“Marriage Is Scary” Dan Kecemasan Menghadapi Pernikahan: Studi Pada Mahasiswi Usia Dewasa Awal
Keywords:
kecemasan, pernikahan, persepsi marriage is scary, usia dewasa awal.Abstract
Kecemasan dalam menghadapi pernikahan merupakan suatu kondisi emosional negatif yang ditandai dengan perasaan khawatir, takut, dan tidak nyaman yang tidak jelas pada individu sebagai respons dalam menghadapi pernikahan yang belum terjadi. Persepsi marriage is scary merupakan ketakutan yang ditimbulkan oleh sejumlah pengalaman atau informasi negatif mengenai pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi marriage is scary dengan kecemasan dalam menghadapi pernikahan pada mahasiswi usia dewasa awal di Universitas “X” di Semarang. Subjek penelitian ini berjumlah 123 mahasiswi usia dewasa awal, yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala persepsi marriage is scary yang terdiri dari 20 aitem (α=0,898) dan skala kecemasan dalam menghadapi pernikahan yang terdiri dari 33 aitem (α=0,920). Analisis data menggunakan korelasi product moment pearson dengan hasil koefisien korelasi sebesar rxy=0,802 dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima yaitu terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi marriage is scary dengan kecemasan dalam menghadapi pernikahan pada mahasiswi usia dewasa awal di Universitas “X” Semarang. Artinya, semakin tinggi persepsi marriage is scary maka semakin tinggi pula kecemasan dalam menghadapi pernikahan. Sebaliknya, apabila persepsi marriage is scary semakin rendah maka kecemasan dalam menghadapi pernikahan juga akan semakin rendahReferences
Aini, H., & Afdal, A. (2020). Analisis kesiapan psikologis pasangan dalam menghadapi pernikahan. Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia, 4(2), 136–146. https://doi.org/10.24036/4.24372
Annisa, T. R., Asyahidda, F. N., & Wilodati. (2025). “Marriage is scary”: A deconstructive look at gen-z’s perspectives on marriage (case study of #MarriageIsScary trend on TikTok platform). Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 13(2), 279–291. http://journal.unismuh.ac.id/index.php/equilibrium.
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi (2nd ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fadhillah, R., & Afdal. (2024). Gambaran kecemasan terhadap pernikahan di tinjau dari jenis kelamin. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 7277–7289.
Hidayah, N. A., Sessiani, L. A., & Ikhrom. (2025). The impact of the “Marriage is scary” TikTok trend on Gen Z’s anxiety toward marriage. Psikologi Prima Journal E, 8(1), 2598–8026.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (5th ed.). Jakarta: Erlangga.
Junaidin, Mustafa, K., Hartono, R., & Khoirunnisa, S. (2023).
Kecemasan terhadap pernikahan pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless. Journal on Education, 05(04), 16649–16658.
Khalilullah, M. A. (2021, April 30). Makin banyak perempuan Indonesia hidup melajang? Dialeksis; Tajam dan strategis. https://dialeksis.com/berita/makin-banyak-perempuan-indonesia-hidup-melajang/
Liu, J., & Li, H. (2019). How state anxiety influences time perception: Moderated mediating effect of cognitive appraisal and attentional bias. Acta Psychologica Sinica, 51(7), 747–758. doi:10.3724/SP.J.1041.2019.00747
Permana, M. Z., & Medynna, A. D. N. (2021). Ribet!: Persepsi menikah pada emerging adulthood. Psikostudia, 10(3), 248–257. https://doi.org/10.30872/psikostudia
Permatasari, S., & Tentama, F. (2020). Anxiety scale: Psychometric studies and the applications to students who conducting a thesis research. International Journal of Scientific & Technology Research, 9(1), 606–610.
Rahmi, N. (2021). Perbedaan kecemasan menghadapi pernikahan ditinjau dari jenis kelamin pada dewasa awal di Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Skripsi. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh.
Sandra, F., Firdaus, A. M., & Dwitama, A. R. (2023). Analisis perilaku media sosial berdasarkan teori pembelajaran sosial Bandura (Studi survei pengikut akun “L”). LibTech: Library and Information Science Journal, 3(2), 42–50. https://doi.org/10.18860/libtech.v3i2.19417
Supriyati, & Retnoriani, A. (2011). Hubungan antara religiusitas dan persepsi terhadap perkawinan dengan kecemasan menanti jodoh pada wanita dewasa. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 61–77.
Tirta, K. D., & Arifin, S. N. (2025). Studi fenomenologi: Marriage is scary pada Generasi Z. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(3), 12–20. https://doi.org/10.26539/teraputik.833675
Türk, A. (2025). Evlilik korkusu (Gamofobi) ölçeği: Geçerlik ve güvenirlik çalışması. Bilecik Şeyh Edebali Üniversitesi Sosyal Bilimler Dergisi, 10(1), 40–52. doi:10.33905/bseusbd.1670603
Wang, K. S., Yang, Y. Y., & Delgado, M. R. (2021, Oktober 1). How perception of control shapes decision making. Current Opinion in Behavioral Sciences, Vol. 41, hlm. 85–91. Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/j.cobeha.2021.04.003
Widaningsih, S., Umarianti, T., & Rohmatika, D. (2023). Gambaran tingkat kecemasan calon pengantin dalam menghadapi persiapan pernikahan di Kecamatan Polokarto. Universitas Kusuma Husada Surakarta.
Zeng, S., Lin, X., & Zhou, L. (2023). Factors affecting consumer attitudes towards using digital media platforms on health knowledge communication: Findings of cognition–affect–conation pattern. Frontiers in Psychology, 14, 1008427.
Downloads
Published
Issue
Section
License
The copyright of the received article shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles.

Takaya by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under