Hubungan Literasi Kesehatan Mental Dengan Perilaku Self-Diagnosis Pada Siswa Di MAN 2 Kota Kediri
Kata Kunci:
literasi kesehatan mental, perilaku self-diagnosis, siswaAbstrak
Perkembangan internet dan media sosial memudahkan remaja memperoleh informasi mengenai kesehatan mental, tetapi juga meningkatkan kecenderungan melakukan self-diagnosis berdasarkan informasi daring tanpa evaluasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku self-diagnosis pada siswa MAN 2 Kota Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 206 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Literasi Kesehatan Mental (14 aitem; α = 0,771) dan Skala Perilaku Self-Diagnosis (19 aitem; α = 0,832). Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara literasi kesehatan mental dan perilaku self-diagnosis (rxy=-0,273; p < 0,01). Literasi kesehatan mental memberikan kontribusi sebesar 7,5% terhadap perilaku self-diagnosis (R² = 0,075). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi kesehatan mental yang dimiliki siswa, semakin rendah kecenderungan melakukan self-diagnosis. Dengan demikian, peningkatan literasi kesehatan mental berpotensi menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kecenderungan self-diagnosis pada remaja.
Referensi
Ahmed, A., & Samuel, S. (2017). Self-diagnosis in psychology students. The International Journal of Indian Psychology, 4(2), 86.
Annury, U. A., Yuliana, F., Suhadi, V. A. Z., & Karlina, C. S. A. (2022). Dampak self diagnose pada kondisi mental health mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. In Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS) (Vol. 1, pp. 481-486).
Azwar, S. (2019). Metode Penelitian Psikologi (edisi 2). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Handayani, T., Ayubi, D., & Anshari, D. (2020). Literasi kesehatan mental orang dewasa dan penggunaan pelayanan kesehatan mental. Perilaku dan promosi kesehatan: Indonesian journal of health promotion and behavior, 2(1), 2. https://doi.org/10.47034/ppk.v2i1.3905
Jorm, A. F., Korten, A. E., Jacomb, P. A., Christensen, H., Rodgers, B., & Pollitt, P. (1997). "Mental health literacy": a survey of the public's ability to recognise mental disorders and their beliefs about the effectiveness of treatment. The Medical journal of Australia, 166(4), 182–186. https://doi.org/10.5694/j.1326-5377.1997.tb140071.x
Jung, H., von Sternberg, K., & Davis, K. (2016). Expanding a measure of mental health literacy: Development and validation of a multicomponent mental health literacy measure. Psychiatry research, 243, 278–286. https://doi.org/10.1016/j.psychres.2016.06.034
Kelly, C. M., Jorm, A. F., dan Wright, A. 2007. Improving mental health literacy as a strategy to facilitate early intervention for mental disorders. Medical Journal of Australia 187(S7): S26–S30. https://doi.org/10.5694/j.1326-5377.2007.tb01332.x
Komala, C., Faozi, A., Rahmat, D. Y., & Sopiah, P. (2023). Hubungan literasi kesehatan mental dengan trend self-diagnosis pada remaja akhir.
Putri, C. M. P. M., Aristi, D., Alkaff, R. N., Desita, U. K., Meilani, H., Sabrina, S., & Maulidia, R. D. J. (2025). Literasi kesehatan mental dan perilaku diagnosis diri pada mahasiswa. Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior, 6(2), 7.
Rawis, D., & Sitorus, F. K. (2023). Era post-truth dan perilaku self-diagnosis. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS), 3(3), 895–898. https://doi.org/https://doi.org/10.47233/jkomdis.v3i3.1309
Haslam, N., & Tse, J. S. (2025). Public awareness of mental illness: Mental health literacy or concept creep?. Australasian Psychiatry, 33(1), 18-20. doi:10.1177/10398562241292202
O'Reilly, M., Dogra, N., Whiteman, N., Hughes, J., Eruyar, S., & Reilly, P. (2018). Is social media bad for mental health and wellbeing? Exploring the perspectives of adolescents. Clinical child psychology and psychiatry, 23(4), 601–613. https://doi.org/10.1177/1359104518775154
Permana, A. F., Harisa, A., Gaffar, I., Rahmatullah, M. P., Yanti, N. W. K., Yodang, Y., & Aldawiyah, S. K. (2023). Studi Eksplorasi Literasi Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Keperawatan. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 9(1), 62–69. https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v9i1.1201
Pratiwi, B. P. P. (2024). Gambaran bias kognitif pada adolescence yang melakukan self diagnose terhadap penyakit mental. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(3), 205–212.
Ulinuha, Muhammad., & Partini, M.Si., Psikolog. (2025). Persepsi konten gangguan mental di sosial media dengan literasi kesehatan mental terhadap tingkat self diagnosis pada gen-z. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Underhill, R., & Foulkes, L. (2025). Self-diagnosis of mental disorders: A qualitative study of attitudes on Reddit. Qualitative Health Research, 35(7), 779-792. https://doi.org/10.1177/10497323241288785
Wisudahningsih, E. T., Aminudin, M. H., & Ramadhani, I. (2025). Tahapan perkembangan remaja: Perspektif psikologis dan implikasi pendidikan. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(4), 1204–1222. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i4.2448
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The copyright of the received article shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles.

Takaya by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under