Effectiveness of Imposing Restitution Sanctions for Victims of The Criminal Acts of Human Trafficking Based on Justice

Wandi Hariyantoro

Abstract


This research aims to identify and analyze the regulations regarding the imposition of restitution sanctions for victims of human trafficking under current laws, the weaknesses in the imposition of these sanctions, and the effectiveness of justice-based restitution for victims of human trafficking crimes. The method used in this research is the Empirical Juridical method, with a descriptive-analytical specification. The data consists of primary and secondary data, analyzed qualitatively. The problems are analyzed using the Theory of Legal Protection by Philipus M. Hadjon, the Legal System Theory by Lawrence M. Friedman, and the Pancasila Justice Theory by Yudhi Latief. The results of this research indicate that: 1) Regulations on restitution for human trafficking victims emphasize that the law functions not only as a punishing tool but also as a remedial instrument providing substantive justice based on legal certainty regulated in the Law on the Eradication of the Crime of Human Trafficking (UU TPPO) and the National Criminal Code (Law No. 1 of 2023). Specifically, Law Number 21 of 2007 concerning the Eradication of the Crime of Human Trafficking, particularly Articles 48 to 50, stipulates that every victim has the right to restitution in the form of compensation for loss of wealth or income, suffering, medical and psychological treatment costs, and other losses suffered as a result of human trafficking. 2) Weaknesses in the imposition of restitution sanctions are evident from several factors, namely the ineffectiveness of substitute imprisonment, the gap between the value of restitution and psychological impact, dependence on the proactiveness of law enforcement officials, the risk of asset concealment in digital-based crimes, and sectoral ego conflicts during execution.


Keywords


Effectiveness; Human Trafficking (TPPO); Justice; Restitution; Sanctions.

Full Text:

PDF

References


Journals:

Agus Hasanudin, 2024, Penerapan Ketentuan Restitusi Kasus Tppo Dalam Sistem Peradilan Pidana, Jurnal Nelti: Media Publikasi, Hlm.8. https://media.neliti.com/media/publications/210063-penerapan-ketentuan-restitusi-kasus-tppo.pdf

Ali, M., & Wibowo, A. 2018. Kompensasi Dan Restitusi Yang Berorientasi Pada Korban Tindak Pidana. Yuridika, Vol. 33 (2), Hlm 260.

Damang, 2011, Efektivitas Hukum (online) , http://www.negarahukum.com/hukum/efektivitas-hukum.html diakses pada tanggal 19 April 2026 pukul 09.00 WIB.

Dedy Jaya Sihite dan Atang Hidayat, Peran Restitusi Dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang, Unes Law Riview, Vol. 6, No. 3, Maret 2024, hlm. 81.

Erly Pangestuti, 2018, “Tinjaun Viktimologis Terhadap Kekerasan Psikis Pada Pembantu Rumah Tangga”, Vol4/No-1/2018, Jurnal Yustitiabelen, Fakultas Hukum Universitas Tulungagung, hlm. 34.

Febrian Duta Pratama dkk “Konsep Keadilan Dalam Pemikiran Aristoteles,” Praxis: Jurnal Filsafat Terapan 1, no. 2 (2024), hlm.25.

Fence M. Wantu, “Antinomi Dalam Penegakan Hukum Oleh Hakim”, Jurnal Berkala Mimbar Hukum, Vol. 19 No. 3 Oktober 2007, Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, hlm. 485

Hendrawan Agusta, ‘Pertanggungjawaban KHPM Dalam Proses IPO Jika Terdapat Fakta Material Yang Tidak Diungkap’, Masalah-Masalah Hukum, 49.1 (2020), hlm. 48–60.

Hery Firmansyah, Lisyah Sun Lisyah, 2023, “Pertanggungjawaban Hukum Terhadap Korban Atas Biaya Restitusi yang Tidak Terpenuhi Pada Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 1712/Pid.Sus/2021/Pn.Tng”, Vol6/No-1/November 2023, Unes Law Review, Fakultas Hukum Universitas Ekasakti, hlm. 3591 https://review-unes.com/law/article/view/1159

Indriani,dkk., “Kajian Yurifis Cyber Crime Penanggulangan dan Penegakan Hukumnya”. (Jurnal Lex Crimen, Vol. X, No.5, April 2021). Hlm.87.

Irawan Adi Wijaya and Hari Purwadi, ‘Pemberian Restitusi Sebagai Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana’, Jurnal Hukum Dan Pembangunan Ekonomi, 6.2 (2018), hlm.100. https://jurnal.uns.ac.id/hpe/article/view/17728

Mona Lasisca Sugiyanto, “Pemenuhan Hak Restitusi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang, Tesis, ”Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, 2022, hlm.2. https://repository.unhas.ac.id/23578/2/B012202079_tesis_21-10-2022%201-2.pdf

Muhammad Adystia Sunggara, Yang Meliana, dan Ade Ayu Saputri, 2022 ,“Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia”, Vol. 20 No. 2, hlm. 206 https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/46442/16410156.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Penny Naluria Utami, “Penanganan Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur”, Jurnal Pusat Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia: Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, Vol. 10 No. 2, 2019, hlm. 198

Riswan Munthe, 2015 ,“Perdagangan Orang (Trafficking) sebagai Pelanggaran Hak Asasi Manusia”, Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, Vol. 7, No. 2, hlm.185 . https://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/viewFile/755/pdf

Rusdaya Basri, Human Trafficking dan Solusinya dalam Perspektif Hukum Islam, Jurnal Hukum Diktum, Volume 10, Nomor 1, Januari 2012, hlm. 90

Sekretariat Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang, 2018, Pencegahan Dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Tiara Mety Mamahit, “Tinjauan Yuridis Terhadap Mekanisme Penyidikan Tindak Pidana Perdagangan Orang Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang”, Jurnal Lex Crimen, Vol. 6 No. 10, 2017, hlm. 20

Wagiman, Wahyu dan Abidin, Zainal. 2007. Praktek Restitusi dan Kompensasi di Indonesia, Jakarta: Indonesia Corruption Watch. Hlm. 13.

