Legal Review of Accountability for Criminal Acts of Village Fund Corruption Based on Legal Certainty (Decision Study Number: 80/Pidsus-Tpk/2023/Pn.Smg)
Abstract
Study this aim for analyze accountability criminal to action criminal village fund corruption based certainty law through studies to Decision Number 80/ Pid.Sus -TPK/2023/ PN.Smg. The research method used is approach juridical normative with specification descriptive analytical, which integrates approach statute approach and legal approach case approach. All data sources in the form of secondary data consisting of from material primary, secondary, and tertiary laws, which are analyzed in a way qualitative juridical. Research results show that accountability the sentence imposed to the defendant SA Bin ES has fulfil all over element essential law criminal, including ability responsible answer (toerekeningsvatbaar), error (schuld) in form intentional as meaning, and no found reason forgiving and justification. The panel of judges proved that action Defendant is actions oppose structured, systematic and continuing law (continuing crime) in Village Fund Management Year 2021-2022 Budget, with the modus operandi being RAB manipulation, implementation activity fictitious, and abuse authority for enrich self itself which results in state losses amounting to Rp1,471,967,555.00. The judge's considerations in drop 7- year sentence imprisonment, a fine of IDR 300 million, and obligations pay compensation reflect combination approach retributive and restorative in harmony with mark certainty law, justice, and utility.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Journals:
Agus Awaluddin dan Hajairin. “Positivisme Hukum Dan Keadilan Substantif: Tinjauan Terhadap Praktik Penegakan Hukum Di Masyarakat.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4, no. 1 (2026): 3306.
Angga Pratama, Elwi Danil, dan Azmi Fendri. “Analisis Pertimbangan Hakim Mengenai Unsur Melawan Hukum dalam Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.” UNES Law Review 6, no. 1 (September 2023): 1659.
Anna Andriany Siagian. “Penegakan Hukum Terhadap Kealpaan Bagi Pengendara Ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.” PETITA: Jurnal Kajian Hukum dan Keadilan 2, no. 2 (Desember 2020): 125.
Asrianto Zainal. “Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi Oleh Kejaksaan.” Jurnal Al-Izzah 11, no. 2 (2016): 4.
Benyamin Steven dkk. “Pertimbangan Aspek Filosofis, Sosiologis, Serta Normatif dalam Penjatuhan Pidana dengan Mengedepankan Asas Obyektifitas dan Proporsionalitas Kesalahan Terdakwa (Analisa Putusan Nomor: 813 K/Pid/2023 Tentang Kasus Ferdy Sambo).” DE RECHT: Journal of Police and Law Enforcement 3, no. 1 (Januari 2025): 40.
Chan Syah Sahat kasih Simbolon dan Roida Nababan. “Pertimbangan Hukum Hakim Keadaan Meringankan dan Memberatkan dalam Penjatuhan Pidana.” KeadilaN: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang 23, no. 1 (Februari 2025): 71.
Dwi Helmi Pradika, Sukinta, dan Irma Cahyaningtyas. “Tinjauan tentang Pembuktian Unsur Memperkaya Diri Sendiri atau Orang Lain atau Suatu Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi.” Diponegoro Law Journal 11, no. 2 (2022): 1.
Excelcis Christovel Joen Jowangkay, Roy Ronny Lembong, dan Hironimus Taroreh. “Kerugian Keuangan Negara Menjadi Dasar Penyidikan Perkara Pidana Korupsi Sesuai Ajaran Delik Materil.” Lex Crimen 14, no. 1 (2025).
Gita Febri Ana dan Rehnalemken Ginting. “Analisis Penerapan Pasal 359 KUHP Mengenai Kealpaan yang Menyebabkan Hilangnya Nyawa Orang Lain (Studi Putusan Nomor: 267/PID.B/2011/PN/SKH).” Recidive 4, no. 2 (Mei–Agustus 2015): 187.
Kinski Vania Naibaho, Edy Ikhsan, dan Mahmud Mulyadi. “Pembuktian Unsur Delik dalam Tindak Pidana Korupsi dalam Pelaksanaan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum (Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 105/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Mdn).” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) 5, no. 3 (Januari 2025): 234.
