Rasa Bersalah Ibu Menyusui Yang Meninggalkan Anak Karena Masuk Penjara: Studi Fenomenologi Pada Narapidana Wanita Kota X
Abstract
Penelitian kualitatif fenomenologis pada empat narapidana wanita di Kota Xl ini bertujuan memahami gambaran rasa bersalah (guilt) dan keberlanjutan hubungan ibu-anak (maternal attachment) akibat perpisahan fisik dan pemutusan ASI mendadak (abrupt weaning). Hasil penelitian menunjukkan perpisahan mendadak memicu krisis identitas keibuan, penderitaan fisik, serta rasa bersalah multidimensional yang berfokus pada tumbuh kembang anak dan stigma sosial. Mesti terpisah secara fisik, ikatan emosional tetap terjalin melalui rekonfigurasi kelekatan seperti layanan telepon harian, kunjungan tatap muka, benda penenang (transition object), hingga strategi kelekatan protektif. Sosok anak pun bertransformasi menjadi motivasi utama ibu untuk bertahan menjalani masa pidana dan memulihkan pengasuhan setelah bebas.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Elsa. F. (2025). Memastikan Perlindungan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan dan Tahanan Perempuan Bebas dari Penyiksaan dan Kekerasan Seksual. Jakarta: National Commission On Violence Against Women.
Emily. W., & Emmett. S. (2025, Mei 7). New data on pregnancy prevalence, outcomes, and programs in prisons are welcome additions, but raise new questions. Retrieved from Prison Policy Initiative: https://www.prisonpolicy.org/blog/2025/05/07/2023_pregnancy_prison/
Faikah, N., Edrian, & Qudratullah. (2025, Juli). Penerimaan Diri Pasca Kegagalan Analisis Pesan Komunikasi Agama Dalam Mengatasi Perasaan Bersalah dan Self Blame. Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam, II, 292-299.
Handayani , & Rahmadianti. (2019). Perilaku Psikologis Pada Narapidana . Jurnal Mading Al Ikhsan, 250-263.
Hani, U., Setiawan, A., & Fitriyani, P. (2020). Persepsi Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan Terhadap Peran Sebagai Ibu: Studi Fenomenologi. Jurnal Smart Keperawatan, 8-17.
Hanifatun, S. (2016, Agustus). Jerat Narkoba dan Dinamika Keluarga:Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologi Pada Narapidana Yang Memiliki Anak. Jurnal Empati, V, 486-490.
Izzah, A. N., & S. H. (2018, Februari). Menggali Keefektifan Dengan Anak Usia Pra Sekolah Selama Berada di Rutan Kudus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, VI, 16-26.
Kahija, Y. L. (2017). Penelitian Fenomenologis Jalan Memahami Pengalaman Hidup. Yogyakarta: PT Kanisius.
Kusaini, U. N., V. R., N. S., Sari, D. K., & S. S. (2024, July). Peran Ibu Dalam Menjaga Keseimbangan Emosional Keluarga. Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, XVIII, 26 - 33.
Lubis, M. A., & Harahap, H. S. (2021, Juli 1). Peran Ibu Sebagai Sekolah Pertama Bagi Anak. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), II, 6-13.
Nuruddin, M. F., Firmansyah, A. D., Kusnaini, S., Maulidia, A., Dinda, N., Dewi, T. R., & Suryani. (2020, Juli). Perasaan Bersalah Pada Mantan Pengguna Narkoba. Indonesian Psychological Research, II, 75-80.
Roy. W. (2026, Februari 12). Female Prison Population Growing Faster Than Male, Worldwide. Retrieved from World Prison Brief: prisonbrief.org
Ratnaduhita, A. H., Taslim, N. S., Garini Agus, H. K., & Triyanto, A. (2024). Ibu Dibalik Jeruji: Antara Narkoba dan Kasih Sayang Anak di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, 1-19.
Taib, B., Ummah, D. M., & Y. B. (2020, Oktober). Analisis Pola Asuh Otoriter Orang Tua Terhadap Pola Perkembangan Moral Anak. Jurnal Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, III, 129-137.
Wafa, F. (2021). Child-Rearing by Imprisoned Women: Sadness, Anxiety, and Feelings of Guilt. Jurnal Keperawatan Indonesia, 65 -73.
Warunayam, A. (2024). Perasaan Bersalah Pada Narapidana Pengguna Narkoba. Jurnal Lintas Ilmu, VII, 49 - 63.
Yudiyanti, P. E. (2024). Rasa Bersalah pada Mantan Pecandu Narkoba di Rumah Rehabilitasi Plato Foundation Surabaya. Character Jurnal Penelitian Psikologi, XI, 440-464.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
TEMPLATE TAKAYA