Disonansi Kognitif Antara Identitas Keislaman dan Ketidakkonsistenan Praktik Sholat Fardhu Pada Aktivis HMI Sultan Agung

Akmal Syahada, Ratna Supradewi

Abstract


Sholat fardhu merupakan kewajiban utama dalam identitas keislaman, namun di kalangan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sultan Agung ditemukan kesenjangan antara identitas keislaman yang mereka klaim dengan konsistensi praktik sholat fardhu sehari-hari. Kesenjangan ini berpotensi memunculkan disonansi kognitif sebagaimana dikemukakan Festinger (1957). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud disonansi kognitif dan strategi reduksinya pada aktivis HMI Sultan Agung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan penelitian berjumlah empat orang aktivis dan mantan pengurus HMI Korkom Sultan Agung yang dipilih secara purposif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menemukan enam tema superordinat yang konsisten muncul pada seluruh partisipan, yaitu ketegangan antara kesibukan organisasi dan konsistensi ibadah sholat, respons emosional terhadap inkonsistensi ibadah, stabilitas keyakinan teologis tentang kewajiban sholat, strategi coping dan rasionalisasi religius, ambivalensi dalam pembinaan keislaman di HMI, serta harapan perbaikan diri dan organisasi. Disonansi muncul dari benturan antara keyakinan bahwa sholat adalah kewajiban mutlak dengan realitas inkonsistensi praktiknya, yang memunculkan perasaan risau, gelisah, dan bersalah. Menariknya, seluruh partisipan mereduksi disonansi melalui perubahan perilaku (menyegerakan qadha atau taubat) dan rasionalisasi religius, tanpa satu pun menempuh strategi menurunkan derajat kepentingan sholat. Temuan ini menunjukkan bahwa kekuatan doktrin keislaman berfungsi sebagai jangkar kognitif yang menjaga stabilitas identitas keislaman aktivis di tengah tekanan situasional organisasi.


Keywords


Disonansi kognitif; identitas keislaman; sholat fardhu; aktivis HMI; fenomenologi interpretatif

Full Text:

PDF

References


Ancok, D., & Suroso, F. N. (2011). Psikologi Islami: Solusi Islam atas problem-problem psikologi. Pustaka Pelajar.

Ancok, D., & Suroso, F. N. (2011). Psikologi Islami: Solusi Islam atas problem-problem psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arifin, M. Z., & Sofa, A. R. (2025). Pengaruh shalat lima waktu terhadap disiplin dan kualitas hidup. Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan, 3(1), 70–78. https://doi.org/10.55606/lencana.v3i1.4458

Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469

Aronson, E. (1969). The theory of cognitive dissonance: A current perspective. Advances in Experimental Social Psychology, 4, 1–34.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (4th ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Festinger, L. (1957). A theory of cognitive dissonance. Stanford, CA: Stanford University Press.

Forstmann, M., & Sagioglou, C. (2020). Religious concept activation attenuates cognitive dissonance reduction in free-choice and induced compliance paradigms. The Journal of Social Psychology, 160(1), 75–91. https://doi.org/10.1080/00224545.2019.1609400

Isdianto, A., Al Indunissy, N., & Fitrianti, N. (2025). Shalat dan kesehatan mental: Tinjauan psikospiritual terhadap pengurangan stres dalam perspektif Islam. Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS), 1(2), 478–494. https://doi.org/10.62567/ijis.v1i2.935

Jalaluddin. (2012). Psikologi agama: Memahami perilaku keagamaan dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologi (Edisi Revisi). Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Kahija, Y. F. La. (2017). Penelitian fenomenologis: Jalan memahami pengalaman hidup. Yogyakarta: Kanisius.

Mekarisce, A. A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam. (2013). Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga HMI. Jakarta: PB HMI.

Rahmawati, D., & Yusuf, M. (2020). Konsistensi ibadah sholat di kalangan remaja. Jurnal Psikologi Islam, 5(1), 44–58.

Sitompul, A. (2008). Sejarah perjuangan HMI 1947–1975. Jakarta: CV Misaka Galiza.

Stark, R., & Glock, C. Y. (1968). American piety: The nature of religious commitment. Berkeley, CA: University of California Press.

Yundari, R. A., & Soetjiningsih, C. H. (2018). Peran observasi dalam penelitian kualitatif psikologi. Jurnal Psikologi Sosial, 16(2), 88–97.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stat