Waluyadi, 2018, “Perlindungan Korban Tindak Pidana dalam Proses Peradilan”, Vol2/No1/Februari/2018, Hermeneutika: Jurnal Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana, Sekolah Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati, hlm. 156.

Yudhya Prasetia, Perdagangan Perempuan dan Anak sebagai Kejahatan Transnasional, Jurnal Yustitia 7, no. 2 (November 2021): hlm.185–95.

Yudhya Prasetia, Perdagangan Perempuan dan Anak sebagai Kejahatan Transnasional, Jurnal Yustitia 7, no. 2 (November 2021), hlm. 185–95.

Zarra Devina Kriswiansyah, 2023, Efektivitas Penerapan Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Yang Berkeadilan Pancasila, Volume 12 Issue 12, 2023 E-ISSN: 2775-2038, Recidive. Hlm. 435-436. https://jurnal.uns.ac.id/recidive/article/view/69868/pdf

Books:

Agung Kurniawan. (2005). Transformasi Pelayanan Publik. Yogyakarta: Pembaharuan.

Alfitra. (2022). Tindak Pidana Perdagangan Manusia. Jawa Barat: Raih Asa Sukses.

Bambang Waluyo. (2011). Viktimologi Perlindungan Korban dan Saksi. Jakarta: Sinar Grafika.

BAPPEDA Kota Yogyakarta. (2016). Efektivitas Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 64 Tahun 2013 dalam Mewujudkan Ruang Terbuka Hijau Publik Kota Yogyakarta. Yogyakarta: BAPPEDA.

Candra Muzaffar. (2007). Human’s Wrong: Rekor Buruk Dominasi Barat atas HAM. Yogyakarta: Pilar Media.

Chaerudin & Syarif Fadillah. (2004). Korban Kejahatan dalam Perspektif Viktimologi dan Hukum Pidana Islam. Jakarta: Ghalia Press.

Dikdik M. Arief Mansyur & Elisatris Gultom. (2008). Urgensi Perlindungan Korban Kejahatan Antara Norma Dan Realita. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Esmi Warassih, 2011, Pranata Hukum Sebuah Telaah Sosiologis, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Farhana, 2010, Aspek Hukum Perdagangan Orang Di Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta.

Farhana. (2010). Aspek Hukum Perdagangan Orang di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Gomgom T.P. Siregar & Rudolf Silaban. (2020). Hak-Hak Korban Dalam Penegakan Hukum Pidana. Medan: CV. Manhaji.

Ika Dewi Sartika Saimima. (2020). Rekonstruksi Pidana Restitusi dan Pidana Kurungan Pengganti dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang. Yogyakarta: Deepublish.

Jimly Asshiddiqie & Ali Safa’at. (2006). Teori Hans Kelsen Tentang Hukum. Cet. 1. Jakarta: Sekretariat Jenderal & Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Komariah, 2001, Edisi Revisi Hukum Perdata, Universitas Muhammadiyah Malang.

Muhammad Arief Mansyur. (2007). Urgensi Perlindungan Korban Kejahatan Antara Norma Dan Realita. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Muladi. (2002). Hak Asasi Manusia, Politik dan Sistem Peradilan Pidana. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Nurhayati, 2016, Perbudakan Zaman Modern: Perdagangan Orang dalam Perspektif Ulama, Perdana Publishing, Medan.

Peter Mahmud Marzuki. (2009). Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Prenada Media Group.

Philipus M. Hadjon, 1987, Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia, Bina Ilmu, Surabaya.

Ridwan HR. (2016). Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Romli Atmasasmita. (2012). Kapita Selekta Hukum Pidana Internasional. Bandung: Utomo.

Salim HS & Erlies Septiana Nurbani. (2013). Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Tesis dan Disertasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Satijipto Raharjo, 2000, Ilmu Hukum, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Titik Triwulan & Shinta Febrian. (2010). Perlindungan Hukum bagi Pasien. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Tolib Effendi, 2013, Sistem Peradilan Pidana: Perbandingan Komponen Dan Proses Sistem Peradilan Pidana Di Beberapa Negara, Yogyakara: Pustaka Yustisia.

Yudi Latif, 2008, Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Jakarta: PT. Gramedia.

Zainal Asikin, dkk. (2016). Pengantar Hukum Perusahaan. Jakarta: Prenadamedia Group.

Zainuddin Ali. (2012). Sosiologi Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Regulation:

Criminal Procedure Code;

Law Number 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence;

Law Number 21 of 2007 concerning the Eradication of the Crime of Human Trafficking;

Law Number 31 of 2014 concerning Amendments to Law Number 13 of 2006 concerning Protection of Witnesses and Victims;

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia;




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/rlj.5.2.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Ratio Legis Journal has been indexed in: