Analysis of the Granting of Special Autonomy for Papua in the Principles of the Unitary State of the Republic of Indonesia

Ade Ayu Citra Lestari, Gunarto Gunarto

Abstract


The laws enforced by the central government through the Law must be harmonized with the laws of the growing and diverse communities in the Papua region in order to optimize the special autonomy policy for Papua, the main aim of which is to achieve justice, prosperity, welfare and represent the Papua region as part of the Unitary State of the Republic of Indonesia in accordance with the mandate of the State constitution. The objectives of this research are (1) the unrest that has emerged in Papua as a result of the urgency of issuing the Papuan Special Autonomy Law, (2) the influence of the legal legitimacy of Papuan Special Autonomy on the regional and national situation in Papua, (3) the concept of ideal law in accordance with the constitutional mandate regarding the legal problems of Papuan Special Autonomy with implications for the principles of the unitary state of the Republic of Indonesia. The approach used in this research is normative juridical. The research specifications are descriptive and analytical. The data sources used are secondary data. Secondary data is data obtained from library research, consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The research results and discussion can be concluded as follows: (1) The process of integrating the Papua region into the Unitary State of the Republic of Indonesia is seen by the leaders and supporters of Free Papua as still problematic. As a result, since 1964, movements demanding independence have emerged both politically and through armed resistance, such as the formation of the TPNPB (West Papua National Liberation Army). (2) Papua has a special institution, namely the Papuan People's Assembly, which has been regulated in the Special Autonomy Law for Papua Province. The Papuan People's Assembly or MRP is a cultural representative institution for the Papuan people that has certain authorities in the context of protecting the rights of indigenous Papuans, based on respect for customs and culture, empowering women, and strengthening religious harmony. (3) Monitoring the status of Papua's Special Autonomy for a period of time that strengthens them in affirming themselves as an integral part of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Papua's special autonomy is a true manifestation of the principles of democracy, namely the wishes and aspirations of the people.


Keywords


Constitutional; Special Autonomy of Papua; Unitary State.

Full Text:

PDF

References


Journals:

Ahmad Farhan Hamid. Evaluasi Pelaksanaan Otonomi Khusus dalam Bingkai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Jurnal Majelis: Media Aspirasi Konstitusi, Edisi 03, 2012

Ahmad Faridz Anwar. Landasan Konseptual Otonomi Daerah dalam Perspektif Islam. Jurnal Al Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam, Vol 8 No. 2, 2023

Aldi Amirullah. Politik Hukum Pembentukan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, Vol. 3, No. 2, Desember 2023

Ali Machsan Moesa, Bangsa Versus Negara (dalam Perspektif Evaluasi Pelaksanaan Otsus). Jurnal Majelis: Media Aspirasi Konstitusi, Edisi 03, 2012

Amirudin Al Rahap, Operasi-Operasi militer di Papua: Pagar Makan Tanaman?. Jurnal Penelitian Politik, Vol.3 No 1, 2006

Andik Wahyun Muqoyyidin, Pemekaran Wilayah dan Otonomi Daerah Pasca Reformasi di Indonesia: Konsep, Fakta Empiris dan Rekomendasi ke Depan. Jurnal Konstitusi, Vol 10 No 2 Mei 2016

Anirut Chuasanga and Ong Argo Victoria, Legal Principles Under Criminal Law in Indonesia Dan Thailand. Jurnal Daulat Hukum, Volume 2 Issue 1, March 2019

A. Sakti R.S.Rakia. (2021). Kewenangan Khusus Majelis Rakyat Papua Terhadap Pembentukan Perdasus. JUSTISI, Vol 7 No 1, Januari 2021

Azis Winarto, Menekan Eskalasi Konflik Papua guna Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap), 2022

Bagir Manan, Politik Hukum Otonomi Daerah, Kuliah Umum Pada Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, 26 September 2013

Boy Anugerah, Papua: Mengurai Konflik dan Merumuskan Solusi. Jurnal Kajian Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Edisi 40, Desember 2019

Ciputra Iha. Evaluasi Pelaksanaan Otonomi Khusus di Distrik Kayuni Kabupaten Fak-Fak Propinsi Papua Barat. Politico: Jurnal Ilmu Politik, Vol 7 No 1, Januari 2018

Cornelis Lay & Bambang Purwoko. Asymmetrical Decentralization, Representation, and Legitimacy in Indonesia: A Case Study of the Majelis Rakyat Papua. Asian Survey, Vol 58 No 2, January 2018

Dharma Setyawan dan Mu`adil Faizin. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam Tinjauan Maqasid Syariah, NIZHAM, Vol 06 No 01, Januari-Juni 2018

Dianora Alivia, Politik Hukum Pengaturan Pemerintahan Daerah yang Bersifat Khusus atau Bersifat Istimewa di Indonesia. RechtIdee, Vol. 14 No. 2, Desember 2019

Diding Sariding dan Siti Ngainnur Rohmah. Konsepsi Negara Sejahtera Menurutal-Farabi. STAATSRECHT: Indonesian Constitutional Law Journal, Vol. 4 No. 1, Juni 2020

Dra. Mardiana Indraswati. Evaluasi Pelaksanaan Otonomi Khusus dalam Bingkai 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Jurnal Majelis: Media Aspirasi Konstitusi, Edisi 03, 2012

Eddy Asnawi, Birman Simamora dan Andrizal. Otonomi Khusus Terhadap Eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Analisis Hukum (JAH), Vol. 4 No. 2 September 2021

