Hubungan Fear of Missing Out dengan Nomophobia pada Siswa SMA Negeri 10 Semarang

Muhammad Najih Ahsan, Abdurrohim Abdurrohim

Abstract


Nomophobia merupakan kondisi psikologis berupa kecemasan, ketakutan, kegelisahan, dan ketidaknyamanan ketika telepon pintar tidak dapat digunakan atau tidak berada dalam jangkauan. Fear of missing out atau FoMO merupakan kondisi psikologis berupa kekhawatiran terhadap pengalaman sosial yang tidak diikuti secara langsung serta dorongan untuk mengetahui aktivitas sosial yang sedang berlangsung. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara FoMO dan nomophobia pada siswa SMA Negeri 10 Semarang. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.093 siswa. Sampel penelitian berjumlah 109 siswa yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala nomophobia sebanyak 33 aitem dan skala FoMO sebanyak 17 aitem. Koefisien reliabilitas skala nomophobia sebesar 0,900 dan skala FoMO sebesar 0,801. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji normalitas residual, uji linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,425 dengan p < 0,001. Koefisien korelasi bernilai positif dan signifikan pada taraf 0,01. Koefisien determinasi sebesar 0,181 menunjukkan bahwa FoMO berkaitan dengan 18,1 persen variasi skor nomophobia pada sampel penelitian. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan FoMO berkaitan dengan peningkatan nomophobia pada siswa SMA Negeri 10 Semarang.

Keywords


fear of missing out, nomophobia

Full Text:

PDF

References


Arief, M., Afriani, Dahlia, & Kumala, I. D. (2024). Peran fear of missing out (FoMO) dalam meningkatkan kecenderungan nomophobia pada mahasiswa. Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah, 7(2), 172–188. https://doi.org/10.24815/s-jpu.v7i2.39050

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2025). Survei penetrasi internet dan perilaku penggunaan internet: Profil internet Indonesia 2025.

Azwar, S. (2022). Reliabilitas dan validitas (4). Pustaka Pelajar.

Beyens, I., Frison, E., & Eggermont, S. (2016). “I don’t want to miss a thing”: Adolescents’ fear of missing out and its relationship to adolescents’ social needs, Facebook use, and Facebook related stress. Computers in Human Behavior, 64, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.chb.2016.05.083

Ceobanu, C. M., Marian, A. L., & Apostolache, R. (2023). Glimpse on 21st century new phobias: A predictive model of nomophobia. Frontiers in Public Health, 11, Article 1252099. https://doi.org/10.3389/fpubh.2023.1252099

Ferreira, I. S., Rando, B., Esteves, A., Castro, M., Xavier, I., & Abreu, A. M. (2025). Nomophobia and its predictors: The role of psychological, sociodemographic, and internet use factors. International Journal of Environmental Research and Public Health, 22(10), Article 1495. https://doi.org/10.3390/ijerph22101495

Franchina, V., Vanden Abeele, M., van Rooij, A. J., Lo Coco, G., & De Marez, L. (2018). Fear of missing out as a predictor of problematic social media use and phubbing behavior among Flemish adolescents. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(10), Article 2319. https://doi.org/10.3390/ijerph15102319

Kaloeti, D. V. S., Kurnia S, A., & Tahamata, V. M. (2021). Validation and psychometric properties of the Indonesian version of the Fear of Missing Out Scale in adolescents. Psicologia: Reflexão e Crítica, 34, Article 15. https://doi.org/10.1186/s41155-021-00181-0

Lotulung, M. I., Kalesaran, A. F. C., & Nelwan, J. E. (2025). Hubungan antara FoMO (fear of missing out) dengan nomofobia pada mahasiswa FKM UNSRAT. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 4574–4583. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.48017

Okur, S., Acar-Bulut, Ö., & Erden-Çınar, S. (2022). The mediating role of social media usage habits in the relationship between FoMO and nomophobia. Kuramsal Eğitimbilim Dergisi, 15(1), 126–145. https://doi.org/10.30831/akukeg.929847

Ramadhan, A., & Yusra, Z. (2023). Kontribusi FoMO (fear of missing out) terhadap nomophobia pada mahasiswa pengguna media sosial di Bukittinggi. Causalita: Journal of Psychology, 1(3), 22–37.

Rinaldi, M. R., & Hardika, J. (2025). Gambaran nomophobia pada siswa SMA: Studi deskriptif. Psycho Idea, 23(2), 99–109.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (M. Dr.Ir. Sutopo, S.Pd (Ed.); 2nd ed.).

Yildirim, C., & Correia, A.-P. (2015). Exploring the dimensions of nomophobia: Development and validation of a self-reported questionnaire. Computers in Human Behavior, 49, 130–137. https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.02.059

Zubaedi, A. C., Karuniawaty, T. P., Mikailla, R. H., & Remtaya, B. (2025). Nomophobia pada anak dan remaja sebagai tantangan psikososial di era digital: Suatu tinjauan literatur. Jurnal Kedokteran Unram, 14(3), 114–119. https://doi.org/10.29303/jk.v14i3.7521


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stat