebagai Kota Metropolitan Baru di Kawasan Timur Indonesia. Jurnal Economy and Financial, Vol 6 (2). https://doi.org/10.32877/ef.v6i2.1405
Purnamasari, W. D., Rudinanda, O. I., & Wijaya, I. N. S. (2019). Tipologi dan Kualitas Penggunaan Ruang Publik Permukiman Kampung Kota Malang. Jurnal Tata Kota dan Daerah, Vol 11 (1). https://doi.org/10.21776/ub.takoda.2019.011.01.5
Puspita, D., (2025). Budaya Nongkrong di Indonesia: Antara Tradisi, Modernitas, dan Transformasi Digital. Kompasiana.
Ronda, A. M. (2019). Komunikasi Sosial dan Demokrasi Warung Kop.. Jakarta: Yayasan Komunikasi Pasca Tiga Belas.
Seemiller, C., & Grace, M. (2016). Generation Z Goes to College. San Francisco, CA : Jossey-Bass.
Soukup, C. (2006). Computer-mediated communication as a virtual third place: Building Oldenburg's great good places on the World Wide Web. New Media & Society, 8(3), 421–440. https://doi.org/10.1177/1461444806061953
Surya, B., Taibe, P. (2022). Transformasi Spasial dan Perubahan Spasial Komunitas Lokal Perspektif Dinamika Pembangunan Kawasan Kota Baru. Makassar: Chakti Pustaka Indonesia.
Susanti, A., & Natalia, T. W. (2018). Public Space Strategic Planning Based on Z Generation Preferences. IOP Conference Series Materials Science and Engineering. Vol 407 (1)
Susanti, A., & Paramitha, I. A. S. P. (2025). Korelasi Faktor Fisik Ruang Publik dengan Persepsi Tempat Ketiga (Third Place) Bagi Generasi Y dan Z: Studi Kasus: Generasi Y dan Z di Wilayah Denpasar - Badung. Jurnal Arsitektur Arcade, Vol 9 (1). https://doi.org/10.31848/arcade.v9i1.3993
Whyte, W. H. (1980). The Social Life of Small Urban Spaces. Washington, DC: The Conservation Foundation.