Elisabeth Lenny Marit, Toponimi Badan Usaha di Era Otsus Papua: Analisis Nilai Ekonomi, Sosial-Budaya, dan Politik di Kota Jayapura. Melanesia: Jurnal Ilmiah Kajian Sastra dan Bahasa, Volume 01 Nomor 02, Februari 2017

Enos H. Rumansara. Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu Pendekatan Pembangunan yang Manusiawi di Tanah Papua. Jurnal Ekologi Birokrasi, Vol.1, No.1. Februari 2015

Firas, Ida Surya dan M. Saleh. Implementasi Prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam Pengaturan Otonomi Daerah menurut Sistem Ketatanegaraan. Jurnal Diskresi, Volume 3 Issue 2, Desember 2024

H. Ali Syafril. Partisipasi Masyarakat dalam Proses Perencanaan Pembangunan di Kota Binjai, Magister Administrasi Publik Univ Medan Area, Tesis, 2003

Hikmah Istiqamah, dkk. Konsep Negara Hukum Rechtsstaat dan Rule of Law. Jurnal Al-Mugaranah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Islam. Vol.3 No.1, September 2024

Books:

Abdul Latif dan Ali, Hasbi, Politik Hukum, Jakarta: Sinar Grafika Offset. 2010

Abu Daud Busroh, Ilmu Negara, Cetakan Pertama, Bumi Aksara, Jakarta, 1990

A. Heru Nuswanto, Otonomi Daerah dalam Perspektif Hubungan Kewenangan dan Fungsional antara Propinsi dan Kota, Cet.I, Semarang University Press, Semarang, 2008

Al Araf, Anton Aliabbas, Ardi Manto. Sekuritisasi Papua: Implikasi Pendekatan. Keamanan Terhadap Kondisi HAM di Papua, Jakarta: Imparsial, 2011

A. M. Abdullah, Perbandingan Antara Fungsi Hisbah dan Lembaga Pengawasan Perekonomian Modren. Jakarta, 2015

Anis Matta, Gelombang Ketiga Indonesia: Peta Jalan Menuju Masa Depan, Jakarta: The Future Institute, 2014

Astim Riyanto, Teori Konstitusi, Bandung: Yapemdo, 2000

Bacharuddin Jusuf Habibie. Detik Detik yang Menentukan, Jakarta: THC Mandiri, 2006

Bagir Manan, Perjalanan Historis Pasal 18 UUD 1945, UNISKA, Jakarta, 1993

___________, Menyongsong Fajar Otonomi Daerah, Pusat Studi Hukum Fakultas Hukum UII, Yogyakarta, 2001

___________. Hubungan Antara Pusat dan Daerah Menurut UUD 1945, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1994

Bernard L. Tanya, et all., Teori Hukum Strategi Tertib manusia Lintas Ruang dan Generasi. Yogyakarta : Genta Publishing, 2010

Bernard Raho, Konflik di Indonesia - Problem dan Pemecahannya - Ditinjau dari Perspektif Sosiologis. LPBAJ, Maumere, 2002

Cate Buchanan (ed). Pengelolaan Konflik di Indonesia: Sebuah Analisis Konflik di Maluku, Papua dan Poso, The Centre for Humanitarian Dialogue (HD Centre), Geneva: Switzerland, Juni 2011

C.F. Strong, Modern Political Constitution: An Introduction to the Comparative Study of Their History and Eisting Form, The English Book Society and Sidgwick & Jackson Limited, London, 1966

Fahmi Amrusyi, Otonomi Dalam Negara Kesatuan, dalam Abdurrahman ( editor ), Beberapa Pemikiran Tentang Otonomi Daerah, Media Sarana Press, Jakarta, 1987

Faried Ali, Studi Kebijakan Pemerintah, Jakarta: PT Refika Aditama, 2012

F.C. Kamma, Koreri : Messianic Movement In The Biak-Numfor- Culture Area. The Hague-Mathinus Nijhoff. 1972

Fred Isjwara, Pengantar Ilmu Politik, Cetakan Kelima, Binacipta, Bandung, 1974

Hery Suryadi, Zulkarnain. Gerakan Riau Merdeka : Menggugat Sentralisme Kekuasaan yang Berlebihan, Cetakan I, Pekanbaru : Alaf Riau / Pustaka Pelajar, 2008

Henk Schulte Nordholt dan Gerry van Klinken (Eds), Politik Lokal di Indonesia, Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2007

I Ngurah Suryawan (ed.), Tanah Papua di Garis Batas, Perspektif, Refleksi dan Tantangan, Malang : Setara Press, 2011

Intan Ahmad, Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, 2016

Irawan Soejito, Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Jakarta: Bina Aksara, 1984

Jacobus Perviddya Solossa, Otonomi Khusus Papua: Mengangkat Martabat Rakyat Papua didalam NKRI, Jakarta : Sinar Harapan, 2005

Jimly Asshiddiqie, Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Kencana, 2005

_______________, Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi, Jakarta : Bhuana Ilmu Populer, 2007

Johny Ibrahim, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Bayumedia: Malang, 2006

Johz. R. Mansoben, Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya. Jakarta. LIPI Jakarta. 1995

Regulation:

Law Number 2 of 2021 concerning the Second Amendment to Law Number 21 of 2001 concerning Special Autonomy for Papua Province

Law Number 9 of 2015 concerning the Second Amendment to Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government

MPR-RI Decree Number IV/MPR/1999 concerning the General Outlines of State Policy 1999-2004

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia




DOI: http://dx.doi.org/10.30659/rlj.5.1.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Ratio Legis Journal has been indexed in: