STRATEGI PENGELOLAAN WARISAN BUDAYA BERBASIS PERAN MASYARAKAT DI KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG
DOI:
https://doi.org/10.30659/jpsa.v15i2.3522Abstract
ABSTRACT
Lasem is one of Sub Districts in Rembang Regency located in north coast of central part of Java Island. The strategic position of Lasem that is located on maritime and over-land trading route has made this area since 500 BC inhabited and has passed many different periods of human settlement ranging from prehistory, classic (Hinduism-Buddhism), Islam, colonial periods and until today. That long period of human settlements has left for us now heritages of various cultural influences including Javanese, Chinese, European, Hinduism-Buddhism, and Islamic culture. Heritage is finite and un-renewable in its nature so that it needs to be managed in order to outlive and to be inherited to the next generations. In Lasem, people have been relatively aware of that. Communities in Lasem represented by their organizations have their agendas of appreciating and preserving their heritage. However, they did them individually or not in good coordination of each other. The situation then generates an idea of coordinating activities done by communities in Lasem. Active role of those communities have to be guided and developed so that the purpose of appreciating and preserving their heritage can be achieved. This is intended as for management of heritage can be done continually.
Key words: Lasem, Heritage, Heritage Management, Community based
ABSTRAK
Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa bagian tengah. Lasem memiliki potensi luar biasa antara lain terletak di jalur perdagangan laut dan darat yang telah didiami sejak 500 tahun Sebelum Masehi diawali oleh manusia masa prasejarah, klasik, Islam, kolonial, hingga saat ini. Masa hunian manusia yang panjang di Lasem meninggalkan warisan budaya dengan berbagai pengaruh budaya diantaranya Jawa, Cina, Eropa, Klasik, dan Islam yang sebagian masih dapat dijumpai hingga saat ini. Namun demikian, warisan budaya bersifat terbatas dan tidak dapat diperbaharui sehingga perlu untuk dikelola agar berusia lebih panjang agar dapat diwariskan kembali kepada generasi selanjutnya. Pengelolaan warisan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Lasem selama ini masih bersifat terpisah-pisah satu sama lain. Namun, peran aktif masyarakat terus dibina dan ditingkatkan agar tujuan pengelolaan warisan budaya yang berbasis masyarakat dapat segera dicapai. Pemilihan pengelolaan oleh masyarakat setempat bertujuan agar pengelolaan yang dilakukan dapat berkelanjutan.
Kata Kunci: Lasem, Pengelolaan, Warisan Budaya, Basis Masyarakat.
References
Aksa, La Ode Muhammad. (2004). “Integritas Sumberdaya Budaya Arkeologi dan Pembangunan “. http://www.arkeologi.com
Anonim. (2017). Rembang Dalam Angka. Rembang: Badan Perhitungan Statistik.
Anonim. (2013). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010. Klaten: Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.
Anonim. (2015). Profil Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga Kabupaten Rembang. Rembang: Disbudparpora.
Graff, H.J De and Th. Pigeaud. (1984). “Chinese Muslim in Java in the 15th and 16th Centuriesâ€. Monash Paper on Southeast Asia no. 12. North Melborne: Ruskin Press.
Graff, H.J De. (1986). Puncak Kekuasaan Mataram Politik Ekspansi Sultan Agung. Jakarta: Grafiti Press.
Graaf, H.J De. (1987). Runtuhnya Istana Mataram. Jakarta: Grafiti Press.
Graaf, H.J. De. (1987). Disintegrasi Mataram Di Bawah Amangkurat I. Jakarta: Grafitipers
Hardjowardojo, R. Pitono. (1965). Pararaton. Malang: PT. Bhatrara.
Hartono, Samuel. (2010). Lasem Kota Kuno Di Pantai Utara Jawa Yang Bernuansa China. Surabaya: Universitas Kristen Petra.
Karsono, R. (1920). Babad Lasem. Tidak Diterbitkan
Kasnowihardjo, Gunadi. (2013). Penelitian Kubur Prasejarah Di Situs Leran, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Yogyakarta :Balai Arkeologi.
Kridalaksana, Harimurti. (1996). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta :Gramedia Pustaka Utama
Kwan, William. (2010). Eksplorasi Sejarah Batik Lasem. Jakarta: Institut Pluralisme Indonesia
Purbasari, Riris, (ed). (2011). Identifikasi Potensi Perairan Lasem Kabupaten Rembang. Klaten: Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.
Pratiwo. (2010). Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota. Yogyakarta: Penerbit Ombak
Riana, I Ketut. (2009). Nagarakrtagama: Masa Keemasan Majapahit. Jakarta: Kompas.
Utomo, Bambang Budi. (2009). Majapahit dalam Lintas Pelayaran dan Perdagangan Nusantara. Berkala Arkeologi, 29 (2), 1-8.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

