Makna Hidup Warga Binaan Pemasyarakatan yang Menjalani Hukuman Pidana Seumur Hidup di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Kota Semarang

Tria Arih Syafi Ridhoni, Retno Setyaningsih

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam makna hidup warga binaan yang menjalani hukuman seumur hidup di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Empat narasumber dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama. Pertama, pengalaman menghadapi vonis ditandai oleh reaksi emosional yang berat, seperti rasa tidak percaya, kesedihan mendalam, kemarahan, hingga munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup pada salah satu subjek. Kedua, proses penerimaan dan penyesuaian diri terhadap kehidupan di lapas berlangsung secara bertahap dengan waktu dan cara yang berbeda pada masing-masing subjek, didukung oleh keyakinan religius, dukungan sosial, dan proses adaptasi terhadap lingkungan. Ketiga, penemuan sumber makna menunjukkan bahwa setiap subjek memiliki sumber makna yang berbeda, seperti kemandirian bekerja, keinginan memulai hidup baru, impian pribadi yang masih ingin diwujudkan, kebermanfaatan bagi orang lain, serta peran sebagai orang tua bagi anak. Keempat, adanya perubahan diri ditandai oleh sikap yang lebih tenang, dewasa, dan produktif, serta kemampuan menjadi sumber inspirasi maupun manfaat bagi sesama warga binaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pencarian hidup pada warga binaan yang menjalani hukuman seumur hidup berlangsung secara bertahap dan bersifat individual. Proses tersebut dipengaruhi oleh penerimaan diri, dukungan sosial, keyakinan religius, serta keterlibatan dalam aktivitas yang bermakna. Meskipun berada dalam keterbatasan, warga binaan tetap  menemukan alasan hidup dan mengembangkan diri ke arah yang lebih positif


Keywords


Makna hidup, warga binaan, hukuman seumur hidup

Full Text:

PDF

References


Aflah, F. R., & Murhayati, S. (2025). Penelitian fenomenologis. Jurnal pendidikan tambusai, 9(2), 13099–13109. www.kanisiusmedia.co.id

Bastaman, H. . (2007). Logoterapi psikologi untuk menemukan makna hidup dan meraih hidup bermakna. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

CNBC Indonesia. (2025). Penjara dan lapas RI penuh sesak narapidana, angkanya bikin kaget. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20251229121328-4-697910/penjara-dan-lapas-ri-penuh-sesak-narapidana-angkanya-bikin-kaget

Dewi, R. (2020). Sumber makna hidup bagi narapidana di lapas llas iia banda aceh. Jurnal sosiologi agama indonesia, 1(3), 212–216. https://doi.org/10.22373/jsai.v1i3.766

Frankl, V. E. (1992). Man’s search for meaning. Boston: Beacon Press.

Hall, C. S., & Lindzey, G. (1985). Theories of personality (6 ed.). London: John Wiley and Sons.

Hamzah, I., & Kumalasari, F. H. (2018). Self acceptance dan significant other sebagai sumber daya psikososial resiliensi narpidana perempuan dengan hukuman seumur hidup. Journal of correctional issues, 1(1), 90–103.

Hudaya, Y. N., & Subroto, M. (2021). Dampak hukuman seumur hidup bagi kesehatan mental narapidana di dalam lembaga pemsyarakatan di indonesia. Jurnal innovative, 1(2), 195–200.

Indriastuti, D., & Susanti, R. W. (2019). Hubungan dukungan emosional keluarga dan kebutuhan spiritual dengan tingkat stress narapidana di lembaga pemasyarakatan perempuan kelas iii kendari. Jurnal keperawatan, 03(2), 1–9.

Kahija, Y. La. (2017). Penelitian fenomenologis: jalan memahami pengalaman hidup. Yogyakarta: PT Kanisius.

Kemenimipas. (2025). Dari balik tembok lapas ke dinding sosial: tantangan warga binaan usai kembali ke tengah masyarakat. Kementrian imigrasi dan pemasyarakatan republik indonesia. https://kemenimipas.go.id/publikasi/kolom-opini/dari-balik-jeruji-ke-dinding-sosial-tantangan-warga-binaan-usai-kembali-ke-tengah-masyarakat

Komnas HAM. (2025). Kajian atas rancangan peraturan pemerintah tentang tata cara perubahan pidana seumur hidup dan pidana mati. https://www.komnasham.go.id/users/timredaksi-1aae53b6b4/Biro Pemajuan/Penelitian dan Pengkajian/document/Kajian Komnas HAM RPP Perubahan Pidana SU dan PM 2025.pdf

Komnas Perempuan. (2025). Siaran Pers Komnas Perempuan Memperingati Hari Pemasyarakatan 2025. Komnas Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-memperingati-hari-pemasyarakatan-2025

Kusuma, S. A., & Yuwono, E. S. (2023). Penerimaan diri pada warga binaan pemasyarakatan dengan masa hukuman seumur hidup. Jurnal ilmiah psikologi, 1(1), 42–52.

Lestariono, W., & Rahman, F. (2021). Model interaksi narapidana kelas iia palangkaraya. Jurnal sociopolitico, 3(1), 1–15.

Lubis, M. H. P., & Hasnida. (2020). Depression among inmates who are sentenced to death or life imprisonment. Jurnal pemikiran dan penelitian psikologi, 15(7), 45–54.

Nabilah, H. N., & Fauzia, R. (2025). Tingkat stres narapidana ditinjau dari vonis hukuman. Jurnal pengabian masyarakat dan riset pendidikan, 4(1), 1122–1127.

Pranata, D. C. P., & Suryanto, S. (2022). Makna hidup pada narapidana vonis seumur hidup di lapas kelas iia banda aceh. Journal psikologi forensik indonesia, 2(2), 155–164. https://doi.org/10.71088/jpfi.v2i2.28

Saputra, S. J., & Rahmah, S. (2025). Pembinaan terhadap narapidana hukuman mati dan seumur hidup pada lembaga pemasyarakatan kelas iia banda aceh. Juornal of dual legal systems, 2(2), 210–216. https://doi.org/10.58824/jdls.v2i2.457

Sinuraya, R. R. Y., & Subroto, M. (2021). Kondisi Psikologis Narapidana Selama Menjalani Hukuman Seumur Hidup. Jurnal Gema Keadilan, 8(3).

Subroto, M. (2023). Penerapan pidana seumur hidup bagi narapidana. Journal justiciabellen, 03(01), 23–32.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta.

Utami, D. D., & Setiawati, F. A. (2018). The meaning in life of overseas students: a exploratory factor analysis of the meaning in life. Jurnal penelitian ilmu pendidikan, Volume 11,(1), 29–39.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stat