TIPOLOGI PERMUKIMAN KAWASAN PESISIR KECAMATAN SEMARANG UTARA
DOI:
https://doi.org/10.30659/jpsa.v18i1.13179Abstract
Wilayah studi Kecamatan Semarang Utara merupakan kawasan Pesisir Kota Semarang. Fungsi kawasan sebagai perumahan dengan kepadatan tinggi dan kawasan industri. Berdasarkan SK Walikota tahun 2014, Kecamatan Semarang Utara merupakan Kecamatan dengan jumlah permukiman kumuh terbanyak. Tujuan penelitian untuk mengkaji tipologi permukiman kawasan pesisir Kecamatan Semarang Utara. Tipologi kawasan permukiman ditentukan berdasarkan kondisi tingkat kekumuhan, kualitas lingkungan permukiman serta karakteristik sosial ekonomi penduduk. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan analisis spasial, dengan memanfaatkan citra penginderaan jauh sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kelurahan Bandarharjo dan Tanjungmas terdapat permukiman kumuh dengan tingkat kekumuhan berat dan kualitas lingkungan buruk. Penentuan tipologi pesisir merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan guna mengetahui potensi dan permasalahan pada suatu kawasan permukiman. Hasil penelitian dapat dipergunakan sebagai pertimbangan dalam menerapkan program perbaikan lingkungan permukiman. Terdapat 10 tipe permukiman dengan karakteristik yang bebeda di Wilayah Studi.
Kata kunci: Tipologi Permukiman, Permukiman Kumuh, Kualitas Permukiman
References
Ali, M. (2012). Kajian Dampak Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Kejadian Banjir pada Lanskap DAS Ciliwung Hilir dengan Pendekatan Sistem Dinamik. Ipb. Institut Pertanian Bogor.
Anderson, J. R. (1976). A land use and land cover classification system for use with remote sensor data (Vol. 964). book, US Government Printing Office.
Arta, F. S., & Pigawati, B. (2015). the Patterns and Characteristics of Peri-Urban Settlement in East Ungaran District, Semarang Regency. Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning, 2(2), 103–115.https://doi.org/10.14710/geoplanning.2.2.103-115
Brueckner, J. K., & Helsley, R. W. (2011). Sprawl and blight. Journal of Urban Economics, 69(2), 205–213. https://doi.org/10.1016/j.jue.2010.09.003
Direktorat Pengembangan Pemukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya. (2006). Identifikasi Kawasan Pemukiman Kumuh Penyangga Kota Metropolitan. Direktorat Pengembangan Pemukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya, 1–49.
Emmanuel, J. B. (2012). “ Housing Quality †To the Low Income Housing Producers in Ogbere , Ibadan , Nigeria, 35(December 2011), 483–494. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.02.114
Fichter, R. (1972). Freedom to build: Dweller control of the housing process. book, Macmillan.
Jaitman, L. (2013). Evaluation of Slum Upgrading Programs: A Literature Review. SSRN Electronic Journal, (November). https://doi.org/10.2139/ssrn.2305396
Jat, M. K., Choudhary, M., & Saxena, A. (2017). Urban growth assessment and prediction using RS, GIS and SLEUTH model for a heterogeneous urban fringe. The Egyptian Journal of Remote Sensing and Space Science. https://doi.org/10.1016/j.ejrs.2017.02.002
Marfai, M. A., Cahyadi, A., & Anggraini, D. F. (2013). Typology, dynamics, and potential disaster in the coastal area district Karst Gunungkidul. In Forum Geografi (Vol. 27, pp. 147–158). inproceedings.
Mintiea, T., & Pigawati, B. (2018). Hubungan Karakteristik Permukiman Dengan Bentuk Adaptasi Masyarakat Terhadap Rob Di Pesisir Kota Semarang. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 14(3), 199. https://doi.org/10.14710/pwk.v14i3.20259
Nafsi, N., Aspin, A., Santi, S., & Belinda, S. (2019). KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH (STUDI KASUS: KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG). Jurnal Malige Arsitektur (Media Arsitektur Lintas Generasi), 1(1).
Pemerintah Kota Semarang. (2011). RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031. Semarang. Retrieved from http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/opac/themes/bappenas4/templateDetail.jsp?id=142160&lokasi=lokal
Pemerintah Republik Indonesia. Undang - Undang No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pub. L. No. 1 (2011). Indonesia.
Pigawati, B., & Pradoto, W. (2014). Kebertahanan masyrakat pesisir Kota Semarang Terhadap banjir Rob. In Sustainable and resillient Cities and Regions (pp. 96–106).
Pigawati, B., Yuliastuti, N., & Mardiansjah, F. H. (2017). Pembatasan Perkembangan Permukiman Kawasan Pinggiran Sebagai Upaya Pengendalian Perkembangan Kota Semarang. TATALOKA, 19(4), 306. https://doi.org/10.14710/tataloka.19.4.306-319
Pigawati, B., Yuliastuti, N., Mardiansjah, F. H., & Suryani, M. A. (2019). Changes of Settlement Environmental Quality in Semarang City Center. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 313(1), 12009. https://doi.org/10.1088/1755-1315/313/1/012009
Presiden Republik Indonesia. (2004). PP No 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah. Retrieved from http://www2.pom.go.id/public/hukum_perundangan/pdf/Pengamanan rokok bagi kesehatan.pdf
Ramadhan, R. A., & Pigawati, B. (2014). PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK IDENTIFIKASI PERMUKIMAN KUMUH DAERAH PENYANGGA PERKOTAAN (Studi Kasus : Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak). Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning, 1(2), 102–113. https://doi.org/10.14710/geoplanning.1.2.102-113
Ratnaningtyas, H., & Hadi, B. S. (2013). PEMANFAATAN CITRA SATELIT QUICKBIRD UNTUK EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA YOGYAKARTA 1990–2010 (Kasus Bagian Wilayah Kota III). Geomedia: Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian, 11(1).
Walikota Semarang. (2014). SK Walikota Semarang Nomor 050/801/2014 tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan permukiman Kumuh Kota Semarang. Semarang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

