HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN AYAH SEBAGAI FIGUR LEKAT DENGAN IDENTITAS DIRI ANAK PEREMPUAN DI SMA NEGERI 1 SEMARANG
Keywords:
Ayah, Identitas Diri, Persepsi Peran Ayah, Remaja PerempuanAbstract
Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan individu, terutama dalam proses pembentukan identitas diri. Pada konteks keluarga, persepsi anak perempuan terhadap peran ayah sebagai figur signifikan dalam pengasuhan dan dukungan emosional menjadi salah satu aspek yang dapat berkaitan dengan perkembangan identitas diri pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dengan identitas diri pada remaja perempuan. Identitas diri merupakan gambaran menyeluruh mengenai pemahaman individu terhadap dirinya yang terbentuk melalui proses eksplorasi dan komitmen, sedangkan peran ayah adalah bentuk keterlibatan, dukungan emosional, kasih sayang, serta kehadiran ayah dalam kehidupan anak yang berkontribusi terhadap perkembangan psikologisnya. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dengan identitas diri pada remaja perempuan. Desain penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode korelasional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Persepsi Peran Ayah (α = 0,979) dan Skala Identitas Diri (α = 0,943) yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling dengan kriteria purposive. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian dilaksanakan dengan melibatkan 105 siswi SMA Negeri 1 Semarang sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar rxy = 0,518 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap peran ayah dengan identitas diri pada remaja perempuan. Semakin baik persepsi remaja perempuan terhadap peran ayah, maka semakin baik pula tingkat identitas diri yang dimiliki. Sebaliknya, semakin buruk persepsi terhadap peran ayah, maka semakin buruk pula tingkat identitas diri pada remaja perempuanReferences
Allgood, S., Beckert, T. E., & Neff, L. (2012). Father involvement and adolescent development: Implications for identity formation. Journal of Family Studies, 18(3), 245–260. https://doi.org/10.1080/13229400.2012.692759
Arrisalati, T. (2018). Uji validitas konstruk pada instrumen status identitas dengan metode confirmatory factor analysis (CFA). JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia), 7(1), 15–22. https://doi.org/10.15408/jp3i.v7i1.12104
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi. Pustaka Pelajar.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik kesejahteraan anak Indonesia 2024. https://www.bps.go.id
Dzunnuroin, N., & Kustanti, E. R. (2020). Hubungan persepsi keterlibatan ayah dengan kecerdasan emosional pada remaja putri. Jurnal Empati, 9(3), 191–198.
Isnaini, A., Hadi, S., & Putri, N. (2021). Keterlibatan ayah dan konsep diri remaja. Jurnal Psikologi Terapan, 9(2), 75–85. https://doi.org/10.14710/jpt.v9i2.12345
Kroger, J. (2007). Identity development: Adolescence through adulthood (2nd ed.). Sage Publications.
Kroger, J., & Marcia, J. E. (2011). The identity statuses: Origins, meanings, and interpretations. In S. J. Schwartz, K. Luyckx, & V. L. Vignoles (Eds.), Handbook of identity theory and research (Vol. 1, pp. 31–53). Springer.
Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development (5th ed.). John Wiley & Sons.
Larasati, S. A., & Rahmasari, D. (2024). Hubungan peran ayah dengan kepercayaan diri anak perempuan kelas 11 SMA di Surabaya. Jurnal Character Education, 11(2), 145–157. https://doi.org/10.26740/cjpp.v11n2.p922-933
Luyckx, K., Schwartz, S. J., Berzonsky, M. D., et al. (2008). Capturing ruminative exploration: Extending the four-dimensional model of identity formation in late adolescence. Journal of Research in
Personality, 42(1), 58–82. https://doi.org/10.1016/j.jrp.2007.04.004
Meeus, W. (2011). The study of adolescent identity formation 2000–2010: A review of longitudinal research. Journal of Research on Adolescence, 21(1), 75–94. https://doi.org/10.1111/j.1532-7795.2010.00716.x
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience human development (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Yunanto, K. P., & Kristinawati, W. (2022). Father involvement and self-esteem among adolescents. Innovative Journal of Psychology, 2(1), 45–53. https://doi.org/10.5678/ijp.v2i1.2022
Yunanto, R., & Kristinawati, A. (2022). Pengaruh faktor keluarga terhadap identitas diri remaja. Jurnal Psikologi Indonesia, 17(2), 87–98. https://doi.org/10.1234/jpi.v17i2.2022
Downloads
Published
Issue
Section
License
The copyright of the received article shall be assigned to the journal as the publisher of the journal. The intended copyright includes the right to publish the article in various forms (including reprints). The journal maintains the publishing rights to the published articles.

Takaya by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under