Spatial Allocation for the Development of Tourism Support Facilities in Ambarawa District, Semarang Regency

Jihan Shonia Pardcipta*  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Reny Yesiana  -  Universitas Diponegoro, Indonesia

(*) Corresponding Author

Supp. File(s): Transcripts

Tourism plays a significant role in supporting regional economic growth, yet its development must operate within certain limits to ensure sustainability. This study seeks to develop a spatial allocation plan for tourism-supporting facilities in Ambarawa District. A mixed-method approach was applied, combining qualitative descriptive analysis with quantitative spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS). The results identify 595.16 hectares of land suitable for developing various supporting facilities, including accommodations, minimarkets, souvenir centers, eateries, the Serabi Ngampin culinary hub, ornamental plant and flower markets, MSME centers, and parking areas. The study’s contribution lies in its integration of spatial analysis with stakeholder insights, bridging spatial and non-spatial perspectives in tourism planning. The findings underscore the need for stronger alignment between tourism planning and spatial planning instruments, the prioritization of facility provision based on locally identified needs, and the enhancement of community participation. Moreover, effective land-use control is essential to safeguard environmental quality and support sustainable tourism development.

Keywords: tourism, spatial planning; land suitability; tourism facilities; GIS

 

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang potensial dalam meningkatkan pendapatan daerah. Meskipun demikian, pengembangan pariwisata harus mempertimbangkan keberadaan batasan-batasan agar tetap menerapkan prinsip berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menyusun rencana alokasi ruang untuk fasilitas penunjang pariwisata di Kecamatan Ambarawa. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran antara analisis deskriptif kualitatif dan analisis spasial kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 595,16 hektare lahan yang dapat digunakan untuk pengembangan fasilitas penunjang pariwisata, yang mencakup: akomodasi, minimarket, pusat souvenir, tempat makan, sentra kuliner Serabi Ngampin, pasar tanaman hias dan bunga, pusat UMKM, serta area parkir. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi analisis spasial dengan masukan pemangku kepentingan, yang menghubungkan perspektif spasial dan nonspasial dalam perencanaan pariwisata. Temuan ini menegaskan pentingnya penyelarasan perencanaan pariwisata dengan instrumen tata ruang, prioritas penyediaan fasilitas sesuai kebutuhan lokal, serta peningkatan partisipasi masyarakat. Selain itu, pengendalian pemanfaatan lahan diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Kata kunci: pariwisata, penataan ruang, ketersediaan lahan, fasilitas penunjang pariwisata; SIG

Supplement Files

  1. Adisasmita, R. (2010). Pembangunan Kawasan dan Tata Ruang. Graha Ilmu.
  2. Badan Otorita Borobudur. (2021). Kampoeng Rawa, Perpaduan Wisata Alam dan Kuliner di Ambarawa. Badan Otorita Borobudur. https://bob.kemenparekraf.go.id/37170-kampoeng-rawa-perpaduan-wisata-alam-dan-kuliner-di-ambarawa/
  3. Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang. (2023). Kecamatan Ambarawa dalam Angka 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang.
  4. Budirahmayani, A., & Khoirunurrofik, K. (2019). Tourism and Economic Growth: Spatial Perspective. Achieving and Sustaining SDGs 2018 Conference: Harnessing the Power of Frontier Technology to Achieve the Sustainable Development Goals (ASSDG 2018), 216, 7–24. https://doi.org/10.2991/assdg-18.2019.2
  5. Chen, Y.-C., Yao, H.-L., Weng, S.-D., & Tai, Y.-F. (2022). An Analysis of the Optimal Facility Location of Tourism Industry in Plain Region by Utilizing GIS. SAGE Open, 12(2), 1–14. https://doi.org/10.1177/21582440221095020
  6. Dalimunthe, D. Y., Valeriani, D., Hartini, F., & Wardhani, R. S. (2020). The Readiness of Supporting Infrastructure for Tourism Destination in Achieving Sustainable Tourism Development. Society, 8(1), 217–233. https://doi.org/10.33019/society.v8i1.149
  7. Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. (2023). Jumlah Pengunjung Wisata di Kabupaten Semarang. Satu Data Indonesia Kabupaten Semarang. https://data.semarangkab.go.id/ckan/dataset/jumlah-pengunjung-wisata-di-kabupaten-semarang
  8. Keputusan Direktur Jenderal Pariwisata Nomor 14/U/II/88 tentang Pelaksanaan Ketentuan Usaha dan Penggolongan Hotel, 1 (1988).
  9. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 272/HK.105/DRJD/96 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, 1 (1996).
  10. Fadisa, N., Syamsurizaldi, & Koeswara, H. (2021). Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan pada Kawasan Geopark Ngarai Sianok Maninjau di Kota Bukittinggi. Jurnal Administrasi Publik Dan Pembangunan, 3(2), 73–78. https://doi.org/10.20527/jpp.v3i2.3985
  11. Hariyani, H. F. (2018). Tourism Sector Performance on Indonesia’s Economic Growth. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 16(1), 45–56. https://doi.org/10.22219/jep.v16i1.8184
  12. Huser, B. (2011). Integrated Spatial Planning. GEOMATICA, 65(3), 255–265. https://doi.org/10.5623/cig2011-042
  13. Ikhsan, M. F. N. (2021). Santap Siang Sambil Memancing Bersama Keluarga di Rawa Pening. Bisnis.Com. https://semarang.bisnis.com/read/20210514/535/1393918/santap-siang-sambil-memancing-bersama-keluarga-di-rawa-pening
  14. Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Petunjuk Operasional Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pariwisata, 1 (2018).
  15. Lin, W.-C., Wu, C. K., Le, T. K. T., & Nguyen, N. A. (2023). Assessment of Vietnam Tourism Recovery Strategies after COVID-19 Using Multi-Criteria Decision-Making Approach. Sustainability, 15(10047), 1–22. https://doi.org/10.3390/ su151310047
  16. Marzuki, A., Bagheri, M., Ahmad, A., Masron, T., & Akhir, M. F. (2023). Establishing a GIS-SMCDA model of sustainable eco-tourism development in Pahang, Malaysia. Episodes Journal of International Geoscience, 46(3), 375–387. https://doi.org/10.18814/epiiugs/2022/022037
  17. Nguyen, Q. H. (2021). Impact of Investment in Tourism Infrastructure Development on Attracting International Visitors: A Nonlinear Panel ARDL Approach Using Vietnam’s Data. Economies, 9(131), 1–19. https://doi.org/10.3390/ economies9030131
  18. Nijkamp, P., & Scholten, H. J. (1993). Spatial information systems: design, modelling, and use in planning. International Journal of Geographical Information Systems, 7(1), 85–96. https://doi.org/10.1080/02693799308901941
  19. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, 1 (2009).
  20. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, 1 (2021).
  21. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, 1 (2018).
  22. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Semarang Tahun 2020-2025, 1 (2019).
  23. Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Semarang Tahun 2023-2043, (2023).
  24. Putra, D. T. (2020). Infrastruktur Pendukung Potensi Daya Tarik Wisata Berdasarkan Segmen Wisatawan di Eling Bening Ambarawa Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 16(3), 159–172.
  25. Rahmayani, D., Oktavilia, S., Suseno, D. A., Isnaini, E. L., & Supriyadi, A. (2022). Tourism Development and Economic Growth: An Empirical Investigation for Indonesia. Economics Development Analysis Journal, 11(1), 1–11. https://doi.org/10.15294/edaj.v11i1.50009
  26. Suntararak, P., & Boonyanmethaporn, W. (2024). Building the future of rural-based wellness tourism : Infrastructure and policy considerations for rural Thailand. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(14), 1–18. https://doi.org/10.24294/jipd9387
  27. Sutiarso, M. A. (2018). Pengembangan Pariwisata yang Berkelanjutan Melalui Ekowisata. OSFPreprint, September, 1–11. https://doi.org/10.31219/osf.io/q43ny
  28. Turčinović, M., Vujko, A., & Stanišić, N. (2025). Community-Led Sustainable Tourism in Rural Areas : Enhancing Wine Tourism Destination Competitiveness and Local Empowerment. Sustainability, 17(2878), 1–23. https://doi.org/10.3390/ su17072878
  29. Waluya, B. (2012). Sarana dan Prasarana Pariwisata. In Universitas Pendidikan Indonesia (pp. 1–7). Universitas Pendidikan Indonesia. http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197210242001121-Bagja_Waluya/Geografi_Pariwisata/Kriteria_Prasarana_dan_Sarana_Pariwisata.pdf
  30. Yesiana, R., Septiarani, B., Astuti, K. D., Anggraini, P., Pardcipta, J. S., Pradana, G. A., & Pandie, A. R. (2023). Strengthening City Branding Through Investment in Ambarawa Urban Area, Semarang Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1264(1), 12006. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1264/1/012006
  31. Yin, J., Dong, J., Hamm, N. A. S., Li, Z., Wang, J., Xing, H., & Fu, P. (2021). Integrating remote sensing and geospatial big data for urban land use mapping: A review. International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, 103, 102514. https://doi.org/10.1016/j.jag.2021.102514

Jurnal Planologi
Published by Pusat Studi Planologi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, in collaboration with Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia.
Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Semarang, Indonesia
Phone: +6212345678
Email: jurnalplanologi@unissula.ac.id

View My Stats

e-ISSN: 1829-9172

p-ISSN: 2615-5257

DOI : 10.30659/japs

Creative Commons License

Get a feed by atom here, RRS2 here and OAI Links here

apps