Linda Krisdawenta Waruwu dan Susi Delmiati. “Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Fisik Dalam Rumah Tangga.” Jurnal Sakato Ekasakti Law Review 4, no. 3 (2025): 236.
Nikmatul Azrina, Hafrida, dan Erwin. “Pembuktian Unsur Kerugian Perekonomian Negara pada Tindak Pidana Korupsi Sektor Sumber Daya Alam di Indonesia.” Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora 12, no. 1 (2026): 504.
Rifka Fadhilah Az-Zahra. "Analisis Unsur Kesengajaan (Dolus) dalam Tindak Pidana Korupsi Melalui Praktik Percaloan dengan Skema Kredit Topengan pada Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR): Studi Putusan Nomor 32/Pid.Sus-TPK/2025/PN BGL." Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ) 2, no. 7 (2025): 1104.
Vaulus Julianta Nano, Tahasak Sahay, dan Claudia Yuni Pramita. “Analisis Teoritis Dolus dan Culpa Dalam Konsep Kesalahan sebagai Dasar Pertanggungjawaban Pidana.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4, no. 2 (2026): 6245.
Books:
Abdurrahmat Sathoni. 2005. Metode Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta.
Achmad Ali. 1999. Menguak Tabir Hukum Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis. Jakarta: PT Gunung Agung.
Adami Chazawi. Kejahatan terhadap Tubuh & Nyawa. Jakarta: PT Raja Grafindo, t.th.
Basrief Arief. 2006. Korupsi Dan Upaya Penegakan Hukum (Kapita Selekta). Jakarta: Adika Remaja Indonesia.
Chairull Hulda. 2006. Dari ‘Tiada Pidana Tanpa Kesalahan’ Menuju kepada ‘Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan’. Jakarta: Kencana.
Elddy O.S. Hiarij. 2014. Prinsip-Prinsip Hukum Pidana. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.
Emmy Hafid. 2004. Transparancy International Annual Report. Jakarta: Transparency International.
HAW. Widjaja. 2008. Otonomi Desa Merupakan Otonomi yang Asli, Bulat dan Utuh. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
HB Sutopo. 2002. Metodologi Penelitian Hukum. Surakarta: PT Grasindo.
IGM Nurdjana. 2012. Sistem Hukum Pidana Dan Bahaya Laten Korupsi. Yogyakarta: Total Media.
Karsona, Agus Mulya. “Pengertian Korupsi” dalam Nanang T. Puspito dkk., Pendidikan Anti-Korupsi Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kemendikbud RI, 2011, hlm. 111.
Lilik Mulyadi. 2007. Kompilasi Hukum Pidana dalam Perspektif Teoristis dan Praktek Peradilan. Bandung: Mandar Maju.
M.H. Tirtaamidjaja. 1955. Pokok-pokok Hukum Pidana. Jakarta: Fasco.
Mahruls Ali. 2011. Dasar-Dasar Hukum Pidana. Jakarta: Sinar Grafika.
Roeslan Saleh. Pikiran-Pikiran Tentang Pertanggung Jawaban Pidana. Jakarta: Ghalia Indonesia, t.th.
Rusli Muhammad. 2007. Hukum Acara Pidana Kontemporer. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. 1985. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: CV. Rajawali.
Stoner, James A.F. 2006. Management. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice Hall.
Telguh Prasetyo. 2010. Hukum Pidana. Depok: Raja Grafindo Persada.
Regulation:
The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.
Criminal Procedure Code.
Constitution Number 17 of 2003 concerning State Finance.
Constitution Number 31 of 1999 concerning Eradication Action Criminal Corruption as has changed with Constitution Number 20 of 2001.
Constitution Number 6 of 2014 concerning Villages. Regulations Government Number 43 of 2014 concerning Regulation Implementation Constitution Number 6 of 2014 concerning Villages as has changed several times (including the latest one).
Regulation of the Minister of Home Affairs regarding management finance village (for example, Permendagri Number 20 of 2018 concerning Management Village Finance or regulation his replacement).
Decision Court Action Criminal Corruption at the Semarang District Court Number: 80/PIDSUS-TPK/2023/PN.SMG (as object main study).
DOI: http://dx.doi.org/10.30659/rlj.5.2.%25p
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Ratio Legis Journal has been indexed in: