Analysis of the Handling of Agrarian Crimes and Public Order Disturbances in the Form of Land Grabbing and Swallow Houses in Jrahi Village, Pati Regency
Abstract
This study discusses the qualifications of agrarian offenses in land grabbing cases in Jrahi Village from the perspective of criminal law, as well as the role of the village government in handling and resolving agrarian offenses and disturbances to public order without causing social conflict within the village community. This research was motivated by a land grabbing case that lasted for approximately 29 years and the construction of a swallow bird house that caused disturbances to public order due to noise pollution. This study employed an empirical legal research method with a sociological juridical approach through interviews and literature studies. The results of the study indicate that the land grabbing case in Jrahi Village fulfills the elements of a criminal offense because there was an unlawful act in the form of controlling another person's land without rights, the existence of intentional conduct, and losses suffered by the legal landowner. From the perspective of criminal law, such actions can be classified as agrarian offenses. Based on the theory of legal effectiveness proposed by Soerjono Soekanto, the effectiveness of conflict resolution is influenced by legal factors, government, society, and the legal culture of the community, which still highly upholds family values and deliberation. In addition, based on the theory of legal objectives, the resolution of agrarian conflicts in Jrahi Village reflects efforts to realize legal certainty, justice, and legal benefits through deliberation and mediation. This study also shows that the village government plays an important role in maintaining public order and preventing agrarian conflicts from developing into larger social conflicts. The Jrahi Village Government seeks to resolve conflicts through persuasive approaches, mediation, and social communication in order to maintain community harmony, considering that Jrahi Village is known for its high level of social harmony as a Pancasila Village. Thus, the resolution of agrarian offenses requires not only criminal law enforcement but also social approaches, deliberation, and strengthening village regulations in order to create an orderly, safe, harmonious society and provide legal certainty for the community.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Journal
Abdul Ghofur Anshori, “Pluralisme Hukum dalam Sistem Hukum Indonesia,” Jurnal Khaira Ummah Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Vol. 12, No. 3, 2017.
Abdul Manan, “Konsep Ghasab dalam Hukum Islam dan Relevansinya terhadap Perlindungan Hak Milik,” Jurnal Al-Ahkam, Vol. 27, No. 2, 2017.
Ahmad Fauzi, “Penyelesaian Sengketa Sewa Menyewa Tanah Menurut Hukum Perdata dan Hukum Agraria,” Jurnal Hukum Prasada, Vol. 8, No. 1, 2021.
Ahmad Jazuli, “Kepastian Hukum Hak Atas Tanah dalam Sistem Hukum Indonesia,” Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol. 21, No. 1, 2021.
Ahmad Redi, “Konflik Agraria dan Penegakan Hukum dalam Perspektif Reforma Agraria,” Jurnal RechtsVinding, Vol. 10, No. 1, 2021.
Ahmad Redi, “Pemanfaatan Hak Pakai untuk Kepentingan Publik dalam Perspektif Hukum Agraria,” Jurnal RechtsVinding, Vol. 8, No. 2, 2019.
Ahmad Redi, “Penegakan Hukum Pidana dalam Sengketa dan Konflik Agraria,” Jurnal RechtsVinding, Vol. 9, No. 3, 2020.
Ahmad Redi, “Penegakan Hukum terhadap Penguasaan Tanah Tanpa Hak Berdasarkan Perpu Nomor 51 Tahun 1960,” Jurnal Rechtsregel, Vol. 4, No. 1, 2021.
Ahmad Redi, “Penegakan Hukum terhadap Penguasaan Tanah Tanpa Hak dalam Perspektif Hukum Pidana Agraria,” Jurnal RechtsVinding, Vol. 10, No. 2, 2021.
Ahmad Redi, “Penguasaan Tanah dan Konflik Agraria di Indonesia,” Jurnal Konstitusi, Vol. 17, No. 1, 2020.
Dimas Prasetyo, “Kedudukan Hak Guna Bangunan dalam Kegiatan Investasi dan Properti,” Jurnal RechtsVinding, Vol. 10, No. 1, 2021.
Dimas Prasetyo, “Penguasaan Tanah Tanpa Hak dalam Perspektif Hukum Pidana Agraria,” Jurnal RechtsVinding, Vol. 11, No. 1, 2022.
Dwi Handayani, “Tanggung Jawab Hukum atas Sertifikat Ganda dalam Sengketa Pertanahan,” Jurnal Hukum dan Peradilan, Vol. 10, No. 1, 2021.
Elza Syarief, “Penyelesaian Sengketa Pertanahan melalui Pendekatan Hukum,” Jurnal Lex Renaissance, Vol. 7, No. 1, 2022.
Faisal Santiago, “Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Pertanahan di Indonesia,” Jurnal Lex Administratum, Vol. 10, No. 1, 2022.
Gunawan Wiradi, “Pelaksanaan Reforma Agraria melalui Redistribusi Tanah dan Legalisasi Aset,” Jurnal Bhumi, Vol. 7, No. 2, 2021.
Rizky Kurniawan, “Mafia Tanah dan Problematika Penegakan Hukum Agraria di Indonesia,” Jurnal Lex Renaissance, Vol. 8, No. 1, 2023.
Rofiq Hidayat, “Penanganan Delik Agraria dalam Perspektif Ketertiban Umum,” Law Development Journal, Vol. 3, No. 4, 2020.
Rudi Hartono, “Dampak Sosial dan Lingkungan Rumah Walet di Kawasan Permukiman,” Jurnal Administrasi Publik, Vol. 8, No. 1, 2021.
Siti Rahmawati, “Ketertiban Umum dalam Perspektif Hukum Islam dan Relevansinya di Indonesia,” Mimbar Hukum, Vol. 34, No. 1, 2022.
Siti Rahmawati, “Konsep Hak Milik dan Fungsi Sosial Tanah dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Nasional,” Mimbar Hukum, Vol. 34, No. 1, 2022.
Suhardin, “Peranan Pemerintah Desa dalam Menjaga Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat,” Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 6, No. 1, 2017.
Suparjo Sujadi, “Problematika Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum,” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, Vol. 27, No. 3, 2020.
Supriadi, “Penyelesaian Konflik Agraria di Indonesia,” Jurnal RechtsVinding, Vol. 10, No. 2, 2021.
Books:
Achmad Ali, Menguak Teori Hukum, Jakarta: Kencana, 2010.
Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana Bagian I, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2021.
Adrian Sutedi, Peralihan Hak atas Tanah dan Pendaftarannya, Jakarta: Sinar Grafika, 2018.
Adrian Sutedi, Peralihan Hak Atas Tanah dan Pendaftarannya, Cet. ke-10, Jakarta: Sinar Grafika, 2019.
Andi Hamzah, Asas-Asas Hukum Pidana, Jakarta: Rineka Cipta, 2020.
Andi Hamzah, Asas-Asas Hukum Pidana Indonesia, Edisi Baru, Jakarta: Rineka Cipta, 2019.
Andi Hamzah, Hukum Pidana Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2017.
Andi Hamzah, Hukum Pidana Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2019.
Andi Sofyan dan Nur Azisa, Hukum Acara Pidana, Jakarta: Kencana, 2020.
A.P. Parlindungan, Komentar atas Undang-Undang Pokok Agraria, Bandung: Mandar Maju, 2008.
Bernard L. Tanya, Teori Hukum: Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi, Yogyakarta: Genta Publishing, 2019.
Bernhard Limbong, Konflik Pertanahan, Jakarta: Margaretha Pustaka, 2017.
Bernhard Limbong, Konflik Pertanahan, Cet. ke-4, Jakarta: Margaretha Pustaka, 2020.
Bernhard Limbong, Konflik Pertanahan, Cet. ke-4, Jakarta: Margaretha Pustaka, 2021.
Effendi Perangin, Hukum Agraria Indonesia: Suatu Telaah dari Sudut Pandang Praktisi Hukum, Jakarta: Rajawali Pers, 1994.
Elza Syarief, Menuntaskan Sengketa Tanah melalui Pengadilan Khusus Pertanahan, Jakarta: Gramedia, 2020.
Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus: Dar al-Fikr, 1985.
Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2021.
Regulation:
Criminal Code.
Constitution of the Republic of Indonesia.
Constitution Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code.
Constitution Number 2 of 2012 concerning Land Acquisition for Development for Public interest.
Constitution Number 5 of 1960 concerning Basic Rules of Procedure Agrarian.
DOI: http://dx.doi.org/10.30659/rlj.5.2.%25p
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Ratio Legis Journal has been indexed in: