Persepsi Anak Tentang Ruang Bermain Ramah Anak Di Bantaran Kali Banger Kelurahan Kemijen
DOI:
https://doi.org/10.30659/jpsa.v16i1.4387Abstract
Abstract
The majority of the Indonesian population lives in Kampong in higher density, and one of them is living in the riverbank area. The characteristics of urban are having inadequate infrastructure conditions, lack of water supply, and lack of waste management. One of inadequate of infrastructure is playing facilities for children. This study will look at children's perceptions regarding the location that responsive to children’s needs. The location of this study is the Kali Banger in the Kemijen sub-district. In Kemijen Sub district, there are 11 RW and eight of them are directly facing Kali Banger. This study uses a mixed approach (quantitative and qualitative) in extracting data. The study showed that children's perceptions of rivers are the convenient locations for playing, so they want the river to be clean. Children also have a good understanding of environmental hygiene, especially at Kali Banger. The locations that are often used to play are pump points, pump house roofs, playgrounds that located on RW 8, roads and railroad tracks. The choices of location for children's play was triggered by the condition of their houses, so they chosen to play in outdoor location until afternoon. This finding can be a reference for the development of Indonesian urban kampung that are more conducived to children, especially kampung on the riverbank. After mapping the existing location and location that children sugesting that responsive child’s needs and types of games, it was seen that the most desirable locations for playing locations were playgrounds (54.5%), then soccer fields (22.1%) and the rest are varied, while the types of games that were desired were swing (39%) and see saw of (18.2%).
Key Words: Perception, Play Ground, Children and Responsive Children
Abstrak
Mayoritas penduduk kota Indonesia tinggal di kampung dengan tingkat kepadatan yang tinggi, Salah satunya adalah keberadaan permukiman di kawasan bantaran sungai. Ciri kampung kota memiliki kondisi infrastruktur, yang belum memadai salah satunya adalah fasilitas bermain bagi Anak. Studi ini akan melihat persepsi anak terkait lokasi bermain yang ramah (responsif) dengan kebutuhan usia anak. Lokasi penelitian ini adalah kawasan bantaran Kali Banger yang terletak di kelurahanKemijen, dari 11 RW yang terdapat di kelurahan Kemijen terdapat 8 RW yang langsung berhadapan dengan kali Banger. Studi ini menggunakan pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif) didalam penggalian data-data. Temuan studi memperlihatkan bahwa persepsi anak tentang sungai/kali adalah sebagai lokasi yang nyaman sebagai tempat bermain, sehingga mereka menginginkan kali dalam kondisi bersih. Anak-anak juga mempunyai pemahaman yang baik mengenai kebersihan lingkungan khususnya pada kali Banger. Lokasi yang sering digunakan untuk bermain adalah beberapa titik pompa, atap rumah pompa, taman yang berada di RW 8, jalan lingkungan dan rel KA. Pemilihan lokasi bermain anak ini dipicu oleh kondisi rumah mereka yang sempit, sehingga mereka memilih keluar rumah sepulang sekolah sampai sore hari. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengembanmgan kampung kota Indonesia yang lebih kondusif untuk anak, khususnya kampung bantaran sungai. Setelah dilakukan pemetaan baik eksisting dan rencana lokasi dan jenis permainan maka terlihat bahwa lokasi yang paling banyak diminat sebagai lokasi bermain adalah taman bermain (54.5%), kemudian lapangan sepakbola (22,1%) dan sisanya bervariasi, sedangkan jenis permainan yang banyak diinginkan adalah ayunan (39%) dan jungkat-jungkit sebesar (18,2%).
Kata Kunci. Persepsi, ruang bermain, anak, ramah anak
References
Setiawan. B, (2006). “Ruang Bermain untuk Anak di Kampung Kota: Studi Persepsi, Lingkungan, Seting dan Perilaku Anak di Kampung Code Utara Yogyakarta†Jurnal Manusia dan Lingkungan. 13 (2) 60-70.
Cowling, R.M., Wilhelm-Rechman, A., (2007), “Social assessment as a key to conservation successâ€. Oryx. 41, 135–136.
Deetje, J.S., (1999), Kemampuan Berpikir Kreatif Dikaitkan Dengan Perilaku Otonomi, Suasana Interaksi Dalam Keluarga dan Proses Belajar Mengajar Siswa STM di Sulawesi Utara, Thesis S2 Program Psikologi Pendidikan dan Psikometri Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta.
Hohmann, et,al., (1979), Young Children in Action (A manual for preschool educators), High/Scope Educational Research Foundation Ypsilanti, Michigan.
Hurlock, E., (1980) “Psikologi P erkembanganâ€. Penerbit Erlangga. Jakarta
https://www.bnpb.go.id/home/detail/3039/Gerakan-Sekolah-Sungai-Untuk-Pengurangan-Resiko-Bencana
http://pci.dynamicgovernance.id/our-program/sekolah-sungai/
http://article.sciencepublishinggroup.com/html/10.11648.j.aff.s.2015040401.15.html
Knight, A. T., et al. (2006). “Designing systematic area-selection studies that promote effective implementation: best practice from South Africaâ€, Conservation Biology .20. 739–750
NC Ban et al, (2013), “ A social-ecological approach to conservation planning: Embedding social considerations†Frontiers in Ecology and the Environment. 11 (4)
Sari S.M, (2004), “Peran Warna Interior terhadapPerkembangan dan Pendidikan Anak di Taman Kanak-Kanak†Jurnal Dimensi Interior. 2 (1) 22-36
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

