HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KETERLIBATAN PERAN AYAH DENGAN KEMATANGAN EMOSI PADA SISWA SMP N 20 SEMARANG

Nila Arum Riskiyani, Ratna Supradewi

Abstract


Remaja merasakan perubahan emosional, perubahan dalam berpikir, dan penerimaan lingkungan melalui sikap individu. Keluarga berfungsi dalam pembentukan sikap dan kepribadian setiap individu, salah satu faktor yang berpengaruh pada kematangan emosi yaitu keterlibatan peran ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan peran ayah dan kematangan emosi pada siswa di SMP N 20 Semarang. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMP N 20 Semarang dengan populasi 264 seluruh kelas IX dan sampel 166 responden. Teknik pengambilan sempel menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan skala keterlibatan peran ayah terdiri dari 36 item dengan koefisien reabilitas 0,909 dan skala kematangan emosi terdiri dari 38 item dengan koefisien reabilitas 0,953. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara keterlibatan peran ayah dengan kematangan emosi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat hubungan positif secara signifikan antara keterlibatan peran ayah dan kematangan emosi pada siswa SMP N 20 Semarang dengan koefisien korelasi 0,262 dengan taraf signifikasi p=<0,001 (p<0,005), sehingga hipotesis penelitian diterima.


Keywords


persepsi, kematangan emosi, keterlibatan peran ayah.

Full Text:

PDF

References


Ali, M., & Asrori, M. (2010). Psikologi remaja dan perkembangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Allen, S., & Daly, K. (2007). The effect of father involvement: An updated research summary of the evidence. Canada: University of Guelph.

Azizah, S. H. N. (2023). Peran ayah dalam problematika emosi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Modern, 5 (1), 18-29.

Cole, M. (2008). Beyond the individual social antinomy in discussions of piaget and vygotsky. Human Development, 39 (5), 250-256.

Dagun, S. M. (2002). Psikologi keluarga: Peranan ayah dalam keluarga. Jakarta: Rineka Cipta.

Darmawati. (2023). Peran ayah dalam aspek perkembangan emosional dan psikologi anak. Jurnal Adzkiya, 7 (1), 1-10.

Ghosh, S. (2019). Emotional maturity among adolecents. The International Journal of Indian Psychology, 4 (7), 570-573.

Howell, S. B., Sobeck, C., Haas, M., Barclay, T., Mulally, F., & Fortney, J. (2014). The k2 mission: Characterization and early result. Publications Of The Astronomical Society Of The Pacific, 126 (11), 398-408.

Hurlock, E. (2013). Perkembangan anak. Jakarta: Erlangga.

Huzaery, H. (2014). Agar anak kita menjadi saleh edisi cetakan 1. Solo: Aqwam. Jobson, M. C. (2020). Emotional maturity among adolescents and its importance. Indian

Journal of Mental Health, 7 (1), 35-47.

Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development (edisi kelima). New York: John Wiley & Sons Inc.

Mawadah, A. Z., & Abdillah, R. (2024). Pengaruh keterlibatan ayah terhadap kematangan emosi pada siswa di SMA N 1 Tambun Utara. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2 (5), 610-616.

Naik, P. K., & Saimons, S. K. (2014). Effect of parenting on emotional and social maturity among adolescent. European Academic Research, 2 (3), 4065–4083.

Papalia, D., Old, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development. New York: McGraw-Hill.

Paramitasari, R., & Alfian, I. N. (2012). Hubungan antara kematangan emosi dengan kecemderungan memaafkan pada remaja akhir. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1 (2), 1-7.

Pratikna, D. (2016). Hubungan antara kepuasan pernikahan dengan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia remaja. (Tesis Strata Satu, di publikasikan). Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Ragita, S. P., & Fardana, N. A. (2021). Pengaruh keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap kematangan emosi pada remaja. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 1 (1), 417-424.

Ramchandani, P. G., Domoney, J., Sethna, V., Psychogiou, L., Vlachos, H., & Murray,

L. (2013). Do early father infant interactions predict the onset of externalising behaviours in young children? Journal of Child Psychology and Psychiatry, 54 (1), 56-64.

Rawat, C., & Gulati, R. (2019). Influence of home environment and peers influence on emotional maturity of adolescents. Integrated Journal of Social Sciences, 6 (1), 15–18.

Rizkyta. D. P., & Fardana, N. A. (2017). Hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan kematangan emosi pada remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 6, 1-13.

Sarwono, S. W. (2012). Psikologi remaja. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Singh, Y., & Bharagava, M. (2012). Emotional maturity scale national psychological corporation. India : Kacheri Ghat.

Steinberg, L. (2013). Tenth edition: Adolescence. New York: McGraw-Hill.

Syarifah, H., Widodo, P. B., & Kristiana, I. F. (2012). Hubungan antara persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan kematangan emosi pada remaja di SMA Negeri “X.” Proceeding Temu Ilmiah Nasional, 2 (1), 230–238.

Taraban, L., & Shaw, D. (2018). Parenting in context: Revisiting Belky's classic process of parenting model in early childhood. Developmental Review, 48 (7), 55-81.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Proyeksi by https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/takaya/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stat